
Sementara Karina, perempuan itu melihat Melinda dan berkata, "file yang kita bagi untuk kita kerjakan itu, Apakah kau sudah menyelesaikannya?"
Pertanyaan Karina langsung diangkuki oleh Melinda, "sudah, aku akan mengirimkannya padamu." Ucap Melinda sembari menggerakkan bosnya untuk mencari berkas yang ada di dalam komputernya.
Tetapi beberapa waktu dia mencari, perempuan itu tidak menemukan berkas yang sudah ia simpan dengan baik jadi dia mengerutkan keningnya dan berusaha untuk bersikap tenang sembari mencari file tersebut.
🐾🐾🐾
Namun, se telah beberapa saat mencari, dia benar-benar tidak bisa menemukan file yang telah Ia buat.
'Astaga, bagaimana ini?' ucap perempuan itu dalam hati yang merasa begitu cemas karena dia pasti akan membuat manajernya menjadi sangat marah kalau dia tidak bisa menemukan file tersebut.
"Apa kau sudah mengirimnya?" Tanya Karina ketika dia merasa bahwa sudah terlalu lama ia menunggu kiriman file dari Melinda, tetapi file yang ia tunggu-tunggu itu belum juga masuk ke komputernya.
Melinda sangat panik, tetapi dia tetap berkata, "tunggu sebentar, sepertinya aku menyimpannya dengan nama yang lain."
__ADS_1
Seto yang mendengar ucapan Melinda dan melirik ke arah perempuan yang panik itu langsung tersenyum dalam hati.
'Dasar bodoh, tentu saja kau tidak akan menemukannya karena aku sudah menghapusnya.' ucap pria itu dalam hati yang merasa sangat senang karena pembalasannya atas perbuatan Melinda pada Cynthia kini berjalan dengan lancar.
Dia hanya perlu menunggu perempuan itu dimarahi oleh manajer lalu dia akan menceritakan hal itu pada Cynthia untuk menghibur perempuan itu.
"Bagaimana?" Karina kembali bertanya pada Melinda, sebab waktu semakin mepet dan kalau Melinda tidak segera mengirim filenya maka manajer yang sudah menunggu mereka akan menjadi sangat marah kalau mereka terlambat 1 menit saja memasuki ruang rapat.
"Aku tidak menemukan filenya, padahal aku jelas-jelas sudah menyimpannya di komputerku." Kata Melinda langsung membuat semua orang menatap ke arahnya dengan raut wajah semua orang kini menjadi cemas, karena tentu saja mereka tidak mau dimarahi oleh manajer mereka.
"Aku tidak menghapusnya, aku jelas-jelas ingat kalau aku tidak menghapusnya, bahkan untuk berjaga-jaga aku menyimpannya dalam dua file. Tapi kedua file itu telah hilang,, Padahal aku benar-benar yakin kalau aku tidak menghapusnya." Kata Melinda sembari mengingat kedap-kerak giginya dengan tangan perempuan itu mulai gugup menggerakkan mouse-nya.
"Coba berikan pada Seto biar dia yang memeriksanya, dia sangat pandai mengembalikan file yang telah terhapus," ucap Karina langsung membuat Seto mendekatkan diri ke arah Melinda lalu pria itu mulai berpura-pura mencari file yang telah terhapus di komputer Melinda.
Tetapi setelah 1 menit berlalu pria itu menggelengkan kepalanya sambil berkata, "aku tidak menemukannya."
__ADS_1
Ucapan pria itu langsung membuat wajah Semua orang menjadi tegang.
"Bagaimana ini? Manajer akan sangat marah."
"Ini gawat, waktunya tinggal 5 menit lagi."
Semua orang mulai ribut-ribut karena begitu gugup dan takut.
"Itu,, aku benar-benar minta maaf. Aku akan pergi ke manajer dan mengatakan padanya untuk memberi waktu mengerjakannya sebentar." Kata Melinda langsung berlari pergi untuk menghampiri Dilan yang sudah berada di ruang rapat menunggu semua orang.
"Astaga,, dia benar-benar mencari mati." Komentar Regi melihat punggung Melinda yang dengan cepat menghilang dari pandangan mereka.
"Kalian tunggu di sini, aku akan pergi membantunya," ucap Karina yang jelas tahu kalau perempuan lugu seperti Melinda tidak akan mampu menghadapi manajernya mereka sendirian jadi dia langsung pergi menyusul Melinda.
Sementara semua orang, mereka tinggal di meja kerja mereka masing-masing sembari larut dalam pikiran cemas mereka, kecuali Seto yang menahan senyumnya Karena dia sudah berhasil membuat Melinda akan dimarahi oleh manajer mereka.
__ADS_1