Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
57.


__ADS_3

"Manager,, Tolong maafkan saya, memang saya yang menghapus itu!!! Saya sengaja melakukannya untuk menjebak Melinda!!" Ucap Seto yang tak punya pilihan lain selain mengakuinya sekarang.


Dilan langsung berkata, "selesaikan pekerjaanmu hari ini dan besok datang ke kantor untuk membereskan barang-barangmu."


Wajah Seto langsung berubah biru, "A,, apa?!"


🐾🐾🐾


Dilan memperhatikan pria yang sangat terkejut di depannya, tetapi dia sama sekali tidak peduli jadi pria itu langsung melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu seolah dia tidak mau diganggu.


Sementara semua orang yang ada di ruangan itu, mereka semua menatap Seto dengan tatapan tak percaya mereka.


Sementara Melinda, dia juga sangat benci pada pria itu Karena dia sudah lelah di kehidupan sebelumnya.


Selalu memberi kata maaf pada orang yang telah menyakitinya hingga membuatnya harus menelan kepahitan dengan meninggal di tangan orang yang selalu ia maafkan.


"Melinda,,," Seto langsung terjatuh ke lantai dan pria itu berlutut di depan Melinda, "tolong, tolong katakan pada manajer bahwa ini hanya kelalaian, aku tidak bisa kehilangan pekerjaanku!!!" Ucap Seto ketakutan.


Semua orang yang mendengar itu langsung menatap Melinda karena mereka penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Melinda.


Bagaimanapun kamu Melinda bukanlah orang yang begitu kejam untuk menghancurkan karir seseorang.


Tetapi, mereka semua menghilangkan pikiran itu dari otak mereka ketika Melinda kemudian membuka mulutnya untuk berbicara.

__ADS_1


"Kau berkata demikian, tapi apa kau juga tidak memikirkan Jika saja manajer tidak datang memeriksa komputerku. Maka saat ini akulah yang akan berada di posisimu, dan apakah Kau juga mau memperjuangkanku untuk tidak dipecat???" Tanya Melinda dengan suara yang dingin lalu tanpa menunggu jawaban Seto, perempuan itu kemudian dengan cepat duduk di kursinya dan mengirim file-nya ke komputer Karina.


Setelah selesai, di langsung keluar dari ruangan itu karena dia butuh waktu untuk menenangkan pikirannya yang sedang kacau.


Semua orang juga kembali duduk karena mereka tidak berani berkata apapun lagi, sebab mereka takut jika mereka berbicara pada Seto, maka akan semakin membuat pria itu merasa sakit hati.


Lagi pula, kesalahan pria itu sendiri mencari mati dengan menjebak orang lain.


Beberapa saat dikeheningan itu lalu tiba-tiba saja Karina berlari dari luar menghampiri semua orang sembari memegang ponselnya dengan erat.


"Aku sudah mendapatkan rek,,," perempuan itu menghentikan langkahnya ketika dia melihat Seto sudah tergeletak di lantai dengan tubuh pria itu tampak gemetar.


"Apa yang terjadi?" Tanya Karina yang merasa bingung.


Perempuan itu merasa ngeri melihat pria yang begitu menakutkan itu, Bahkan dia menjebak orang lain dengan cara yang sangat kejam dan berpura-pura untuk menolong perempuan itu.


"Apa?!" Karina sangat terkejut.


"Bukankah kau melihat di CCTV kalau dia yang menghapus filenya?" Tanya Angga yang merasa aneh bila Karina tidak mengetahuinya padahal perempuan itu pergi mendapatkan cctv-nya.


"Itu,, Aku tidak tahu sama sekali." Ucap Karina.


"Memangnya kau tidak melihatnya di CCTV?" Tanya Hera.

__ADS_1


Karina menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Itu,,. karena lokasi kita sangat jauh dari CCTV maka tidak jelas Apa yang dia lakukan di komputer Melinda. Jadi aku tid--"


"Apa?!!" Sela Seto berteriak.


Diqa sama sekali tidak menyangka bahwa ternyata dari kamera CCTV tidak akan terbaca, jadi dia merasa bahwa keputusan nya sudah mengakui kesalahannya secara langsung, tanpa menunggu Karina yang pergi mendapatkan rekaman CCTV adalah sebuah kebodohan!!!


Seandainya dia tidak mengakuinya lebih dulu, maka dia masih bisa menyangkal karena CCTV yang tidak bisa memberikan bukti apapun.


Tapi sekarang, semuanya sudah terlambat!!!


Dia sudah terlanjur mengakuinya hingga membuatnya dipecat dari kantor, dan kehilangan kehilangan pekerjaannya.


'Sial...!! Ini semua gara-gara Chintya, aku harus mencari perempuan itu dan memberinya pelajaran!!!' geram Seto dalam hati sembari menggertakan giginya, lalu pria itu segera meninggalkan seluruh ruang kerja dengan semua orang yang menatap kepergian pria itu.


"Hah,, akhirnya dia pergi." Ucap Hera bernafas lega, "Aku sangat takut, kalau dia sampai bekerja kembali,, apalagi aku duduk di sampingnya, bisa jadi setelah Melinda, akulah yang akan ia jebak untuk dikeluarkan dari tempat ini." Ucap Hera ketakutan.


Angga mengangguk, "benar sekali, jangan-jangan dia sebenarnya ingin mengincar kita satu persatu. Apalagi melihat aktingnya tadi, aku merasa sangat ngeri melihatnya ketika dia menyangkal.


"Sepertinya mulai sekarang setiap kali meninggalkan komputer, meskipun itu hanya beberapa menit, maka komputer harus ditinggalkan dalam keadaan terkunci." Ucap Angga langsung diangguki oleh semua orang.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.

__ADS_1


__ADS_2