Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
53.


__ADS_3

Drttt drrtt drrtt.....


Melinda yang sedang berada di kantor mengambil ponselnya lalu perempuan itu membawanya ke toilet untuk menerima telepon dari Niko.


"Halo?" Ucap perempuan itu pada orang di seberang telepon meski dia sebenarnya tidak ingin terlalu banyak berhubungan dengan pria itu.


"Kau di mana? Kau baik-baik saja kan?" Tanya pria dari seberang telepon langsung membuat Melinda mengerutkan keningnya.


Sejak kapan pria itu berubah secara tiba-tiba dan menghubunginya untuk menanyakan kabar?


"Aku ada di kantor dan baik-baik saja tapi ada apa kau tiba-tiba menelponku begini?" Tanya Melinda sembari mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja.


"Ah,, kemarin malam aku ke rumahmu dan tidak ada satupun orang yang membuka pintu untukku. Aku juga menelponmu berkali-kali, tapi kau tidak mengangkatnya, jadi aku pikir sudah terjadi sesuatu padamu. Kau tahu kan aku sangat cemas kalau kau sampai kenapa-kenapa." Suara Niko dari seberang telepon langsung membuat Melinda ingin mengorek telinganya agar telinganya yang telah terkotori mendengar ucapan pria itu bisa disterilkan kembali.


Tapi tentu saja dia tidak bisa melakukannya sekarang, jadi perempuan itu hanya mengatup erat-erat giginya dan berkata, "jangan khawatir, kemarin malam aku hanya tertidur pulas saja jadi tidak sempat melihat ponsel. Saat ini pekerjaanku sedang banyak jadi aku sangat sibuk."

__ADS_1


"Ahh begitu, Kalau begitu Kau kembalilah bekerja, nanti sore saat jam pulang kerja Aku akan menjemputmu dan mengantarmu ke rumah." Kata Niko dari seberang telepon langsung di iyakan oleh Melinda.


Dan seperti kejadian di masa lalu, baru saja ponsel Itu dimatikan Ketika pesan dari Cynthia kembali masuk ke ponselnya untuk mengajaknya makan siang bersama.


'Hah,,, Aku tidak akan membuang-buang waktuku bersama dengan perempuan ini lagi!!!' ucap Melinda dalam hati sembari dengan perasaan kesalnya dia mengabaikan pesan itu lalu dia masuk eh salah satu bilik toilet untuk duduk menenangkan diri beberapa menit sebelum kembali bekerja.


Sementara itu, di ruang kerja di mana semua orang sedang tenang bekerja, maka Seto yang duduk di samping meja kerja Melinda tiba-tiba saja menggeser kursinya ke komputer Melinda.


'Perempuan ini sudah menyakiti Chintya, dan kemarin bahkan Sintia menangis tersedu-sedu hanya karena mengingat kelakuan Melinda. Tapi karena Cynthia tidak mau membalasnya maka Biar aku saja yang mewakilinya.' ucap pria itu dalam hati memegang mouse milik Melinda lalu melakukan beberapa pekerjaan di komputer Melinda sebelum kembali ke komputernya.


Seto yang mendengar itu langsung tersenyum pada Melinda dan menunjukkan sebuah stabilo yang ia ambil dari meja Melinda.


"Aku meminjam ini," ucap pria itu langsung diangguki oleh Melinda, karena dia tidak terlalu memperdulikannya.


Setelah itu, Melinda duduk di kursi kerjanya dan kembali mengerjakan berkas terakhir yang diberikan padanya untuk ia kerjakan.

__ADS_1


Setelah 1 jam, lalu kemudian manajer berkata, "sekarang print file yang kemarin ku kirimkan, kita akan mengadakan rapat dalam 15 menit lagi. Jangan lupa, tambahkan ini," ucap Dilan memberikan selembar kertas pada Karina.


"Baik Manager," jawab Karina mengambil berkas itu lalu dia mengikutkan pandangannya pada manajernya yang berjalan pergi meninggalkan mereka.


'Hah,,' perempuan itu bernafas lega dalam hati karena dia selalu gugup setiap kali rapat akan dimulai, karena jika ada sedikitpun kesalahan, maka mereka biasanya akan mendapat amukan besar dari manajer mereka.


"Perasaanku tidak enak dengan rapat kali ini." Kata Angga sembari merenggangkan tubuhnya yang terasa begitu kaku setelah duduk dalam satu posisi sepanjang hari.


"Aku juga, setiap kali ada rapat pasti selalu saja ada hal yang membuat manajer menjadi marah." Ucap Seto sembari menghela nafas lalu pria itu kemudian membenturkan kepalanya di atas meja untuk beristirahat beberapa menit.


Sementara Karina, perempuan itu melihat Melinda dan berkata, "file yang kita bagi untuk kita kerjakan itu, Apakah kau sudah menyelesaikannya?"


Pertanyaan Karina langsung diangguki oleh Melinda, "sudah, aku akan mengirimkannya padamu." Ucap Melinda sembari menggerakkan mouse nya untuk mencari berkas yang ada di dalam komputernya.


Tetapi beberapa waktu dia mencari, perempuan itu tidak menemukan berkas yang sudah ia simpan dengan baik jadi dia mengerutkan keningnya dan berusaha untuk bersikap tenang sembari mencari file tersebut.

__ADS_1


__ADS_2