Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
77.


__ADS_3

Melinda menikmati kencan pertamanya bersama dengan Dilan, kedua orang itu berjalan-jalan di pulau dan berakhir tidur kelelahan setelah mereka makan malam.


Keesokan harinya, ponsel Melinda berdering dengan nama penelepon ialah Chintya.


Maka perempuan itu mengerutkan keningnya sembari mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan itu.


"Halo," ucap Melinda pada orang di seberang telepon dengan rasa penasaran menggerogoti seluruh tubuhnya, karena dia penasaran dengan apa yang terjadi setelah foto dan video Chintya yang bersama dengan Niko tersebar di acara pernikahannya.


Mungkinkah perempuan itu akan sangat malu ataukah kini sedang tertekan karena banyak orang yang menggosipkannya sebagai seorang pelakor.

__ADS_1


Tetapi, betapa terkejutnya Melinda ketika orang di seberang telepon begitu senang dan malah berkata, "Melinda, Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja setelah pernikahanmu yang gagal 'kan?


"Saat ini aku sedang berada di rumah Niko bersama dengan kedua orang tuanya, dan mulai sekarang kau tidak perlu mengkhawatirkan mereka semua karena aku yang akan menjaga mereka.


"Ahh, satu lagi, Kau harus tahu kalau saat ini aku sedang mengandung anak Niko jadi aku rasa meskipun kau sangat terpuruk, kau tidak boleh memikirkan untuk kembali bersama dengan Niko, Karena dia sudah menjadi milikku.


"Tapi aku sangat minta maaf padamu, karena sebenarnya bukan kemauanku juga untuk merebut kekasih sahabatku, tetapi aku tidak punya pilihan lain sebab Niko memang sangat mencintaiku." Ucap Chintya dengan suara yang penuh bahagia seakan akan perempuan itu sama sekali tidak malu dengan apa yang telah ia lakukan.


Hal itu membuat Melinda terkekeh, "he he,, kalau begitu, selamat menikmati penderitaanmu, Dan aku harap kau tidak berbohong tentang kehamilanmu, karena mungkin saja kau akan menjadi orang kedua yang gagal menikah jika kau berbohong tentang kehamilanmu.

__ADS_1


"Tapi kau tenang saja, meskipun kau akan gagal menikah, maka aku akan tetap membuat kalian berdua menikah, karena aku sangat berharap kalian berdua bisa hidup menderita setelah pernikahan kalian." Ucap Melinda langsung membuat perempuan di seberang telepon merasa begitu aneh dengan Melinda.


Bukannya perempuan itu terpuruk kecewa dan ingin mati saja setelah pernikahannya kacau, malah sekarang terdengar bahwa suaranya baik-baik saja, dan terlebih, saat ini Melinda sedang melontarkan kata-kata jahat dari mulutnya, sama sekali tidak sesuai dengan Melinda yang selama ini dikenal oleh Chintya.


Tetapi, baru saja perempuan itu ingin mengatakan sesuatu ketika suara seorang pria dari seberang telepon malah mengejutkannya.


"Sayangku," ucap Dilan memeluk Melinda dari belakang sebab Dia sudah mendengar percakapan perempuan itu dengan orang di seberang telepon, dan dia berpikir bahwa dia harus menunjukkan pada orang di seberang telepon bahwa saat itu Melinda juga sudah sangat bahagia dengan seorang pria yang lain.


"Ahh, kau sudah bangun? Aku sedang menelpon sekarang, tapi aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita. Aku juga sudah menyiapkan air hangat untukmu mandi jadi pergilah mandi lalu temui aku di meja makan." Ucap Melinda dengan tangan yang memegang erat ponsel di telinganya karena dia jelas tahu bahwa perempuan di seberang telepon pasti sedang terkejut mendengar seorang pria sedang bersamanya.

__ADS_1


"Baiklah," ucap Dilan sembari tersenyum, lalu mendaratkan sebuah ciuman di pipi Melinda yang mana ciuman itu disengaja membuat suara yang keras supaya orang di seberang telepon bisa mendengar bahwa dia dan Melinda sedang berciuman.


Cup!!


__ADS_2