Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
43.


__ADS_3

"Selamat makan," ucap Melinda pada pria di depannya.


"Hm, selamat makan," balas Dilan.


Kedua orang itu pun makan siang bersama, dengan tenang sampai tiba pada makanan penutup lalu Dilan menatap perempuan di depannya dengan hati yang terasa berdesir tak karuan.


Dia senang karena bisa makan bersama dengan perempuan itu, tetapi dia juga merasa takut kalau saja kemarin malam dia sudah mengatakan sesuatu yang seharusnya tak pernah ia katakan.


Apalagi jika dia mengatakan tentang kembalinya dia ke masa lalu, bagaimana dia akan menjelaskannya pada Melinda?


"Itu, Kau boleh menanyakan apa yang ingin kau tanyakan." Ucap Dilan langsung membuat Melinda mengangkat kepalanya menatap pria di depannya sembari Dia memegang garpunya dengan erat.


"Itu, kenapa kemarin malam Manager berkata bahwa calon suami saya berselingkuh? Apakah manajer pernah melihatnya?" Tanya Melinda dengan ekspresi yang mendalam menatap pria di depannya.


Dia merasa sangat aneh karena di kehidupan sebelumnya tidak ada satupun orang yang mengetahui pernah selingkuhan Niko dengan Cynthia, bahkan sampai pintarnya kedua orang itu menutupi hubungan mereka.


Bahkan dia sendiri pun dan seluruh keluarga Niko tidak pernah tahu sampai akhirnya ketika mereka berdualah yang memutuskan untuk mengungkap hubungan mereka.

__ADS_1


Tapi kenapa sekarang,,, malah berbeda?


Dilan bernafas lega, ternyata cuma itu,, "Ahh, itu, aku benar-benar minta maaf sudah mencampuri urusan pribadimu. Kalau mabuk, aku memang selalu berkata jujur, tapi aku mengetahuinya karena tidak sengaja melihat mereka berpelukan di jalan beberapa hari yang lalu." Ucap Dilan sembari memberikan tatapan jujurnya ke arah perempuan di depannya.


Diam-diam dalam hatinya dia merasa lega bahwa ternyata hanya itulah yang ia katakan bukan sesuatu yang terlalu penting.


"Ah,, jadi manajer melihat mereka berpelukan di jalan." Ucap Melinda menganggukkan kepalanya karena dia merasa itu bukan sesuatu yang penting untuk Ia curigai, lalu kemudian Dia teringat sesuatu.


"Lalu, kalau begitu yang manajer katakan bahwa manajer mencintai saya dan juga menganggap saya sebagai bidadari, Apakah itu juga jujur?" Tanya Melinda kini dengan jantung berdegup kencang sebab Dia benar-benar gugup untuk mengetahui segalanya meskipun segala bukti di depan mata sudah membenarkan pikirannya.


Apalagi fotonya yang dipajang pria itu di tempat pribadi pria itu sudah sangat memberi bukti bahwa manajernya benar-benar jatuh hati terhadapnya.


'Aku tidak bisa mengelak lagi Karena dia sudah melihat fotonya yang kupajang di kamarku, dan mungkin saja dia juga membuka dompetku yang berisi fotonya atau mungkin galeri hp-ku,' ucap Dilan dalam hati lalu dia menghela nafas panjang dan memberanikan dirinya untuk mengakui segalanya.


"Itu,, Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan padamu, apalagi kau sudah memiliki seorang calon suami dan sebentar lagi akan menikah. Tapi karena kau sudah terlanjur tahu, maka aku hanya mengatakan kalau suatu saat nanti kau membutuhkan seorang pria yang tulus mencintaimu disisimu, maka datanglah padaku. Karena aku akan mencintaimu dengan tulus." Ucap Dilan kembali membuat jantung Melinda seakan turun ke perutnya.


Benar-benar, Ternyata apa yang ia pikirkan itu memang benar. Tapi bagaimana bisa managernya mencintainya?

__ADS_1


Sementara di kehidupan yang lalu, pria itu sama sekali tidak pernah berbicara dengannya sampai dia mengundurkan diri dari perusahaan karena harus mengurus anaknya.


Kecuali jika pria itu membicarakan masalah pekerjaan, tetapi untuk hal pribadi, tidak pernah ada pembicaraan.


"Itu,, Terima kasih telah menyukai saya, Tapi sejak kapan manajer punya perasaan seperti itu?" Tanya Melinda yang merasa sangat aneh, karena di kehidupan keduanya memang banyak hal yang tidak berjalan seperti yang terjadi di kehidupan pertamanya.


"Itu,,, sejak kau SMA." Jawab Dilan.


"A,, apa?!" Melinda sangat terkejut karena dia tak menyangka bahwa ternyata pria itu sudah mengenalnya sejak SMA.


Sama sekali di luar dugaannya, yang artinya bahwa pria itu menyukainya sudah sangat lama dan bertahun-tahun yang lalu.


"Ya, saat itu aku masih kuliah, lalu aku kembali dari perpustakaan umum membawa beberapa buku yang tidak boleh terkena air, tapi sayang sekali hari itu turun hujan yang begitu deras hingga aku tidak bisa berlari ke parkiran, karena takutnya buku-buku yang ku bawa akan terkena air.


"Lalu kau menawarkan payung padaku,,, saat itulah aku melihatmu terlihat cantik seperti bidadari, bidadari yang datang memberikan pertolongan di saat-saat Aku benar-benar membutuhkan pertolongan.


"Mulai hari itu aku terus mengikutimu dan mencari tahu tentangmu, itulah juga alasannya kenapa aku bisa bekerja di perusahaan ini sebagai manajer. Sebenarnya alasan satu-satunya ialah karena kau ada di sana," ucap Dilan langsung membuat Melinda terpaku di tempatnya.

__ADS_1


Apa yang ia dengar hari ini benar-benar di luar perkiraannya!!!


__ADS_2