
Pada malam harinya, Chintya kembali ke rumah dan dia terkejut melihat rumah tersebut sangat kosong Tetapi dia tidak terlalu memperdulikannya dan hanya memasuki kamar lalu dia membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur.
Tetapi, perempuan itu terkejut ketika telepon rumahnya tiba-tiba saja berbunyi jadi dia mengangkat telepon itu dan lebih terkejut lagi mendengar kabar dari Ayu yang menelpon.
"Niko kecelakaan?" Tanya perempuan itu yang benar-benar tak percaya dengan berita yang ia dengar.
"Iya, jadi cepat kemari dan bawakan barang-barang Niko." Ucap Ayu dari seberang telepon langsung di iyakan oleh Chintya lalu perempuan itu dengan cepat menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa ke rumah sakit.
Setelah semuanya sudah siap, maka perempuan itu ke rumah sakit dan betapa terkejutnya dia ketika dia melihat keadaan Niko yang diperban di kepalanya dan kakinya pun tak luput dari perban dan gips.
Saat itu juga, ada dokter yang masuk ke ruangan lalu dokter itu kemudian memberitahu kondisi Niko pada semua orang yang berjaga di sana.
"Operasinya berjalan dengan lancar, tapi kemungkinan besar dia mengalami gegar otak dan saya belum menjamin bahwa tidak akan ada efek dari operasi yang ia jalani. Dan kakinya, dia mengalami patah tulang yang sangat serius, Jadi kami menyambung tulangnya dan Maaf sekali kami memperkirakan bahwa kemungkinan besar dia akan mengalami sedikit pincang setelah--"
"Apa?!!" Ayu langsung merasa dunianya menjadi runtuh lalu perempuan itu terjatuh ke lantai dan pingsan dalam sekejap.
Sementara Cynthia yang mendengar itu, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan tak percaya bahwa mulai saat ini dia akan memiliki seorang suami yang pincang alias cacat!!!
Tetapi, bukan hanya itu saja yang terjadi, karena beberapa jam setelah dia tiba di rumah sakit, Niko akhirnya sadar, dan ternyata pria itu tidak mengenali siapapun dan bahkan tidak bisa berbicara serta dokter kembali mendiagnosa bahwa kemungkinan besar itu adalah efek dari kecelakaan.
Yang artinya bahwa pria itu menjadi orang yang sakit mental.
__ADS_1
'Astaga,, aku benar-benar tidak bisa mempercayai ini,,, yang artinya bahwa dia akan segera dipecat dari pekerjaannya karena orang cacat seperti ini, maka dia tidak akan bisa lagi menjadi seorang manajer.' ucap Cynthia dalam hati kini menggertakan giginya lalu tanpa memperdulikan Gama dan Ayu yang sedang menangis, maka dia segera meninggalkan rumah sakit itu dan pergi ke apartemennya.
Perempuan itu langsung mengganti sandi apartemennya lalu dia mengirim pesan pada Ayu agar mereka segera mengambil barang-barang mereka karena dia akan menggugat cerai Niko.
Ayu yang membaca pesan itu di rumah sakit merasa begitu terpukul karena selain anaknya yang kini didiagnosa sebagai orang yang akan berakhir cacat seumur hidup, maka sekarang Cynthia malah mengatakan tentang perceraian.
Jadi perempuan itu langsung menelpon Chintya dan mereka berdebat-hebat.
"Pokoknya, kau tidak boleh menceraikan Putraku, karena saat ini kau sedang mengandung anak dari Putraku!!!" Teriak Ayu dari seberang telepon yang begitu marah dan tak bisa lagi mengendalikan amarahnya pada perempuan yang ia ketahui sebagai perempuan hamil.
Tetapi, betapa terkejutnya perempuan itu ketika Chintya malah tertawa.
"Ha ha ha... Konyol sekali, Memangnya Ibu pikir kehamilan ku itu benar-benar nyata? Aku tidak benar-benar hamil, aku berkata seperti itu hanya supaya Niko menikahi ku dan menafkahiku, tapi apa yang terjadi??? Dia malah menyuruh ku untuk menafkahi oke dua orang tuanya dengan memberikan uang 5 juta perbulan pada kalian berdua?
....
Satu bulan kemudian, Melinda dan Dilan kemudian melaksanakan pertunangan dan banyak orang yang hadir di acara pertunangan itu serta memberi mereka ucapan selamat yang tulus.
Saat itu, Melinda merasa amat senang dan meski tanpa kedua orang tuanya di sisinya, dia tetap bahagia karena sekarang Dia mendapat keluarga baru yang menyayanginya.
Setelah berfoto berapa kali, akhirnya acara pertunangan itu selesai, lalu keduanya kemudian kembali ke rumah bersama dengan Ruben yang juga ikut bersama mereka.
__ADS_1
"Selamat untuk pertunangan kalian berdua, Ayah harap kalian bisa segera menikah supaya nanti ayah bisa lebih cepat mendapat cucu." Ucap Ruben yang benar-benar blak-blakan soal keinginannya untuk segera menimang cucu.
Hal itu membuat Melinda tersenyum malu dan Dilan tersenyum senang sembari berkata, "Ayah Tenang saja, pokoknya mulai besok kami akan menyiapkan pernikahan kami supaya pernikahannya bisa dilakukan dengan cepat. Bukan begitu sayang?"
Melinda yang ditatap oleh Dilan kemudian menganggukkan kepalanya lalu dia merasakan pelukan hangat dari pria itu dan kebahagiaan melingkupi seluruh hatinya.
Apalagi setelah dia mendengar karma yang telah diterima oleh Niko, maka Melinda merasa bahwa itu adalah hal yang sepantasnya diterima oleh pria yang sangat kejam itu.
Dan ketika mereka berada di kamar Melinda duduk di depan TV sembari menggeser-geser layar dan terkejut ketika dia melihat berita yang memperpampangkan wajah Cynthia.
"Restoran xx ibukota menggugat seorang perempuan yang merupakan mantan manajer bagian di restoran tersebut, hal itu terjadi karena sang mantan manajer bagian telah membuat kekacauan yang mengakibatkan restoran mengalami kerugian yang sangat besar.
"Meski telah diberi waktu selama 1 bulan untuk membayar dendanya, tetapi perempuan itu tidak sanggup membayarnya tepat waktu. Itu sebabnya pihak restoran memutuskan untuk membawa perkara tersebut ke pengadilan dan rencananya perempuan itu akan diadili dalam dua minggu ke depan dengan denda sekitar 500 juta dan hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara." Ucap sang reporter yang memberitakan kabar di TV yang di nonton oleh Melinda.
Dilan yang keluar dari kamar mandi langsung menghampiri perempuan itu dan memeluk Melinda dengan hangat.
"Semua orang yang menyakitimu di masa lalu telah mendapat karma untuk diri mereka sendiri, dan mulai sekarang aku juga akan memberikanmu kebahagiaan yang layaknya Kau dapatkan." Ucap Dilan langsung membuat Melinda tersenyum senang lalu dia membalas pelukan pria itu dengan hangat.
"Aku harap ke depannya semua hal berjalan dengan lancar." Ucap Melinda yang kini merasa sangat lega bahwa kedepannya tidak akan ada lagi orang yang akan menyakitinya karena semuanya sudah dijauhkan darinya.
Sekarang hanya ada orang-orang baik di sekitarnya.
__ADS_1
TAMAT