
"ugghhh.....!!!!" Suara leguhan Dilan ketika Melinda berusaha membopong pria itu keluar dari bar.
"Manajer Tolong berdiri yang benar,," ucap Melinda yang merasa bahwa tubuh pria itu sangatlah berat untuk ditopang oleh tubuhnya yang kecil.
Dilan yang sedari tadi mendengar suara samar Melinda masih belum tersadar, tetapi pria itu semakin memeluk Melinda dengan erat setiap kali dia mendengar suara Melinda.
Buk!!!
Akhirnya, Melinda berhasil membawa pria itu ke mobil dan menutup pintu mobil sembari dia berputar ke arah kursi kemudi.
Karena dia lupa memasang sabuk pengaman pada pria itu maka Melinda dengan segera mencondongkan tubuhnya ke arah Manager untuk meraih tali sabuk pengaman.
"Tolong singkirkan sedikit bahu Anda!!!" Ucap Melinda yang kesusahan menarik talinya karena tubuh besar pria itu menghimpitnya.
__ADS_1
Jadi mau tidak mau Melinda kemudian mendekatkan kakinya ke kursi yang ditempati Dilan lalu dia menarik lengan pria itu hingga dia akhirnya berhasil menarik tali sabuk pengaman.
Tetapi, ketika perempuan itu akan mengunci sabuk pengamannya dia terkejut saat Dilan tiba-tiba saja membuka matanya.
"Manajer sudah sadar?" Tanya Melinda yang saat itu berharap supaya manajernya belum sadar karena posisi mereka benar-benar memalukan untuk dirinya sendiri jika ketahuan oleh pria itu!!!
"Kau?" Suara Dilan diikuti senyum semringah, pria itu lalu mengulurkan kedua tangannya dan dengan cepat menarik Melinda ke pelukannya.
Aroma alkohol yang menyengat langsung menyebar memenuhi seluruh indra penciuman Melinda dan terlebih ketika pria itu menyelipkan lidahnya,,, dia bisa merasakan alkohol yang tertinggal di dalam mulut pria itu.
"Ng!" Melinda berusaha mendorong Dilan, tetapi semakin kuat ia mendorong,, pria itu malah semakin kuat menahannya dan terus menciumnya.
Setelah puas menciumi Melinda, Dilan kemudian melonggarkan pelukan mereka dan menatap Melinda sembari dahi dan hidung mereka di benturkan.
__ADS_1
"Apakah ini mimpi? Bidadariku yang manis datang ke mimpiku? Lihat matamu yang indah, aku sangat menyukainya sampai-sampai aku menjadi gila!!!" Ucap Dilan kembali mengecup bibir Melinda dan memeluk perempuan itu dengan sangat erat.
Melinda sangat terkejut dengan perlakuan Dilan, tetapi dia tidak bisa terlepas dari pria mabuk itu, dan lebih parahnya lagi, jantungnya berdegup sangat tak karuan dan dia merasakan perasaan seperti yang pernah ia rasakan ketika dia bersama dengan Niko di kehidupan sebelumnya.
'Ini tidak mungkin, pria ini tidak mungkin menyukaiku dan aku tidak mungkin menyukainya!!! Tapi kenapa jantungku dan perasaanku ini,,,, Mengapa aku seperti ini???' Melinda merasa sangat bingung dengan dirinya sendiri.
"Aku ingin terus tidur dan melanjutkan mimpi ini, Aku tidak mau bangun dan melihatmu bersama pria brengsek itu? Beraninya dia melukaimu dengan berselingkuh dengan perempuan lain? Dia pikir Siapa dirinya????!!!" Ucap Dilan sembari menggertakan giginya membuat Melinda sangat merasa aneh dengan ucapan Dilan.
'Bagaimana dia tahu? Bagaimana dia tahu kalau Niko berselingkuh? Dan Apa maksud semua ucapannya???' Melinda sangat bertanya-tanya dalam hati dan dia juga berusaha untuk melepaskan diri dari Dilan tetapi Dilan malah kembali memeluknya dengan erat.
"Jangan pergi,,, Aku tidak mau kau kembali lagi tersakiti seperti di masa lalu. Aku tidak mau melihatmu sendirian di rumah sakit yang dingin sementara suamimu pergi berselingkuh bersama perempuan lain.
"Aku tidak mau melihatmu diusir dari rumahmu sendiri bersama dengan anakmu,, Tolong jangan pergi, tolong jangan pergi bersama pria itu!!!! Jangan menikah dengannya!!!" Ucap Dilan dengan nafas tersengal dengan air mata pria itu merembes di pipinya.
__ADS_1