
Penuh dengan kemarahan meninggalkan rumah, dan merasa kesal karena ternyata hari itu mobilnya juga tidak ada bensin dan hanya cukup untuk pergi ke Pertamina semakin membuat Cynthia menjadi meraung-raung dengan kesal.
Padahal, dia berencana pergi ke restoran untuk mendapatkan kembali dompetnya dan semua barang-barangnya yang tertinggal di sana.
Meski dia yakin ponselnya tidak akan dikembalikan lagi karena akan disita, tetapi paling tidak dia masih punya beberapa uang dalam tabungan dan dia harus memanfaatkan uang itu dengan sebaik-baiknya meski jumlahnya mungkin tidak cukup satu juta.
Maka perempuan itu menggertakkan giginya meninggalkan mobilnya lalu dia kemudian menyetop sebuah taksi untuk mengantarnya ke restoran.
Begitu tiba di restoran, betapa terkejutnya perempuan itu saat dia melihat Niko juga ternyata datang ke restoran itu untuk melakukan rapat bersama seorang klien nya.
"Sial!!! Ternyata dia akan datang kemari, tapi bisa-bisanya dia tidak memberiku tumpangan?!" Geram Cynthia merasa Ahmad kesal dia hendak pergi memarahi pria itu, tetapi karena kakinya sakit jadi dia tidak bisa mengejar Niko yang telah masuk bersama kliennya ke dalam restoran.
Oleh sebab itu, dia hanya bisa mengeluh dalam hati sembari melangkah menghampiri salah seorang pelayan restoran yang merupakan rekan kerjanya.
"Astaga, Bagaimana bisa kau terluka seperti ini?" Tanya perempuan itu yang merasa agak kasihan pada Cynthia yang terlihat begitu malang, dan terlebih dia sudah mendengar bahwa perempuan itu harus membayar denda dalam jumlah yang sangat besar atas kekacauan yang telah ditimbulkan oleh seseorang yang merupakan kenalannya.
"Hm,, ini sangat buruk, tapi aku baik-baik saja. Dapatkah kau mengambilkan ponsel dan tasku yang tertinggal kemarin?" Tanya Sintia langsung diangkuti oleh perempuan itu lalu dia segera pergi ke loker dan mengambil tas yang tertinggal di sana meski sudah tidak ada lagi ponsel milik sintia.
__ADS_1
Setelah kembali menemui Sintia ia kemudian menyerahkan tas itu dan berkata, "ponselmu sudah disita oleh Bos, Jadi kau tidak bisa mendapatkannya lagi. Oh ya, kemarin juga bos mengatakan pada kami kalau kau hanya diberi waktu 2
Minggu untuk membayar semua denda yang diberikan pada mu. Kalau kau tidak bisa membawa uangnya dalam waktu 2 minggu, maka kau akan dibawa ke pengadilan."
Ucapan perempuan di depannya sangat membuat Chintya terkejut. Tetapi dia tentu saja tidak bisa melakukan apapun hingga perempuan itu meninggalkan restoran dengan perasaan yang sangat kecewa.
Sementara itu, Niko yang sedang melakukan rapat dengan kliennya sedang berbicara dengan sangat serius membahas pekerjaan mereka sampai akhirnya mereka menemui kesepakatan.
Setelah mendapatkan kesepakatan, maka mereka kemudian berbincang-bincang dengan santai dan pria di depannya tak sengaja membahas tentang pernikahan Niko.
Tidak ada satupun orang yang mengetahui bahwa dia dan Chintya telah menikah selain Dia dan kedua orang tuanya.
Sementara orang tuanya, mereka tidak akan memiliki koneksi untuk berbicara dengan pria di depannya karena pria di depannya adalah seorang pengusaha yang lumayan sukses.
"Itu, Tuan mendapat informasi itu dari mana?" Tanya Niko yang merasa sangat penasaran tentang siapa yang sudah menyebarkan pernikahannya.
"Ah,, itu, foto-foto sertifikat pernikahanmu tersebar di internet, bahkan ada foto saat kau dan perempuan itu menandatangani sertifikat pernikahan kalian." Ucap pria di depan Niko sangat membuat Niko terkejut karena dia sama sekali tidak mengetahui adanya masalah tersebut.
__ADS_1
"Itu,, di internet?" Tanya Niko dengan bingung karena dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
Sang pria yang berbicara dengan Miko bisa melihat bahwa pria di depannya sangat terkejut dan juga bingung mendengar berita tersebut, Jadi dia langsung menyalakan ponselnya dan memperlihatkan sebuah akun anonim yang menyebarkan foto pernikahan Cynthia dan Niko.
Maka Niko mengambil ponsel pria yang bersamanya dan melihatnya dengan jelas, Ternyata bukan hanya pernikahannya dengan Cynthia yang diberitakan, Tetapi ada juga foto pernikahannya dengan Melinda yang hancur akibat foto perselingkuhan yang terbongkar di hari pernikahan itu.
"Itu,, aku hanya menyayangkan sekali atas apa yang menimpamu, tapi aku dengar istrimu itu memiliki sebuah restoran? Di mana restorannya?" Tanya sang pria yang merasa penasaran karena dia juga sangat penasaran dengan restoran yang menjadi milik perempuan pelakor itu.
Niko mengembalikan ponsel pria di depannya lalu dia berkata, "Jadi sebenarnya, bukan aku yang lebih dulu berselingkuh, tetapi mantan calon istriku yang kemarin itu sebenarnya lebih dulu berselingkuh dengan manajernya. Tapi itu bukanlah masalah, Karena sekarang kami sudah berpisah dan aku sudah menikah dengan seorang perempuan yang memiliki bisnis yang matang. Restoran milik istriku itu sebenarnya adalah restoran ini."
Pria di depan Niko yang mendengar ucapan Niko merasa sangat bingung karena restoran tempat mereka berada sekarang ialah restoran milik kakak sepupunya.
"Itu,, Apa kau bilang restoran xx ini adalah restoran istrimu?" Tanya pria itu langsung membuat Niko menganggukkan kepalanya dengan penuh percaya diri.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.
__ADS_1