Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
50.


__ADS_3

Tiba di mobil, Dilan sebenarnya ingin melepaskan perempuan itu, tetapi ketika dia hendak pergi dari kursi penumpang depan Melinda terus menahannya jadi pria itu tidak bisa mengabaikan Melinda.


Maka dengan cepat pria itu kembali lagi mencium perempuan itu dan bahkan sedikit menyentuh kulit di dalam gaun perempuan itu.


Namun ketika dia merasakan perempuan itu telah menangis maka bila menghentikan gerakan tangannya dan hanya membiarkan perempuan itu memeluknya dengan erat.


"Hiks,,, hiks,,,," tiba-tiba saja Melinda terisak dipelukan pria itu hingga membuat Dilan akhirnya berusaha menenangkan dirinya yang sebenarnya sangat ingin menyentuh perempuan itu.


"Huhu,,,, anakku!!!"


Buk! Buk! Buk!!!


Dilan hanya bisa memejamkan matanya dan menahan rasa sakitnya ketika tangan Melinda tiba-tiba saja memukulnya dengan keras.


"Hiks,, huhu,, aku ingin anakku kembali!!!" Teriak perempuan itu dengan air mata berderai di pipinya lalu kembali memeluk Dilan dengan erat.


"Berikan aku anak!!!" Ucap perempuan itu memasukkan tangannya ke dalam baju Dilan dan meraba otot-otot pria itu.


"Tubuh ini cocok untuk memberikan aku anak,,,, akan ku kembalikan anakku dengan tubuh ini!!!" Ucap perempuan itu tiba-tiba saja bersemangat lalu dengan pandangan aku tetapi tubuhnya dipenuhi semangat Melinda kembali mencium Dilan.


Bukan hanya mencium tangan perempuan itu berkeliaran dan terus menyentuh sabuk di pinggang Dilan.

__ADS_1


"Ng!" Dilan menahan tubuhnya ketika dia merasakan tangan perempuan itu benar-benar lincah melepaskan sabuk.


Mungkin karena sudah pengalaman di kehidupan sebelumnya, tetapi hal itu tidak bisa dibiarkan oleh Dilan, jadi dia dengan cepat mengulurkan tangannya memegang tangan perempuan itu dan membanting Melinda ke kursi lalu secara cepat memasang sabuk pengaman.


"Tidakk!! Jangan pergi!!!" Teriak Melinda merengek menahan pakaian Dilan dan memeluk lengan pria itu agar tidak meninggalkannya.


Dilan berhenti di tempatnya ketika dia hendak turun dari mobil dan melihat tangannya benar-benar dipeluk oleh perempuan itu dan kaki perempuan itu juga memeluk pahanya.


Glek!


"Kau akan menyesal kalau kau terus bersikap seperti ini." Ucap Dilan menatap perempuan yang kembali menangis di hadapannya.


"Hiks!!! Aku hanya butuh tubuhmu untuk mengembalikan anakku!!!!" Isak Melinda dengan keras.


Setelah beberapa saat, dia berkata, "mari membuat anaknya nanti saja ketika kita sudah tiba di rumah. Aku janji akan memberikan anak."


Mendengar itu, Melinda kembali mengangkat wajahnya menatap pria di depannya Lalu setelah dia melihat wajah meyakinkan pria itu maka dengan lemas dia melepaskan pelukannya pada tangan dan kaki Dilan lalu membiarkan pria itu pergi.


Dilan lalu berputar dan duduk di kursi kemudi, ia mulai menyalakan mesin mobilnya dan menatap ke samping di mana perempuan yang duduk di kursi kemudi sedang duduk dengan tenang.


'Apakah dia benar-benar memikirkan ucapanku dan benar-benar mendengarkanku?' ucap Dilan dalam hati sembari menghela nafas, tetapi dia kembali fokus pada mobilnya dan kemudian menjalankan mobil itu meninggalkan bar.

__ADS_1


Begitu mobil bergerak, Melinda langsung tersentak dan melihat jalanan yang terlihat aneh karena mereka semakin dekat tetapi tak pernah sampai.


"Apa ini?!! Apakah kita sedang bermain game?!!" Melinda tampak begitu bersemangat melihat ke depan, lalu dia melepas sabuk pengamannya dan menoleh ke samping melihat pria yang sedang menyetir.


"Biar aku saja!!!" Teriak perempuan itu langsung melompat ke paha Dilan dan duduk di sana menggoyang-goyang setirnya


Mobil berputar dengan cepat ke arah mobil lain yang terparkir di lahan parkir itu karena tarikan setir yang tiba-tiba dari Melinda.


Cit!!!!!!!


Nafas Dilan tersengal ketika mereka hampir saja menabrak mobil seandainya dia tidak dengan cepat menginjak pedal remnya.


"Hah!!! Kenapa berhenti?!! Ayo mulai lagi gamenya!!!" Teriak Melinda sembari memukul-mukul setir mobil karena dia tidak merasa puas saat dia kembali melihat dan keadaan sudah menjadi tenang.


Sikap Melinda benar-benar membuat pecah kening Dilan yang terasa begitu sakit karena ternyata menghadapi perempuan mabuk sangatlah sulit!!!


"Maikan!! Mainkan!! Mainkan gamenya lagi!!!" Teriak Melinda sembari memukul-mukul setir mobil dan menghentakan tubuhnya di paha Dilan membuat pria itu semakin tegang di kursi kemudinya.


Buruk!!


Buruk!!

__ADS_1


Buruk!!


__ADS_2