
Sementara Melinda dan Dilan berada di restoran, maka Niko yang meninggalkan kediaman Melinda langsung pergi ke apartemen Chintya setelah dia merasa kesal karena hari itu pertama kalinya Melinda menolak untuk menghabiskan waktu dengannya hanya karena sebuah pertemuan dengan klien di perusahaannya.
Padahal, selama ini perempuan itu selalu memprioritaskannya bahkan memprioritaskannya daripada pekerjaannya.
Namun, ketika dia tiba di depan pintu apartemen Chintya, pria itu mengerutkan keningnya saat ia melihat di depan pintu apartemen itu ada seorang pria yang sedang duduk sembari merokok.
"Maaf, bisakah Anda tolong minggir," ucap Niko pada pria itu langsung membuat Seto mengangkat wajahnya menatap pria yang menyuruhnya untuk minggir.
Pria itu kemudian berdiri sambil mematikan rokoknya, lalu dia berkata, "apakah Kau juga datang kemari untuk menemui perempuan dalam apartemen ini?"
"Iya, Apakah kau juga datang untuk bertemu dengannya?" Tanya Niko sembari memperhatikan pria di depannya, dia merasa penasaran akan hubungan pria itu dengan Cynthia.
Seto tersenyum, "ah,, jadi kau juga datang untuk menemuinya? Sayang sekali Dia belum ada di rumahnya, sepertinya masih berada di luar, padahal aku sudah berdiri di sini sejak siang tadi untuk menunggunya." Ucap Seto yang merasa kesal pada perempuan yang sudah ia tunggu sejak tadi siang tapi belum juga datang.
Sementara Niko yang melihat pria itu, dia sangat penasaran tentang urusan pria itu hingga pria itu mau menunggu sedari siang, jadi dia pun berkata, "Memangnya kau ada urusan apa dengan Cynthia?"
__ADS_1
Seto langsung berdecak kesal, "perempuan itu adalah perempuan ular, dia sudah menghasutku untuk menjebak seorang teman sekantorku hingga aku dipecat tadi siang.
"Sekarang aku menunggunya untuk membuat perhitungan dengannya!! Awas aja kalau perempuan itu kembali, aku akan membuatnya membalas apa yang telah ia lakukan padaku!!!!" Garam Seto sembari mengepal erat tangannya karena tidak sabar untuk memberi pelajaran pada Cynthia.
Niko yang mendengar itu merasa sangat penasaran tentang detail kejadian yang sudah membuat pria itu terlihat sangat marah pada Cynthia, jadi dia kembali bertanya, katanya: "Memangnya apa yang dia katakan padamu hingga kau bisa dipecat?"
"Sial!! Kamu menanyakannya lagi dan membuatku ingat lagi, dia itu perempuan ular, dia membuatku menjebak seorang sahabatnya di kantor hingga membuatku dipecat.
"Seharusnya aku tidak pernah kemakan omongan perempuan itu, seharusnya aku tidak pernah mau membantunya untuk menjebak Melinda. Kalau tidak, aku tidak mungkin dipecat, dan saat ini karirku masih baik-baik saja!!!" geram Seto langsung membuat Niko mengerutkan keningnya setelah dia mendengar nama Melinda.
"Kau,, Apakah Melinda yang kau maksud itu ialah Melinda Maharani?" Tanya Dilan.
Tetapi Niko tidak menjawab pertanyaan Seto, dia hanya kembali bertanya, "maksudmu Cynthia menyuruhmu untuk melakukan sesuatu yang tidak baik pada Melinda?"
"Tidak, dia tidak mengatakan seperti itu, tapi dari caranya berbicara denganku seperti mengharapkan sesuatu yang seperti itu, jadi aku hanya ingin mengabulkannya. Tapi siapa sangka malah terjadi hal buruk yang membuatku malah dipecat dari kantor," kesal Seto.
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan pria itu, maka Niko tidak mau mempercayai pria itu lagi, jadi dia langsung mengambil ponselnya dan berjalan menjauhi pria itu, karena dia hendak menelpon Cynthia untuk menanyakan keberadaan perempuan itu.
"Kau dimana?" Tanya Niko pada orang di seberang telepon.
"Aku masih sangat sibuk di restoran, jadi malam ini mungkin akan pulang sangat larut." Ucap Cynthia.
"Ah, begitu, kalau begitu aku akan ke restoranmu saja," ucap Niko lalu pria itu segera meninggalkan apartemen Cynthia untuk menemui Cynthia.
Seto yang melihat hal itu langsung mengerutkan keningnya, dan dia merasa aneh pada pria itu, jadi Dia memutuskan untuk mengikuti Niko hingga mereka tiba di restoran.
Berjaga agar tidak diketahui oleh Niko bahwa dia mengikuti pria itu, Seto kemudian bersembunyi-sembunyi memasuki restoran dan sangat terkejut ketika dia melihat Cynthia menghampiri Niko.
Perempuan itu bahkan langsung memeluk Niko dengan erat, "kau ada di sini, maaf sekali, Aku sangat sibuk hari ini karena ada kegiatan mendesak yang akan dilaksanakan besok pagi. Jadi kami melakukan banyak persiapan. Ayo duduk dan minum," ucap Cynthia langsung diangguki oleh Niko, lalu kedua orang itu duduk di salah satu meja kosong.
Seto yang melihat itu merasa sangat marah jadi dia mendekati perempuan itu untuk memberi pelajaran pada Cynthia.
__ADS_1
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.