
Setelah Melinda sadar dan perempuan itu sudah merasa jauh lebih baik, maka Dilan segera membawanya pergi dari rumah sakit lalu mereka kembali ke apartemen.
Melinda langsung duduk bersandar di tempat tidur dengan Dilan yang membantunya makan.
"Apa kau yang memasak sup ini?" Tanya Melinda sembari melihat Dilan yang sedang mengaduk sub di dalam mangkok.
Mendengar pertanyaan Melinda, maka Dilan segera mengangkat kepalanya menatap Melinda lalu pria itu dengan hati-hati berkata, "Apakah rasanya tidak enak?"
Melihat pria di depannya yang tampak sangat berhati-hati dan cemas, maka Melinda tersenyum dengan kelucuan pria itu, mana mungkin rasanya tidak enak, Dia malah merasa bahwa itu adalah sup terenak yang pernah ia coba.
"Justru aku menanyakannya seperti itu karena aku tidak percaya kalau kau bisa memasak sup yang seenak ini." Ucap Melinda langsung membuat Dilan terkekeh lalu pria itu mengambil sesendok sup dan menyodorkannya ke mulut Melinda.
"Sejak tamat SMA Aku sudah tinggal sendirian, jadi tidak ada alasan bagiku Untuk tidak bisa memasak. Tapi untunglah kau menyukai masakanku," ucap Dilan langsung diangguki oleh Melinda.
Setelah Melinda menghabiskan supnya, maka Dilan segera keluar untuk mencuci piring tersebut dan juga makan malam.
Sementara Melinda yang ditinggalkan sendirian dia memperbaiki posisi tidurnya dan memeluk salah satu bantal sembari memperhatikan fotonya yang terpajang di dinding kamar Dilan.
__ADS_1
'Jangan-jangan di kehidupan sebelumnya dia juga terus memasang foto ini sampai bahkan ketika aku sudah menikah?' ucap Melinda sembari tersenyum lalu perempuan itu merasa hangat dalam hatinya karena merasa bahwa dia sudah mendapatkan seorang pria yang tepat untuk menjadi pendampingnya.
Sementara itu, di tempat lain, Niko sudah membawa Chintya kembali ke apartemennya dan betapa terkejutnya kedua orang tua Niko saat melihat perempuan itu kini dipenuhi luka di sekujur tubuhnya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Ayu mengejar kedua orang yang sudah memasuki kamar dengan Cynthia yang langsung berbaring di tempat tidur.
"Terjadi kekacauan di restoran dan aku terluka, tapi tidak apa-apa kok Bu, lukanya pasti akan cepat sembuh karena sudah ditangani oleh dokter." Ucap Cynthia langsung membuat Ayu menganggukkan kepalanya.
Dia sangat ingin memarahi perempuan itu, tetapi mengingat cerita putranya bahwa sebenarnya Cynthia adalah pemilik restoran mewah tempat mereka melakukan pertemuan dengan Melinda, maka perempuan itu menahan diri sebab dia tahu bahwa Chintya adalah perempuan yang cantik dan juga kaya.
Jadi, pria manapun pasti tertarik pada perempuan itu, dan dia merasa cukup senang karena akhirnya putranya lah yang berhasil mendapatkannya meski setelah keluarganya dipermalukan atas batalnya pernikahan Niko dengan Melinda.
Sementara itu, dua orang yang tertinggal dalam kamar, Niko hendak masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri ketika Cynthia tiba-tiba bertanya, katanya: "Kenapa ayah dan ibu ada di sini? Apakah mereka akan menginap?"
"Hm, mulai sekarang kita semua akan tinggal bersama karena apartemenmu jauh lebih besar dari apartemen keluarga kami, dan ayah dan ibuku tidak bisa berpisah denganku, jadi apartemen yang sebelumnya akan disewakan sementara apartemen ini akan menjadi tempat tinggal kita mulai dari sekarang." Ucap Niko langsung mengejutkan Cynthia.
Dia adalah orang yang tidak suka berbagi tempat tinggal karena dia tidak suka keramaian, apalagi kedua orang tua Niko akan membatasinya dalam pergerakannya.
__ADS_1
Misalnya, dia adalah orang yang suka pergi ke klub tetapi jika kedua orang tua itu tinggal bersama mereka maka tentunya mereka akan mengawasinya dan dia tidak akan diizinkan untuk pulang larut malam.
"Itu, Mengapa kau tidak membicarakannya dulu denganku?" Tanya Chintya pada Niko dengan perempuan itu menatap Niko dengan tatapan tegas.
Tatapan perempuan itu langsung membuat Niko mengeryitkan keningnya lalu dia mendekati Cynthia.
"Apakah kau tidak suka jika kedua orang tuaku tinggal bersama dengan kita?" Tanya Niko sembari memperhatikan perempuan di depannya, sebab bagaimanapun dia tidak akan bisa berpisah dengan orang tuanya karena orang tuanya akan selalu ikut kemanapun dia pergi.
Semua itu karena Dia hanya cocok dengan masakan orang tuanya, tidak terlalu suka makan masakan orang lain.
"Bukan begitu, tapi aku hanya merasa kalau apapun yang kau lakukan harusnya kau beritahukan dulu padaku, karena aku sudah menjadi istrimu dan semua yang terjadi harus diputuskan bersama." Ucap Cynthia menahan diri dalam hati karena sebenarnya dia memang tidak ingin kedua orang tua itu tinggal bersama mereka.
"Ah, begitu, aku minta maaf, tapi tadinya aku juga ingin membicarakannya denganmu, Tapi ponselmu selalu saja tidak aktif jadi aku tidak punya pilihan lain selain membawa saja orang tuaku kemari, karena mulai besok pagi barang-barang kami akan di angkut dan malam ini orang-orang dari jasa pindah rumah sedang membereskan barang-barang di apartemen." Ucap Niko lalu pria itu segera berlalu ke kamar mandi untuk mandi.
Hal itu membuat Chintya langsung menggertakkan giginya. Tetapi dia tidak bisa berkata apapun lagi karena kedua orang itu sudah berada di rumahnya dan terlebih apartemen mereka sedang diurus oleh jasa pindah rumah.
'Hah,, Ini semua karena Melinda!!! Gara-gara dia Seto datang ke restoran dan membuatku harus tinggal bersama dengan orang kedua orang tua Niko!!!' kesal perempuan itu dalam hati.
__ADS_1
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.