
"Terima kasih sudah menungguku," ucap Melinda ketika dia sudah memasuki mobil Dilan dengan gaun pengantin masih melekat di seluruh tubuhnya, dan dandanannya yang menor membuat perempuan itu muak ketika dia melihat wajahnya di cermin.
Tetapi ketika dia kembali mengingat bahwa itu Hari terakhirnya dia berada dalam kesusahan, maka dia merasa baik-baik saja.
"Jangan berterima kasih, karena setelah ini kau akan membantuku," ucap Dilan segera menginjak pedal gasnya dan mengendarai mobilnya meninggalkan tempat itu.
Sementara Melinda, dia langsung mengambil tasnya yang telah Ia tinggalkan di dalam mobil, lalu perempuan itu mengeluarkan alat pembersih muka dan mulai membersihkan make up di wajahnya.
"Kapan kita akan bertemu dengan ayahmu?" Tanya Melinda sembari menghapus make up di wajahnya.
Dia tidak sabar untuk bertemu dengan orang tua Dilan, karena hari itu dia akan mengatakan apa yang ia rasakan dan bagaimana dia siap untuk menjalin hubungan yang sesungguhnya dengan Dilan.
Keyakinan dalam hatinya begitu kuat sebab Dia sudah melihat Bagaimana pria itu sangat memperlakukannya dengan baik, dan terlebih mereka berdua tidak memang ditakdirkan untuk kembali bersama sehingga mereka berdua diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu.
Dilan yang mendengar ucapan Melinda langsung tersenyum lalu pria itu kemudian berkata, "kapanpun kau sudah siap."
__ADS_1
Mendengar itu, Melinda menganggukan kepalanya, "kalau begitu kita pergi besok saja," ucap Melinda yang merasa bahwa lebih cepat bertemu dengan orang tua Dilan adalah pilihan yang tepat.
Karena di masa lalunya dia mengingat hanya satu hari setelah pernikahannya dengan Niko, Dilan sudah menghilang dari kantor dan tidak pernah lagi muncul di hadapannya.
Jadi Melinda merasa takut membayangkan kejadian di kehidupan sebelumnya akan kembali terjadi jika dia masih membuang-buang waktu.
Sementara Dilan yang mendengar ucapan Melinda, pria itu agak terkejut karena dia tidak menyangka bahwa perempuan itu begitu cepat untuk memutuskan.
"Tapi, Apa kau baik-baik saja kalau besok kita langsung pergi?" tanya Dilan sembari memandang cemas ke arah perempuan di sampingnya yang masih sibuk mengelap make up di wajahnya.
Padahal, saat itu dia merasa sangat baik-baik saja, bahkan mungkin itu adalah momen terbaiknya setelah kedua orang tuanya meninggal.
Jadi Melinda kemudian berkata, "Apakah aku terlihat seperti tidak baik-baik saja?"
Pertanyaan perempuan itu langsung membuat Dilan tersenyum karena dia berpikir bahwa Melinda adalah perempuan yang akan menyembunyikan kesedihannya di dalam hati.
__ADS_1
Sama seperti yang ia lakukan di kehidupan sebelumnya, menyembunyikan rasa sakit hatinya melihat Melinda menikah, padahal setelah dia sendirian dia menjadi orang yang tak berguna.
"Itu, aku pikir kau cukup terguncang dengan masalah hari ini. Jadi awalnya aku berpikir untuk memberimu cuti beberapa hari untuk menenangkan diri." Ucap Dilan yang merasa bahwa Melinda perlu liburan atau melakukan beberapa hal yang akan menghibur dirinya setelah momen batalnya pernikahannya.
Tetapi Melinda, dia sama sekali tidak merasa bahwa dia membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, jadi perempuan itu menatap Dilan dengan raut wajah yang meyakinkan, "Ahh,, kau tenang saja, lagi pula hari ini aku sangat bahagia karena berhasil memberi pelajaran pada kedua orang itu.
"Sekarang, Di dalam ingatan semua orang mereka berdua akan terlihat seperti seorang penghianat dan pengecut, kemana-mana mereka pergi semua orang akan membicarakan itu di belakang mereka." Ucap Melinda sembari tersenyum bersandar menatap keluar jendela.
"Tapi orang-orang juga akan membicarakanmu sebagai perempuan yang menyedihkan karena dikhianati oleh sahabat dan calon suami mu," kata Dilan yang merasa agak cemas pada perempuan itu jika nanti Melinda pergi ke mana-mana dan mendapati banyak orang yang menggosipkannya.
"Hm,, aku tidak peduli, hal itu masih lebih baik daripada ketika aku harus kembali melewati hari-hariku seperti di kehidupan sebelumnya. Saat ini aku merasa begitu bebas, seperti orang yang baru saja dilepaskan dari penjara," ucap Melinda sembari menghembuskan nafasnya dengan tenang karena dia begitu bersyukur bahwa dia bisa melewati semua masalahnya dengan baik.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.
__ADS_1