
Brrruuummm.....
Mobil yang dikendarai Dilan melaju di jalanan dengan dua orang yang duduk tenang meski jantung mereka tidak tenang karena mereka kembali bersama.
Setelah beberapa menit akhirnya mobil itu tiba di sebuah bar lalu keduanya turun dan memasuki bar.
Bar itu belum terlalu ramai karena malam belum terlalu larut jadi mereka masih berjalan dengan tenang memasuki bar itu dan melihat bar itu masih agak sepi.
"Itu, duduklah di sini sebentar, biar aku yang mencari pelayannya." Ucap Dilan langsung membuat Melinda mengerutkan keningnya.
"Ah,, Bukankah manajer bilang kalau manajer tidak tahu pelayan mana yang harus manager cari? Kalau saya duduk di sini nanti manajer akan kesulitan untuk mencari pelayan itu." Ucap Melinda langsung membuat Dilan menahan tawanya.
"Tidak apa, aku mengenal seorang di tempat ini, jadi mungkin dia bisa membantu, Tapi nanti kalau aku kesulitan Aku akan kembali menemuimu dan meminta tolong padamu untuk melihat pelayannya. Duduklah di sini dan pesan segelas minuman." Kata Dilan tanpa menunggu jawaban dari Melinda lalu pria itu bergegas meninggalkan Melinda.
Melinda yang melihat itu hanya bisa menggaruk belakang telinganya dan menatap ke seorang bartender yang ada di depannya.
__ADS_1
"Itu, aku pesan air putih." Kata Melinda langsung membuat sang bartender tercengang di tempatnya karena baru pertama kali ini ada orang yang datang ke bar untuk memesan air putih.
"Maaf Nona, tapi di sini kami tidak menjual air putih. Kami hanya memiliki minuman-minuman ini," kata Sang bartender sembari menunjuk minuman yang di pajang di rak.
"Ahh,,, Apakah minuman itu membuat kita jadi mabuk?" Tanya Melinda yang tidak mau bernasib seperti Dilan ketika dia melihat pria itu mabuk dan malah mengatakan semua rahasianya.
Dan sangat memalukan Jika dia mabuk dan merepotkan pria itu, bahkan mengatakan segala unilek-uneknya pada pria itu.
"Ahh, Nona Tenang saja, minum satu gelas tidak akan membuat Nona jadi mabuk. Justru satu gelas akan membuat Nona merasa tenang dan semua beban pikiran Nona setelah lelah bekerja seharian akan langsung menghilang." Kata Sang bartender sembari mengukir senyum memikatnya.
Jadi Melinda dengan mata berbinar-binar berkata, "akhir-akhir ini Aku Memang agak stress karena pekerjaan yang begitu banyak, jadi bisakah kau meracik kombinasikan minuman yang terbaik yang bisa aku minum?"
"Tentu!!! Nona Tunggu sebentar, biar saya meracikkan minuman yang cocok untuk Nona." Ucapkan bartender lalu pria itu segera meracik minuman yang cocok untuk orang yang baru pertama kali minum.
"Silahkan di coba," kata Sang bartender memberikan segelas minuman pada Melinda langsung membuat Melinda mengganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Ini pertama kalinya aku minum-minuman seperti ini," ucap Melinda sembari tersenyum kikuk, lalu dia mengambil gelas minuman itu dan mencobanya.
"Hm,,," Melinda sedikit mengerutkan keningnya lalu dia memperhatikan minuman di gelasnya.
"Rasanya agak aneh," komentar Melinda langsung membuat sang bar tender tersenyum menatap perempuan itu.
Benar-benar perempuan yang sangat polos!!!
"Kalau pertama kali mencoba memang seperti itu, tapi kalau Nona menenguk beberapa kali lagi, nanti Nona akan terbiasa dan malah merasa bahwa rasanya sangat enak." Jelas sang bartender langsung diangguki oleh Melinda, jadi perempuan itu berusaha menikmati minumannya sembari memperhatikan suasana sekitar di mana sudah banyak orang yang datang ke tempat itu.
'Hah,, tempat seperti ini memang tidak layak aku kunjungi,' ucap Melinda dalam hati ketika dia melihat para perempuan-perempuan yang ada di sana begitu percaya diri memperlihatkan bagian-bagian yang tidak seharusnya diperlihatkan secara terang-terangan.
Jadi dia memalingkan wajahnya dari pemandangan-pemandangan itu dan kembali meneguk minumannya.
Perempuan itu tanpa sadar akhirnya menghabiskan satu gelas dan Dia merasa bahwa tidak buruk mendapatkan satu gelas lagi.
__ADS_1
"Tolong beri aku satu gelas lagi," Kata Melinda langsung membuat sang bar tender tersenyum lalu pria itu kembali meracikkan minuman untuk Melinda.