
Saat itu Jenny berjalan menghampiri Alex yang terluka lumayan parah karena akibat pukulan demi pukulan yang Reyhan berikan, belum lagi Reyhan telah membuat tangannya terkilir.
Tapi Reyhan malah menarik tangan Jenny dan membuat tubuh itu hampir saja jatuh kepelukannya, hingga mereka saling bertatapan dengan jarak wajah mereka yang sengat dekat "Aku juga terluka, kau obati aku!"
Jenny hanya menatapnya tanpa mengatakan apa-apa, dia menghela nafas sebentar lalu menarik tangannya dari genggaman Reyhan. "Sebagai Dokter, aku harus lebih mengutamakan dulu pasien yang lebih terluka parah." Jenny mengatakan itu dengan nada dingin.
Jenny segera meninggalkan Reyhan dan memilih untuk mengurus Alex terlebih dahulu.
Reyhan hanya bisa mendengus kesal melihatnya.
Kenapa malah dia yang marah padaku? Seharusnya aku yang marah padanya! Batin Reyhan.
Dia semakin kesal saat melihat Jenny memapah Alex karena dia tidak kuat berjalan sendiri akibat pukulan demi pukulan yang di hadiahkan Reyhan padanya.
Reyhan segera memisahkan mereka, "biar aku yang bantu dia berjalan"
Reyhan merelakan dirinya yang harus memapah Alex ke ruangan khusus medis disana.
Alex merasa aneh tumben sekali Reyhan bersikap seperti itu.
Sandi sudah berfirasat ada yang tidak beres antara Reyhan dan Jenny, makanya dia membiarkan itu semua.
Jenny tidak merespon apa-apa, dia membiarkan Reyhan memapah Alex ke ruang medis. Reyhan malah menghempaskan badan Alex ke kasur dengan kasar.
__ADS_1
"A-a-arrhhh" Alex meringis kesakitan memegang pinggang dan tangannya.
"Oh sorry, sorry! Malah terlepas!"
"Hhh... " Jenny mendengus kesal melihat tingkah laku Reyhan. Sepertinya dia salah jika harus jatuh cinta pada pria kejam seperti ini, pikirnya.
Jenny segera mengompres dengan air es lengan Alex yang terkilir, tangan itu terlihat membiru dan lebam, untung saja tidak sampai patah.
Jenny hanya bisa mendeliki Reyhan yang berdiri disana dengan memperlihatkan wajah tanpa merasa berdosa. Dia sama sekali tidak bersalah atas apa yang telah dia perbuat pada Alex.
Jenny memasang deker penyangga ke bahu dan lengan Alex dengan hati-hati.
"Untuk sementara kamu jangan latihan dulu, selama satu minggu kamu diam saja di rumah." ucap Reyhan pada Alex.
Reyhan sengaja melakukan itu agar dia tenang tidak ada yang mengganggu Jenny selama dia satu minggu di kota B.
"Ehmmm.. " Reyhan berdehem beberapa kali, dia merasa jadi nyamuk di antara Jenny dan Alex.
Sialnya Jenny tak bergeming sedikit pun, dia masih sibuk mengobati Alex.
Baru kali ini Reyhan melihat Jenny seserius itu, biasanya dia terlihat ceria atau kadang sedikit konyol.
Reyhan meraih botol minuman untuk meredakan hatinya karena di cuekin Jenny dari tadi.
__ADS_1
Jenny memberikan obat pereda nyeri buat Alex, "Ini obat pereda nyeri,di minum dua kali sehari ya."
Alex meraih obat yang diberikan Jenny padanya, "Oh iya terimakasih, Docan."
Reyhan yang sedang minum langsung tersendak saat mendengar Alex menyebut Jenny Docan, "Ohokk... ohokk... " Reyhan menepuk-nepuk dada, "Apa kamu bilang tadi? Docan?"
"Iya, kami disini memanggil Dokter Jenny dengan panggilan Docan, Dokter Cantik." jawab Alex dengan santai.
"Kami? Maksudnya semua yang ada disini?"
"Iya bos, bukan hanya saya, bahkan banyak disini yang mengagumi kecantikan Dokter Jenny. Kami berharap Dokter Bon lebih lama lagi di Amerika hehe... "
Jenny ikut tersenyum saat mendengar ucapan Alex. "Wah apakah aku secantik itu?"
"Ya tentu saja, kamu lebih pantas jadi model ketimbang jadi Dokter, makanya kami penasaran pria yang beruntung menjadi suami kamu, kami bisa hajar dia habis-habisan biar ada kesempatan buat kami hehe... " Alex memang suka sekali bercanda.
Mereka tidak sadar bahwa saat ini Reyhan sedang menatap sangar kepadanya dengan mengepalkan tangan, ingin sekali dia mengajar lagi anak buahnya yang sudah berani menggoda istrinya itu.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
__ADS_1
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...