
Melinda yang ditinggalkan sendirian di dalam kamar Dilan, kini sedang membaca buku catatan harian yang ia dapatkan, dan ternyata itu adalah buku catatan harian Dilan ketika pria itu masih SMA.
Yang lebih membuatnya terkejut ialah semua hal yang dibicarakan Dilan pada buku catatan itu ialah tentang dirinya.
Pria itu menceritakan bagaimana ketika di kelas Lalu dia melihat Melinda yang tampak begitu cantik dengan kacamata baru yang baru diganti Melinda pada hari itu.
Juga beberapa hal tentang pelajaran olahraga di mana Dilan menceritakan bahwa keringat Melinda yang bercucuran membuat kulit perempuan itu menjadi tampak bersinar.
"Aku tidak mengerti Bagaimana pria tampan yang menjadi idola sekolah dulu ini ternyata malah mengagumi seorang perempuan culun? Ternyata itulah alasannya selama dia bersekolah tidak pernah ada satupun perempuan yang berhasil memikat hatinya, karena semuanya sudah diberikan pada perempuan culun yang tak lain adalah aku!" Ucap Melinda sembari membolak-balik buku catatan itu lalu dia menemukan catatan tentang hal yang membuat Dilan jatuh cinta padanya.
*Hari ini aku bertengkar dengan ayahku, jadi aku keluar rumah tanpa tahu tujuanku ke mana, dan tanpa membawa ponsel maupun sepeser uang di sakuku.
*Tapi siapa sangka ternyata hari itu turun hujan yang sangat deras membuatku harus berteduh di sebuah swalayan dan aku merasa sangat lapar hingga aku menatap beberapa orang yang keluar sembari membawa makanan di kantong belanjaan mereka.
*Semua orang memiliki payung, tetapi aku tidak memiliki payung untuk meninggalkan tempat itu, dan juga tidak memiliki uang untuk mendapatkan minuman hangat di tempat itu.
*Jadi aku duduk di depan swalayan sampai malam, lalu seorang perempuan tiba-tiba saja datang menghampiriku. Ternyata dia adalah teman sekelasku yang selalu menjadi perempuan paling pendiam.
*Dia tersenyum begitu cantik ke arahku dan menyerahkan sebuah bungkusan padaku yang ternyata berisi payung, sepotong roti dan juga minuman hangat.
*Setelah itu dia tidak mengatakan apapun dan hanya berjalan pergi meninggalkanku seolah dia tidak berani berbicara padaku. setelah kembali ke rumah, aku terus teringat perempuan itu dan aku menyadari bahwa jantungku terus berdegup setiap kali aku mengingat senyumnya.*
__ADS_1
Setelah membaca catatan itu, Melinda menutup catatannya dan duduk di sana dengan wajah terbengong.
"Aku tidak mengingat kejadian ini, kapan aku pergi ke swalayan dan memberinya payung, saya potong roti dan juga minuman hangat?" Ucap perempuan itu bertepatan dengan Dilan yang masuk ke kamar dan diam-diam menghampiri Melinda lalu memeluk perempuan itu dari belakang.
"Kau tidak ingat?" Tanya pria itu langsung mengejutkan Melinda hingga Dia kemudian menatap Dilan dengan bingung.
"Aku tidak ingat sama sekali, Mungkinkah kau menemui perempuan yang lain?" Tanya Melinda yang sedikitpun dalam ingatannya dia tidak mengingat kejadian itu.
"Benarkah?" Tanya Dilan kemudian mengambil salah satu kursi lalu duduk di samping Melinda sembari mendapatkan sebuah laptop dan menyalakan laptop miliknya ketika dia masih SMA.
Betapa terkejutnya Melinda ketika dia melihat wallpaper laptop itu adalah fotonya dengan Dilan yang telah diedit bersama.
"Karena aku terus memikirkan kejadian hari itu, jadi beberapa minggu setelahnya aku putuskan pergi ke supermarket itu dan mengambil rekamannya. Aku membayar satu juta untuk rekaman selama 10 menit ini." Ucap Dilan memutar rekamannya langsung membuat Melinda terkejut karena itu benar-benar wajahnya ketika SMA saat dia memasuki supermarket lalu buru-buru mengambil beberapa barang.
Setelah itu, Melinda hendak keluar ketika dia menoleh ke samping dan melihat seorang pria duduk di teras sembari memeluk lutut dan terlihat begitu sedih.
Perempuan itu kemudian kembali masuk ke dalam swalayan dan mengambil beberapa barang lalu membayar nya.
Setelah itu Melinda keluar dan menemui Dilan memberikan kantongan berisi belanjaannya lalu perempuan itu pergi meninggalkan Dilan.
Setelah itu video tersebut menghitam membuat Melinda kembali menekan tombol putar.
__ADS_1
"Kau benar-benar tak yakin?" Tanya Dilan memperhatikan ekspresi Melinda.
Melinda menghela nafas, "Bukan begitu, aku hanya sedang bingung saja, mengapa aku tidak mengingatnya." Ucap Melinda.
"Hah... Aku merasa sangat sedih karena kau tidak mengingatnya." Ucap Dilan dengan suara yang begitu sedih.
Hal itu membuat Melinda menjadi merasa gemas pada pria di sampingnya lalu dia memeluk ria itu dengan hangat.
"Jangan khawatir, aku akan coba mengingatnya." Ucap Melinda meyakinkan Dilan.
Melihat ekspresi Melinda yang benar-benar terlihat seperti kebingungan melihat rekaman itu maka Dilan mengusap kepala perempuan itu berusaha menenangkannya.
"Apakah sebelumnya Kau pernah mengalami kecelakaan atau terjatuh hingga kepalamu terbentur? Makanya kau tidak mengingat beberapa momen?" Tanya Dilan yang merasa curiga sebab kejadian itu benar-benar jelas, tapi mana mungkin Melinda tidak mengingatnya?
"Ahh,," Melinda langsung teringat sesuatu jadi dia menatap Dilan dengan sangat menyesal, "aku memang pernah jatuh dari tangga ketika awal perkuliahan, Tapi aku tidak tahu kalau beberapa ingatanku menghilang. Karena setelah aku bangun dari pingsan ku selama beberapa jam, aku merasa baik-baik saja." Ucap Melinda.
"Ya sudah,, Kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk mengingat semuanya." Ucap Dilan langsung diangguki oleh Melinda.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.
__ADS_1