
Begitu selesai membaca pesan dari grup, dia melihat grup yang khusus untuk karyawan dan mengetahui bahwa grup itu telah meledak dengan 1000 lebih pesan masuk karena semua orang yang membahas Melinda dan mempertanyakan tentang Melinda.
Maka Melinda dengan hati-hati Melinda meletakkan ponselnya sembari menggerutuki dirinya sendiri.
'Dasar aku bodoh sialan!!! Kenapa aku begitu bodoh melakukan hal seperti itu? Dan akan lebih lagi jika aku menghapus pesan itu!!!' ucap Melinda dalam hati yang kini merasa bahwa dirinya sebaiknya diterjunkan saja ke jurang abadi daripada berada di sana dengan rasa malu terhadap semua penduduk kantornya.
Bahkan ceo-nya sendiri, dia benar-benar tidak memiliki muka untuk menatap satupun orang di kantor mereka.
Jadi selama jam kerja yang masih tersisa, Melinda tidak bisa lagi untuk fokus bekerja, karena perempuan itu sibuk memikirkan reaksi orang-orang ketika dia bertemu dengan mereka.
Dilan yang duduk di kursinya bisa melihat keadaan Melinda, jadi pria itu dengan cepat membereskan barang-barangnya lalu dia menghampiri Melinda sambil berkata, "Mengapa kau belum membereskan barangmu?"
Pertanyaan yang tiba-tiba dari Dilan langsung membuat Melinda menatap pria itu dengan bingung, juga keempat orang yang ada di sana melihat ke arah kriya itu karena mereka penasaran dengan apa yang terjadi.
Setelah dia melihat wajah Melinda yang dipenuhi ekspresi penuh hanya, maka pria itu tersenyum sambil berkata, "Bukankah hari ini adalah kencan pertama kita?"
Ucapan pria itu langsung membuat Melinda menganga di tempatnya karena dia tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pria itu, namun dia belum sempat berbicara sepatah kata pun ketika Dilan dengan cepat mengambil tas miliknya lalu menariknya keluar dari kantor.
Empat orang yang ditinggalkan menatap mereka berdua, lalu beberapa detik kemudian mereka kembali bertatapan satu sama lain dan ruangan itu menjadi meledak.
__ADS_1
Bukan pekerjaan lagi yang ada di sana, tetapi acara bergosip 4 orang yang begitu antusias mengungkapkan pendapat mereka tentang hubungan kedua orang itu.
Sementara Melinda yang ditarik keluar, dia berdiri dalam lift sembari menoleh ke arah Dilan.
"Itu,, Sebenarnya aku salah kirim pesan itu. Harusnya aku mengirimnya secara pribadi dan bukannya--"
Ucapan Melinda terhenti ketika tiba-tiba saja Dilan dengan cepat memeluknya dan membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman hangat dari pria itu.
Beberapa detik Melinda terkejut, tetapi kemudian dia menikmati ciuman mereka dan membiarkan lift menjadi saksi ciuman pertama mereka yang dilakukan dalam keadaan sadar.
Ting!
Sudah malu sekali karena tidak sengaja mengungkapkan hubungannya di grup umum, dan sekarang ditambah malu lagi karena tidak sengaja ketahuan berciuman bersama dengan Dilan!!!
Jadi Melinda merasa bahwa wajahnya harus diganti sesegera mungkin, tetapi perempuan itu belum sadar sepenuhnya ketika Dilan dengan cepat menariknya keluar dari sana dengan tatapan semua orang menatap mereka.
"Aku rasa sebentar lagi mereka akan dipecat," ucap salah seorang pria, yang mana Dia adalah satu-satunya orang di perusahaan itu yang belum mengetahui pernyataan cinta di grup umum.
Tetapi beberapa orang yang di sana langsung menatap pria itu sambil berkata, "Bagaimana mungkin mereka akan dipecat, sedangkan CEO sendiri sudah menyetujui hubungan mereka dan bahkan mendukungnya."
__ADS_1
"Eh?" Sang pria begitu terkejut, "Apakah CEO juga ikut bergosip dengan orang-orang di kantor ini hingga dia mengetahuinya?" Tanya pria itu yang sama sekali tidak mengerti.
"Hah,,, periksalah ponselmu, apa gunanya memiliki ponsel jika tidak pernah diperiksa?"
"Tapi, aku rasa ucapan CEO di dalam grup itu bukan karena dia mendukung hubungan mereka. Tetapi lebih tepatnya itu seperti hinaan pada mereka berdua dan sebagai kode bahwa mereka berdua akan segera dipecat. Apalagi, setelah CEO berbicara manajer, Dilan mengirim pesan yang membalas ungkapan hati Melinda. Bukankah itu menggelikan???" Ucap salah seorang diantara mereka.
Beberapa diantara orang-orang itu mengganggu kan kepala mereka sembari melangkah memasuki lift.
Mereka kemudian bergosip di dalam lift sampai akhirnya mereka tiba di ruangan mereka dan melihat semua orang sudah mengabaikan pekerjaan dan kini sedang heboh tentang Restu CEO mereka terhadap sepasang kekasih di baru di perusahaan mereka.
Sementara itu, sepasang kekasih baru yang baru jadian hari itu, kini sudah berada di dalam mobil dengan Melinda yang memejamkan matanya sembari mengatur nafas dan detak jantungnya agar tetap berada di batas normal supaya tidak membunuhnya.
"Jadi ke mana aku akan membawamu untuk kencan pertama kita?" Tanya Dilan sembari menoleh ke arah perempuan yang wajahnya terlihat memerah Karena rasa malu yang masih memenuhi seluruh tubuhnya.
"Hah,, bisakah kau tidak mengatakan hal itu lagi? Aku merasa bahwa sekarang aku akan segera kehilangan pekerjaanku karena hal ceroboh yang kulakukan. Bagaimana bisa CEO kita membalas pesanku?!!" Ucap Melinda yang ingin menangis mengingat ucapan CEO di dalam grup mereka.
Tetapi Dilan yang mendengarnya, pria itu hanya tersenyum kecil, "bukan masalah besar, tetapi kau benar-benar serius mengatakan apa yang ada di grup itu 'kan? Jadi hubungan kita sekarang bukan hanya sekedar kekasih pura-pura tetapi adalah kekasih sungguhan?" Tanya Dilan dengan wajah pria itu begitu serius menatap Melinda.
"Iya," jawab Melinda dengan lesu karena dia benar-benar tidak tertarik untuk membicarakan masalah itu sekarang, karena saat ini pikirannya dipenuhi dengan kekacauan bahwa dirinya akan segera dipecat dan hutang-hutangnya yang menumpuk tidak akan bisa ia lunasi kecuali dengan menjual properti yang ditinggalkan oleh orang tuanya.
__ADS_1