Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
51.


__ADS_3

Karena Melinda yang mabuk terus membuat ulah hingga Dilan tidak bisa menyetir, maka pria itu terpaksa memanggil supir pengganti untuk membawa mobil mereka, lalu kedua orang itu duduk di kursi penumpang belakang dengan Dilan yang menahan perempuan yang terus memberontak ingin menyetir mobil.


Bruuuummmm.....


Mobil melaju di jalanan yang sudah mulai sepi karena saat itu sudah hampir tengah malam.


Lalu ponsel Melinda yang diletakkan dalam tas tiba-tiba saja bergetar.


Tetapi, Dilan sama sekali tidak punya kesempatan untuk mengambilnya karena dia sibuk menenangkan perempuan yang sedari tadi meronta-ronta ingin menyupiri mobil.


"Biar aku yang bermain!!!! Kita akan menang kalau aku yang mengendara!!!" Teriak Melinda.


"Diamlah, kita sudah hampir sampai di rumahmu." Kata Dilan berharap bisa menenangkan perempuan yang meronta-ronta itu, tetapi kata-katanya sama sekali tidak didengarkan oleh memindah karena perempuan itu terus saja sibuk memberontakan.

__ADS_1


"Biarkan aku,, biar aku yang mengendarai mobil, kita pasti akan menang!!!" Dari perempuan itu dengan sangat keras membuat Dilan maupun sang supir pengganti yang ada di dalam mobil merasa bahwa alkohol merupakan minuman yang paling buruk untuk seorang perempuan.


Dan akhirnya, mereka mulai mendekat ke kediaman Melinda, tetapi ketika Dilan melihat di mall depanmu kediaman tersebut terparkir sebuah mobil yang tak lain adalah mobil milik Niko, maka pria itu langsung menggertakan giginya.


"Tolong hentikan mobilnya Di sini," ucap Dilan langsung membuat sang sopir menghentikan kendaraannya dan memarkir mobil dengan baik.


Setelah berhenti beberapa saat Dilan memperhatikan pria yang berada di depan kediaman Melinda, Niko disana sembari bolak-balik menggenggam ponsel di telinganya.


'Hah,,, apa sebaiknya aku bawa dia saja dia ke apartemenku?' pikir Dilan dalam hati memandangi perempuan yang kini sudah terlelap di sampingnya.


"Tolong putar balik." Ucap Dilan yang merasa tak sanggup jika Niko sampai melihat keadaan Melinda.


"Baik Tuan," Jawab sang sopir lalu dia memutar balik kendaraan dan berkendara sesuai perintah Dilan menuju apartemen pria itu.

__ADS_1


Ketika mereka tiba di apartemen, Dilan membaringkan Melinda di kamarnya, lalu pria itu memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum dia pergi ke sofa untuk tidur di sana.


Pada pagi hari, Melinda mengerjapkan matanya dan Dia merasa bahwa kepalanya sangat berat dan terasa begitu pusing.


"Kau sudah bangun," ucap Dilan yang memasuki kamar, lalu pria itu menghampiri Melinda dan meletakkan minuman pereda mabuk yang ia bawa.


"Bangun dan minumlah ini," ucap pria itu tanpa dijawab oleh Melinda, karena perempuan itu sedang sibuk memijat keningnya yang terasa begitu pusing.


Setelah beberapa saat, Melinda akhirnya bangun dan melihat bahwa dia kembali tidur di kamar milik manajernya, tetapi perempuan itu tidak terlalu menghiraukannya dan hanya mengambil minuman yang dibawa oleh Dilan.


Setelah meminum minuman yang diberikan di Dilan, perempuan itu kemudian keluar dari kamar dan mendapati Dilan baru saja selesai membuat sarapan.


"Selamat pagi, apa kau baik-baik saja?" Tanya Dilan ketika dia melihat perempuan yang tampak lesu berjalan ke arah meja makan.

__ADS_1


"Maaf, kemarin sepertinya saya terlalu banyak minum. Tapi kemarin malam saya tidak menyusahkan manajer bukan?" Tanya Melinda sembari duduk di salah satu kursi dengan tangan perempuan itu masih berusaha memijat kepalanya yang terasa sakit.


__ADS_2