
"Jangan pergi,,, Aku tidak mau kau kembali lagi tersakiti seperti di masa lalu. Aku tidak mau melihatmu sendirian di rumah sakit yang dingin sementara suamimu pergi berselingkuh bersama perempuan lain. Aku tidak mau melihatmu diusir dari rumahmu sendiri bersama dengan anakmu,, Tolong jangan pergi, tolong jangan pergi bersama pria itu!!!! Jangan menikah dengannya!!!" Ucap Dilan dengan nafas tersengal dengan air mata pria itu merembes di pipinya.
🐾🐾🐾
Hal itu membuat Melinda sangat terkejut dan tangannya gemetar terulur menyentuh wajah pria itu dan menghapus air matanya.
"Bagaimana kau tahu? Bagaimana kau tahu tentang semua itu?" Tanya Melinda yang kini tak percaya bahwa Dilan mengetahui masa lalunya di mana dia menikah dan diusir dari rumahnya sendiri bersama dengan anaknya ketika dia mengetahui suaminya telah berselingkuh.
Bahkan pria itu tahu bahwa dia sendirian di rumah sakit, sementara di luar sana suaminya sedang bersama dengan selingkuhannya.
"Itu,, dari mana kau mengetahuinya?" Tanya Melinda kini memperhatikan pria yang sedang menangis di depannya.
Dalam keadaan mabuk, Dilan tidak bisa menghentikan air matanya keluar, tetapi pria itu masih bisa mengontrol tangannya agar tetap memeluk Melinda dengan erat.
__ADS_1
"Aku tahu segalanya tentangmu karena aku mencintaimu, baik di kehidupan sebelumnya maupun di saat ini." Ucap Dilan lalu dia menundukkan kepalanya bersandar di bahu Melinda yang telah duduk di pangkuannya.
"A,, apa?" Melinda sangat terkejut hingga perempuan itu tertegun di tempatnya.
Perempuan itu membutuhkan waktu yang lama untuk tersadar dari rasa terkejutnya sampai akhirnya dia mendengar suara Dilan mendengkur lalu perempuan itu mendorong Dilan dan melepaskan pelukan pria itu padanya.
Melinda kemudian berpindah ke kursi kemudi dan duduk di sana sembari tertegun di tempatnya memikirkan apa yang baru saja terdengar dari mulut Dilan.
Setelah beberapa saat dia menoleh pada pria yang sudah tertidur lelap di kursi penumpang, lalu dia kemudian kembali membuka dompet pria itu dan melihat foto miliknya yang diletakkan di dalam dompet itu.
'Dia menaruh fotoku di dalam dompetnya, dan dia bilang dia menyukai mataku, dia bilang dia tidak mau mimpinya berakhir agar dia tetap bersama denganku. Itu artinya???' Melinda bisa merasakan jantungnya terus berdegup kencang dan hatinya berdesir hangat memikirkan semua ucapan Dilan.
Namun, Dia belum terlalu banyak berpikir ketika tiba-tiba saja di hadapannya muncul dua orang yang sama-sama mabuk dan berjalan bersama sembari sekali saling berciuman.
__ADS_1
Kedua orang itu ialah Cynthia dan Seto yang tampak saling merangkul satu sama lain dan sangat mesra.
"Pikirkan masalah manajer nanti saja, sekarang aku harus mengambil bukti ini!!!" Ucap Melinda segera mengeluarkan ponselnya, lalu dia memotret beberapa kali kedua orang yang tengah bermesraan di tempat parkir.
'Suatu saat aku akan membutuhkan ini, aku akan menghancurkan pernikahan mereka sama seperti ketika mereka menghancurkan pernikahanku!! Pernikahan yang kuimpikan itu hancur berantakan semua karena Niko dan Cynthia yang sudah menipuku habis-habisan!!!' geram Melinda dalam hati merasa sangat marah, Lalu setelah itu dia menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobil itu ke arah dua orang itu.
Brrruuummm.....!!!
Ciiittt!!!!!
Tepat ketika mobil hendak mengenai dua orang itu Melinda menginjak remnya hingga hanya membuat kedua orang itu terjatuh saja karena terkejut.
"Hei....! Siapa kau?!!! Beraninya hendak menabrak kami?!!!" Teriak Seto segera bangkit lalu dengan langkah yang tidak stabil mendekati mobil Melinda, tetapi melindas segera memundurkan mobilnya dan dengan cepat memutar mobil itu meninggalkan dua orang yang terlihat marah padanya.
__ADS_1