Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
81.


__ADS_3

Vivin sedang memasak di dapur bersama dengan banyak pelayan ketika tiba-tiba saja beberapa orang pria datang menghampiri mereka.


Perempuan itu langsung menatap tiga pria berjas hitam itu dengan bingung dan berkata, "Apakah ada yang kalian butuhkan?"


Ketiga pria itu tidak menjawab, tetapi salah satu pria yang berdiri di tengah langsung memberi kode pada kedua anak buahnya agar menyeret perempuan itu dari dalam rumah.


Maka dengan segera kedua pria itu mengapit Vivin di sebelah kiri dan kanannya lalu menyeretnya keluar dari rumah dengan Vivin yang terus memberontak.


Dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh pria itu karena dia adalah calon Nyonya di rumah itu tetapi sekarang malah diperlakukan seperti seorang penjahat.


"Apa yang kalian lakukan? Cepat lepaskan aku atau nanti aku akan melaporkan kalian pada tuan besar kalian agar dia menghukum kalian dengan berat!!!" Teriak perempuan itu sembari terus meronta-rontah berharap supaya bisa terbebas dari kedua orang yang menariknya keluar dari rumah tersebut.


Namun ketika orang yang membawanya sama sekali tidak bergeming dan mereka hanya melakukan tugas mereka sampai akhirnya mereka tiba di depan gerbang rumah lalu mendorong perempuan itu keluar hingga terjatuh ke tanah.


"Pergi dari sini dan jangan kembali lagi!!!" Teriak salah satu orang yang melemparnya keluar lalu mereka kembali masuk ke dalam rumah dan menutup gerbang.


Para pelayan terkejut melihat hal itu, karena mereka sudah melihat bagaimana tuan besar sangat memperlakukan perempuan itu dengan baik.


Pelayan-pelayan yang ada di kediaman itu juga merasa sangat senang terhadap Vivin, karena perempuan itu memperlakukan mereka dengan sangat baik dan sering memberi mereka hadiah, meski sebenarnya hal itu dilakukan oleh Vivin hanya untuk menciptakan kesan baik di depan semua orang.


"Sial!!!" Vivin menggerutu ketika dia meninggalkan kediaman itu, sebab Dia tidak memiliki sepeserpun uang dan juga tas dan ponselnya tertinggal di dalam kediaman itu, karena dia sama sekali tidak diberi kesempatan untuk mengambil semuanya.

__ADS_1


Tetapi perempuan itu berinisiatif mencari taksi untuk mengantarnya kekediaman anaknya agar dia sendiri bisa menghubungi Ruben untuk meminta kejelasan


Sementara itu, di kediaman yang ditinggalkan oleh Vivin, ketika sebuah mobil tiba di kediaman itu semua pelayan ingin mengatakan hal tersebut pada Tuan besar mereka, namun saat melihat tuan muda mereka dan seorang perempuan juga keluar dari mobil maka mereka tidak ingin merusak suasana.


"Selamat datang tuan muda dan Nona," para pelayan yang menyambut langsung memberi salam pada Dilan dan Melinda yang berjalan masuk ke kediaman tersebut.


Sementara di belakang, Ruben merasa sangat aneh karena tidak mendapati Vivin keluar untuk menyambut mereka.


Jadi pria itu menghentikan langkahnya dan menatap para pelayan sambil bertanya, katanya, "di mana Vivin?"


Para pelayan yang mendengar pertanyaan itu langsung gugup di tempat mereka, namun seorang kepala pelayan kemudian memberanikan dirinya untuk menjawab.


"Beberapa waktu yang lalu dia diseret oleh tiga orang pengawal dari dalam kediaman dan diusir dari rumah ini." Ucap kepala pelayan itu sangat membuat Ruben menjadi terkejut.


Kepala pelayan yang ada di sana kemudian berkata, "itu adalah ketiga pengawal yang sering bersama dengan tuan muda saat tuan muda masih tinggal di rumah ini."


Ucapan pelayan itu sangat membuat Ruben terkejut, Jadi sembari dia menelpon Vivin pria itu juga memasuki rumah dan melihat bahwa lantai 1 telah kosong dan sepertinya Dilan bersama dengan Melinda pergi ke kamar di lantai 2.


Pria itu kemudian naik ke lantai 2, tetapi dipertengahan tangga dia mendengar nada dering telepon genggam milik Vivin yang ternyata ponsel dan tasnya tertinggal di sofa.


'Apa yang dilakukan oleh Dilan?!!' gaeam pria itu dalam hati merasa begitu marah dan kecewa pada putranya yang sudah bertindak semena-mena terhadap perempuan yang ia cintai.

__ADS_1


Jadi dengan segera Ruben melangkahkan kakinya ke lantai atas untuk pergi ke kamar putranya.


Tok tok tok...


Pria itu mengetuk pintu kamar Dilan lalu yang membuka pintu ialah Melinda.


"Apakah Dilan bersamamu? Katakan padanya untuk menemuiku sebentar di ruang kerja ku," ucap Ruben menahan amarahnya di depan Melinda sebab pria itu tidak ingin Melinda menjadi ketakutan dan meninggalkan putranya.


Karena bagaimanapun, sedari dulu putranya tak pernah bisa membuka hati untuk perempuan, jadi pria itu merasa sangat takut kalau nanti pria itu tidak ingin menikah sehingga tidak ada keturunan yang akan melanjutkan keluarga mereka.


"Baik Ayah," jawab Melinda sembari tersenyum lalu dia menutup pintu dan pergi mengetuk pintu kamar mandi di mana Dilan sedang berada di ruangan itu.


Tok tok tok...


"Ayahmu memintaku memberitahumu agar kau pergi menemuinya di ruang kerjanya," ucap perempuan itu.


"Baiklah," jawab Dilan mempercepat acara cuci mukanya, lalu pria itu mengeringkan wajahnya dengan handuk dan keluar kamar mendapati Melinda sedang melihat-lihat buku koleksinya di kamar itu.


"Aku akan segera kembali," ucap Dilan langsung dianguki oleh Melinda lalu Melinda membiarkan pria itu meninggalkan kamar, sementara dia duduk di kursi sembari membaca sebuah buku catatan harian milik Dilan yang ia dapatkan di salah satu rak.


@info.

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.


__ADS_2