Balas Dendam Istri Yang Dikhianati

Balas Dendam Istri Yang Dikhianati
40.


__ADS_3

"Ng!" Melinda mengerjapkan matanya dan terkejut ketika dia melihat dia berada di sebuah tempat asing dengan fotonya yang berada di dinding.


"Astaga!!" ucap perempuan itu langsung berdiri dan menatap sekelilingnya, ia memperhatikan pakaiannya yang masih utuh di tubuhnya dan dia bernafas dengan lega.


Setelah itu, Melinda kemudian keluar dari kamar dan mendapati seorang pria yang hendak masuk ke dalam kamar.


"Kau sudah bangun? Ayo kita sarapan bersama." Ucap Dilan lalu pria itu segera berbalik menuju dapur dengan Melinda yang tertinggal di tempatnya menatap punggung pria itu.


'Astaga, apa yang telah terjadi?' ucap Melinda yang sangat terkejut mendapati dirinya bangun di dalam kamar dan pria itu ternyata sudah membuat sarapan.


Tetapi dia tidak terlalu lama memikirkannya dan hanya berjalan mengikuti pria itu, lalu duduk di kursi meja makan dan terkejut melihat aneka macam sarapan yang ada di atas meja.


"Aku tidak tahu kau suka sarapan apa, Jadi aku membuat banyak macam jenis sarapan supaya kau bisa memilih yang mana yang kau sukai." Ucap Dilan langsung membuat Melinda terbengong karena dia tidak menyangka pria itu akan melakukan hal seperti itu untuknya.

__ADS_1


Tetapi ketika dia mengingat Bagaimana kemarin pengakuan pria itu dan bagaimana pria itu memajang fotonya di kamar pribadinya dan bahkan di dalam dompetnya, maka Melinda hanya diam bisa menghela nafas dan mengambil salah satu jenis sarapan untuk ia makan.


"Terima kasih atas sarapannya. Saya pasti akan menikmatinya," ucap Melinda mulai makan makanan yang ada di depannya, sementara Dilan, pria itu juga ikut makan sembari memperhatikan perempuan yang ada di depannya.


"Itu,, kemarin malam,,, aku,, Apakah aku sudah menyusahkanmu?" Tanya Dilan dengan raut wajah yang cemas.


Melinda yang mendengar itu langsung mengangkat wajahnya dan menatap pria di depannya, terlihat jelas wajah pria itu sangat cemas dan malu.


Meski di kehidupan sebelumnya tidak terjadi hal seperti itu, tetapi setelah kehidupan keduanya dia tahu bahwa segala sesuatu harus dibicarakan supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan tidak terjadi pembodohan.


Sementara Dilan yang mendengar ucapan Melinda, pria itu langsung menelan air liurnya yang terasa begitu pahit, dan berkata, "itu, aku minta maaf. Tapi kalau kau menanyakan sesuatu, aku pasti akan menjelaskan semuanya."


"Baiklah, saya akan menanyakannya nanti di saat makan siang." Ucap Melinda sembari melihat jam tangannya bahwa dia harus buru-buru pulang untuk bersiap pergi bekerja atau Kalau tidak dia akan terlambat dan mendapat pengurangan gaji.

__ADS_1


Padahal dia memiliki banyak utang yang harus ia bayar karena utang yang ditinggalkan orang tuanya.


Meskipun warisan orang tuanya banyak, tetapi semua itu dimasukkan ke badan amal, jadi dia tidak mau mengambil sedikitpun dari warisan yang telah ditentukan oleh kedua orang tuanya.


Dan terlebih, dia tidak mau menjual satupun properti yang ditinggalkan oleh orang tuanya untuknya, kecuali properti yang memang sudah diatur oleh orang tuanya untuk dimasukkan ke badan amal, maka semua itu sudah menjadi tanggung jawab badan amal untuk mengelolanya.


Padahal, ada banyak rumah yang ditinggalkan oleh orang tuanya, tetapi semua itu disiapkan untuk cucu cucu mereka, jadi Melinda tidak mau mengambil hak untuk anak-anaknya meskipun itu untuk menutupi hutang yang ditinggalkan oleh orang tuanya.


"Baiklah, kalau begitu habiskan sarapanmu dan aku akan bersiap supaya bisa mengantarmu ke rumahmu." Kata Dilan tanpa menunggu jawaban dari Melinda lalu pria itu bergegas pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Sementara Melinda, Dia melihat semua makanan yang ada di atas meja dan juga melihat makanan yang baru saja dimakan oleh Dilan masih tersisa banyak di piring pria itu.


"Hah,, sudahlah, biar nanti aku yang menyetir supaya dia bisa sarapan di mobil." Ucap Melinda segera menghabiskan sarapannya. Lalu setelah itu dia membongkar lemari dan mendapatkan beberapa kotak bekal untuk menaruh sarapan yang masih tersisa.

__ADS_1


__ADS_2