
Setelah menutup panggilannya dengan Melinda, Chyntia merasa aneh.
Perempuan itu berdiri memegangi ponselnya sembari mengingat apa yang telah Ia dengarkan.
"Itu pasti bukan Melinda, tidak mungkin Belinda memiliki sikap seperti itu dan lagi dia bersama dengan seorang pria?" Ucap Cynthia yang merasa begitu konyol untuk mempercayai apa yang baru saja ia dengar dari telepon seluler nya.
Ini kok yang kebetulan keluar ke balkon langsung mendengar ucapan perempuan itu, jadi dia mendekati Cynthia dan bertanya, "Apa yang membuatmu kesal begitu? Apakah kau kesal karena sekarang resepsi pernikahan tidak akan dilangsungkan dan hanya akan melakukan pencatatan sipil saja?"
Cynthia yang mendengar itu memang merasa sangat kesal, dia tidak bisa melakukan resepsi pernikahan dengan Niko karena seluruh keluarga telah malu dengan kejadian yang baru saja terjadi.
Takutnya tidak ada yang akan menghadiri pesta pernikahan mereka sebab semua orang sudah terlanjur kesal.
Tetapi hanya beberapa saat Cynthia mengingat masalah tersebut lalu dia kemudian berkata, "Aku baru saja menelpon Melinda, dan sekarang dia bersama dengan seorang pria. Bahkan aku mendengar mereka menghabiskan malam bersama."
"Apa?!" Niko memperlihatkan ekspresi kagetnya, "dia langsung bersama dengan seorang pria lain sedangkan kami baru saja gagal menikah dua hari yang lalu?" Tanya Niko sembari menyipit kan matanya menatap Cynthia.
Melihat Niko yang terkejut, maka Chintya merasa senang dalam hatinya jadi perempuan itu dengan semangat menatap pria di depannya.
__ADS_1
Chyntia tersenyum, "Ya, aku dengar sendiri dari dalam telepon, mereka berbincang bersama bahwa mereka telah menghabiskan malam bersama, dan juga aku mendengar mereka saling berciuman mengabaikan telepon ku yang masih terhubung dengan mereka.
"Tapi Melinda hebat juga ya, langsung mendapatkan pria lain setelah pernikahannya gagal. Aku jadi merasa kalau dia tidak sepolos yang kubayangkan," ucap Cynthia sembari memperhatikan perubahan ekspresi pria di depannya.
Dia merasa sangat senang ketika melihat pria di depannya tampak sangat marah mendengar ucapannya.
"Sial!! Katanya dia sangat mencintaiku dan tidak bisa hidup tanpaku, tapi bisa-bisanya dia langsung bersama dengan seorang pria, padahal pernikahan kami baru saja gagal dua hari yang lalu. Dan lagi, mungkin saja dia sebenarnya sudah merencanakan untuk menggagalkan pernikahan kami sehingga dia yang menyebarkan foto perselingkuhanku denganmu itu." Ucap Niko sembari mengambil ponsel dari sakunya karena dia ingin memastikan sendiri ucapan Chintya.
Sementara Chintya yang melihat pria itu mulai mencari kontak Melinda di ponselnya, maka dia berkata, "berarti selama ini dia hanya membohongimu saja, pantas saja aku merasa bingung siapa yang membuat semua foto-foto kita dipajang di hari pernikahanmu, padahal aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu karena aku mencintaimu dan juga Melinda adalah sahabatku."
Niko mengabaikan ucapan Chintya dan lebih fokus pada ponselnya untuk menghubungi Melinda.
Tetapi dia sangat terkejut ketika yang mengangkat ternyata adalah seorang pria.
"Halo?" Ucap Dilan dari seberang telepon.
"Kau,, siapa kau sehingga kau yang mengangkat telepon Melinda?" Tanya Niko kini semakin mempererat kepalan tangannya karena dia merasa bahwa apa yang dikatakan Cynthia sudah 70% benar.
__ADS_1
"Ahh,, justru aku yang seharusnya bertanya, kenapa kau menelpon kekasihku? Dan Siapa namamu?" Tanya Dilan dari seberang telepon kembali membuat Niko mengerutkan keningnya.
Pria itu bertanya namanya, yang artinya bahwa kemungkinan besar nomor ponselnya sudah tidak disimpan lagi oleh Melinda, atau kemungkinan Melinda menulis namanya di dalam telepon namun menggunakan kata yang lain.
Jadi pria itu segera berkata, "Jadi kau kekasihnya? Sudah berapa lama kalian bersama dan bagaimana bisa kalian bersama? Juga, mana mungkin kau tidak mengenaliku, apakah Melinda tidak menulis namaku pada kontakku?"
"Ahhh,, dia memang menulisnya, tetapi aku tidak mungkin percaya kalau nama yang dia tulis di dalam kontaknya ini adalah namamu, atau Mungkinkah namamu pecundang?" Ucap Dilan langsung membuat Niko sangat terkejut karena ternyata namanya di dalam kontak Melinda malah ditulis sebagai pecundang.
Hal itu membuat Miko menggertakkan giginya, tetapi tidaklah terlalu penting membahas perihal nama tersebut, jadi dia kembali berkata, "Aku tidak akan percaya kalau namaku di situ ditulis pecundang, Jadi sekarang cepat katakan Bagaimana kau bisa bersama dengan Melinda dan kapan Kalian mulai bersama?!!!"
"Ah,,,, kapan kami mulai bersama? Hm,, mungkin kau tidak akan percaya, tapi kami sudah sangat lama bersama dan aku harus mengatakan padamu kalau sebenarnya aku sangat bahagia atas gagalnya pernikahan kalian.
"Aku jadi ingin berterima kasih pada perempuan yang menjadi selingkuhanmu itu, Karena dia sudah menghancurkan pernikahan Melinda sehingga memberiku kesempatan untuk bersama dengan perempuan cantik dan baik itu.
"Ahh,, satu lagi, aku akan mengatakan selamat pada pernikahanmu bersama selingkuhanmu itu. Semoga kalian mendapatkan kebahagiaan terlepas dari bagaimana cara kalian membangun hubungan kalian." Ucap Dilan lalu secara sepihak dia ingin memutuskan panggilan telepon itu.
@info.
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.