
Setelah Niko mengetahui fakta dari semua kebohongan Cynthia, maka pria itu menjadi sangat marah, dia ingin menghubungi Chintya untuk memberi pelajaran pada perempuan itu, Tapi tentu saja dia tidak bisa melakukannya sebab katanya ponsel perempuan itu juga telah hilang.
Oleh sebab itu, ini kau mengendara dengan cepat dan penuh amarah.
"Perempuan sialan, berani-beraninya dia membohongiku sehingga aku menyelingkuhi Melinda yang ternyata lebih menjanjikan menjadi istriku daripada dirinya!!!!" Teriak-teriak itu sembari memukul setir yang ada di depannya lalu karena begitu emosi ia menancap gas lebih dalam.
Brrumm....!!!
Mobil yang melaju cepat itu membuat emosi Niko menjadi lebih baik karena dia merasa bahwa melampiaskan emosinya pada kendaraan adalah hal yang terbaik.
Hingga akhirnya dia tak sadar ketika dia melanggar lampu merah dan membuat jalanan menjadi kacau.
Ciiiiitttt.....!!!
Suara rem di tengah jalanan yang ramai itu langsung menggemah lalu diikuti dengan suara tabrakan yang sangat keras.
Bukk!!!
Boomm!!!
__ADS_1
Mobil yang ditumpangi Niko berguling di tengah jalan lalu menabrak tiang listrik dalam keadaan terbalik.
Tak berhenti di situ, mobil itu pun meledak hingga membuat semua orang menjadi panik dan kebetulan seorang polisi yang bertugas di sana langsung mendekat ke arah pintu kemudi yang belum terbakar oleh api.
Polisi itu dengan cepat menarik Niko dari dalam mobil lalu menyeretnya ke tempat yang aman sebelum dia menundukkan kepalanya dan sebuah ledakan yang lebih keras lagi kemudian terjadi.
Booommmm!!!!
Semua orang menunduk menutup telinga mereka dan mata mereka karena begitu terkejut melihat hal tersebut.
Setelah dentuman itu, maka sang polisi langsung menelpon 110 lalu mobil ambulans datang ke tempat itu untuk mengevakuasi seluruh korban.
Begitu tiba di rumah sakit, dia langsung memasuki ruang evakuasi dan polisi yang datang membawanya kemudian menelpon nomor ponsel yang ada pada kartu identitas Niko yang didapatkan dari dompet pria itu.
Drrtt.... Drrtt..... Drrtt....
Ayu yang sedang asyik menonton TV merasa begitu kesal ketika dia melihat sebuah nomor baru menghubunginya, jadi dia mereject panggilan itu dan kembali fokus pada TV di depan matanya.
Tetapi, karena panggilan itu kembali masuk, maka perempuan itu menggertakan giginya mengambil ponselnya dan menerima panggilan telepon tersebut.
__ADS_1
"Halo selamat siang, saya dari kepolisian dan ingin memberitakan bahwa pria bernama Niko Marea telah mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit xx ibukota. Oleh seb--"
"Apa!!" Sela Ayu yang benar-benar tak percaya dengan berita yang baru saja ia dengar, "Putraku kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit xx ibukota?"
"Iya Bu," jawab sang polisi langsung membuat seluruh tubuh Ayu menjadi lemas lalu tangannya yang memegang ponsel kemudian menjatuhkan ponsel itu dan dia sendiri pun melemas di sofa.
"Halo,, halo Bu?" Suara polisi yang masih terdengar dari ponsel tidak dihiraukan oleh Ayu, karena pikiran perempuan itu menjadi kosong setelah mengetahui berita kecelakaan putranya.
Sementara, Gama yang mendengar ucapan istrinya langsung menghampiri perempuan itu dan mengambil alih ponsel lalu dia berbicara dengan polisi hingga akhirnya wajah pria itu menjadi sangat pucat.
Namun, dia berhasil mengendalikan dirinya sendiri lalu dia mengajak istrinya untuk pergi ke rumah sakit.
Setelah bertanya pada sang petugas di rumah sakit maka mereka diantar ke depan ruang operasi yang masih memperlihatkan lampu berwarna merah yang artinya bahwa operasi masih sementara berlangsung.
"Hiks,, hiks,, putraku!!!" Perempuan itu menangis di depan ruang operasi karena merasa tak percaya dengan apa yang baru saja menimpa putranya.
Baru tadi pagi perempuan itu memasak makanan yang sangat enak untuk putranya agar putranya bisa keluar dari rumah untuk bekerja dengan semangat setelah sarapan yang enak.
Dan sekarang, putranya malah mengalami kecelakaan dan berakhir di ruang operasi.
__ADS_1