Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
46.


__ADS_3

Di dalam mobil yang dikendarai oleh Dilan untuk kembali ke kantor, Melinda memperbaiki make up nya yang sudah luntur karena menangis.


Setelah selesai memperbaiki make up nya, Dia kemudian menatap pria yang menyetir di sampingnya dan berkata, "saya tidak percaya kalau ternyata saya bukan satu-satunya orang yang kembali ke masa lalu."


Ucapan Melinda langsung membuat Dilan menoleh ke arah perempuan itu Dan Tersenyum, "Aku harap di kehidupan yang ini kita bisa lebih bahagia." Ucap pria itu langsung diangguki oleh Melinda.


"Saya harap begitu," jawab Melinda dengan jantung yang masih berdegup kencang sebab Dia masih memikirkan ucapan Dilan yang ternyata menyukainya.


'Terasa canggung bersama dengan manajer, karena sekarang aku tahu kalau dia ternyata sangat mencintaiku. Tapi perasaanku ini,,, adalah sebuah rasa suka untuk manajer, tapi di kehidupan kedua ini, Apakah pilihan yang tepat jika aku menerima manajer untuk berada di sisiku?' Melinda bertanya-tanya dalam hatinya tetapi dia merasa takut untuk memutuskan karena jangan-jangan dia kembali salah memilih dan bersama dengan orang yang akan menyakitinya di masa depan.


Dia tidak mau ada kehidupan menyakitkan setelah kehidupan kedua ini, karena dia ingin kehidupan yang ini berjalan dengan baik dan indah, tidak ada lagi kesedihan dan penyesalan yang akan membuatnya mengulangi satu kehidupan lagi.

__ADS_1


Sementara Dilan, pria itu memikirkan mengapa Melinda masih bersama dengan Niko, jadi pria itu tak tahan untuk menoleh ke samping dan berkata, "itu, kau sudah tahu suamimu berselingkuh, tapi kenapa samapai sekarang kau masih bersama-sama dengannya?"


Melinda yang mendengarkan ucapan pria itu langsung menoleh ke arah Dilan dan berkata, "penderitaan yang ku alami terlalu besar untuk dilupakan begitu saja, jadi aku hanya ingin membalas mereka sedikit demi sedikit.


"Mungkin ini egois karena aku lebih memikirkan dendamku daripada kebahagiaanku, tapi anakku, di kehidupan sebelumnya aku memiliki seorang anak, dan aku rasa dia juga pasti tidak akan tenang jika aku kembali ke kehidupan yang ini dan tidak melakukan apapun untuk mereka yang sudah membuang kami."


Ucapan Melinda kembali membuat Dilan teringat akan kabar bahwa Melinda memiliki seorang anak, tapi di kehidupan yang lalu dia sama sekali tidak mengetahui rupa anak itu, sebab penyesalan nya yang terlalu dalam membuatnya menutup diri terhadap dunia.


"Aku akan mengusahakan nya." Jawab Melinda sembari tersenyum melihat keluar jendela dan perasaannya menjadi sangat hangat.


Pertama kalinya ada orang yang menghormati apapun keputusannya, pertama kalinya ada orang yang memberinya semangat dengan tulus.

__ADS_1


Setelah terdiam beberapa saat lagi dalam mobil akhirnya mereka tiba di kantor lalu keduanya memasuki kantor.


Seluruh anggota departemen desain produk langsung menatap ke arah dua orang itu karena mereka tak menyangka bahwa keduanya sama-sama pergi untuk makan siang dan berbarengan kembali dan sama-sama terlambat.


Lebihnya lagi, keduanya datang secara bersama-sama dan mereka semua bisa melihat bahwa mata kedua orang itu terlihat agak sebab seperti baru saja menangis.


Tuk!


Melinda terkejut ketika dia baru duduk dan sebuah pesan yang ditulis di kertas langsung dilemparkan ke arahnya.


*Apakah kau dan manajer pergi makan siang bersama?* Isi pesan yang diberikan Karina padanya langsung membuat Melinda mengangkat wajahnya menatap semua orang yang kini menatap ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2