
Reyhan membulatkan matanya saat mendengar ucapan Jenny yang bilang akan tidur di kamarnya. Bukannya Jenny bersikeras menolak menikah dengannya dan tidak mau tidur satu kamar dengannya. Kenapa dia jadi berubah pikiran?
Hmmm... Kenapa tiba-tiba dia jadi berubah pikiran? Apa dia sedang menggodaku atau mau mengerjaiku? kata hati Reyhan.
Sikap Reyhan yang dingin seperti itu Jenny yakin Reyhan bukan tipe pria mesum, dia yakin akan aman tidur di samping Reyhan. Kalaupun Reyhan tergoda itu wajar karena dia lelaki normal, dia pasti akan gengsi untuk memintanya. Justru itu yang akan membuat Jenny puas untuk mengerjainnya.
Sepertinya Jenny terlalu berkhayal tentang pria dingin di dalam novel yang sering dia baca.
Hmm.. pasti dia akan salah tingkah dan menolak ajakanku. hati Jenny tertawa membayangkan Reyhan yang akan salah tingkah saat mendengar ajakan Jenny.
Namun tidak sesuai dugaannya, Reyhan bukan pria yang gampang dibohongi.
Reyhan malah menjatuhkan salep yang dia bawa ke lantai, "Kau bawa saja sendiri!"
Jenny sangat kesal dengan sikap Reyhan itu, "Kau bisa kan memberikannya padaku secara baik-baik? Padahal aku sedang berada didepanmu."
Reyhan tak mendengarkan ocehan dari Jenny, dia malah membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"Kau mau kemana? Aku belum selesai bicara padamu!" Jenny tidak terima jika ditinggalkan Reyhan begitu saja.
"Aku mau masuk ke kamar, kau mau ikut? Bukan kah kau mau tidur bersama denganku, ayo!" Reyhan jadi berbalik ingin mengerjainnya, "Ah aku lupa, seharusnya malam ini malam pertama kita kan?Ayo masuk!" Reyhan mencondongkan badannya pada Jenny sambil menyeringai, dia ingin menakuti Jenny.
Rupanya dia mencoba untuk menakutiku. pikir hati Jenny.
Jenny tak mau kalah, dia malah tersenyum lebar, membuat Reyhan menormalkan kembali badannya, Reyhan pikir Jenny akan ketakutan.
"Oh kau benar, mari kita lakukan malam pertama kita." Jenny mengatakan itu sambil menambahkan perkataannya di dalam hati : Aku tau kau pasti hanya ingin menakutiku saja, kau pikir aku akan takut padamu?
Rupanya dia tidak mau menyerah, Oke jangan salahkan aku. Kau salah besar jika ingin mengerjaiku. kata hati Reyhan.
Oh sial, rencanaku bukan seperti ini! Jenny menelan saliva berkali-kali.
Jenny mencari cara agar rencana malam pertama itu gagal "Emm... Hmm sayang sekali, aku...aku sedang m*ns. Jadi.. "
"Biar aku cek sendiri!" potong Reyhan, dia mau membuka celana Jenny, dia tau Jenny pasti berbohong. Jenny segera mencegahnya.
__ADS_1
Wajah Jenny begitu kelihatan memerah, dia tidak menyangka reyhan akan seberani itu, membuatnya sangat gugup dan deg-degan "E-eh tunggu dulu, A-aku... "
Belum juga selesai, Reyhan sedikit menindih tubuh Jenny yang hanya bertumpuan pada kedua tangan saja . Membuat hawa tubuhnya terasa sangat panas dan jantungnya berdetak hebat. "Jangan mencoba untuk membohongiku!" Reyhan menatap netra kepadanya.
Oh shitt... seharusnya aku tidak main-main dengannya.
"Rey, tapi bahumu sedang ter... "
Perkataan Jenny belum selesai karena Reyhan secara tiba-tiba mencium bibirnya dengan brutal, sangat brutal, Jenny terpekik kaget saat pria di atasnya itu mendapatkan ciuman ganas dari Reyhan, Reyhan menggigit bibir Jenny yang dari tadi diam saja, memasukan lidahnya sehingga kedua bibirnya menyatu.
Jenny tidak percaya bahwa pria yang selalu bersikap dingin padanya bisa seagresif itu, rupanya dia terlalu polos untuk menilai sifat seorang pria. Dia tidak bisa membiarkan kesuciannya itu direnggut oleh pria itu, tapi pria itu suaminya?
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
__ADS_1
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...