
Reyhan terus mencium bibir Jenny dengan brutal , mengobrak abrik mulutnya dengan lidah sampai Jenny memukul-mukul dada Reyhan beberapa kali karena hampir kehabisan nafas. Reyhan memberi kesempatan kepada Jenny untuk mengambil nafas sebentar, lalu kembali saling bercumbu dengan mesra dan penuh naf su. Sampai tangan Reyhan tak berhenti me re mas buah da da Jenny.
Guyuran air shower itu semakin membuat hasrtanya bergelora, Reyhan membuka pakaiannya satu persatu tak meninggalkan sehelai kain pun.
Dia mulai sedikit membungkukan badannya untuk melahap dua bulatan yang indah itu silih berganti.
"Akhhh.... " Suara indah lepas dari mulut Jenny begitu membuat Reyhan semakin bersemangat untuk menikmati sarapan paginya.
Mulutnya tiada henti menghisap bagian pu tingnya yang sudah tegak berdiri karena terangsang dengan aliran air shower yang terus menghujani tubuh mereka. Reyhan menyesapnya dengan kuat, sampai air yang berada di pu ting itu ikut teresap ke dalam mulutnya, Reyhan begitu sangat merasa puas karena di setiap menghisap pu ting itu kini dia menyesap air yang menempel disana. Sampai dia dengan rakus terus menghisapnya dan menyedotnya.
Reyhan mulai berjongkok, dia ingin melihat lebih jelas surga dunianya. Sebuah surga yang hanya boleh di sentuh dan dinikmati olehnya. Sangat terlihat jelas bentuknya yang sangat indah itu sampai Reyhan terus meraba-raba nya dengan lembut lalu memasukan jarinya.
"Akhh... terus Rey!" Jenny kembali mende sah, dia sudah tidak ingin menahan lagi de sa han itu. Dia ingin sama-sama menikmatinya tanpa beban.
Reyhan menyunggingkan seulas senyum saat mendengarkan ucapan Jenny yang menginginkan dia terus melakukan aktivasnya di mahkota Jenny.
Reyhan mengecupnya dengan lembut, sangat tercium wangi khasnya yang membuat Reyhan candu, Reyhan mulai memainkan lidahnya dengan sedikit menengadah. Dia memasukan lidahnya memasuki bagian dalam dari daging yang teramat lembut itu. lidah itu bergerak maju mundur dengan cepat.
"Akhh... Rey!" Jenny semakin melebarkan kakinya agar Reyhan semakin leluasa mengobrak abrik miliknya. Lalu Jenny mecengkram rambut Reyhan menahan rasa geli saat lidah itu terus bergerak-gerak di bawah sana. Lalu menyesap sebuah benda kecil yang berada di tengahnya.
Reyhan menyedot milik Jenny dengan naf su dan kuat, diiringi dengan lidahnya yang terus menggesek-gesek benda kecilnya dengan ritme cepat.
__ADS_1
"Akhh... Reyhan... " Jenny mengerang karena merasakan tumpah di miliknya, sampai Reyhan me lah hap nya dengan habis.
Reyhan membawa Jenny masuk ke dalam bathup, Reyhan duduk disana menenggelamkan sebagian badannya, dia meraih pinggang Jenny untuk duduk di atasnya.
"Akhhttt... " Jenny meringis saat miliknya berhasil membenamkan milik Reyhan memasuki dirinya di bawah genangan air itu.
Jenny duduk di atas pinggang Reyhan yang sedang bersandar dipinggiran bathup. Kini Jenny yang mendominasi permainan, dia terus bergerak dengan perlahan membuat Reyhan mendesah.
"Akh... kau mulai nakal, Jenny. " Reyhan membantu Jenny mempercepat gerakannya dengan memegang kedua pinggang Jenny dan membantunya bergerak.
Reyhan menyambar pa yu dara Jenny yang meloncat-loncat karena gerakan Jenny yang begitu cepat, Jenny memperlambat gerakannya dan sedikit membungkukan badan membiarkan Reyhan menyesap buah da da nya. Jenny memeluk kepala Reyhan yang terus melahap dua bulatan di dadanya itu.
"Akhh.... " Kini giliran Jenny yang men de sah.
"Arggghhtt... " Keduanya mengerang secara bersamaan saat sama-sama menumpahkan sesuatu di diri mereka.
Reyhan memeluk tubuh Jenny yang sedikit melemas karena sudah mencapai pelepasannya. Dia ingin membiarkan miliknya tetap berada disana.
"Nanti malam kita harus melakukannya lagi, karena besok aku harus pergi ke kota B, aku ada urusan penting kesana." Reyhan mengatakan itu sambil mengecup bibir Jenny.
Entah mengapa Jenny merasa sedih mendengarkannya, "Bukannya kau akan menyerahkan anak-anak itu pada polisi?"
__ADS_1
"Rencananya siang ini aku akan bertemu polisi." Reyhan membelai rambut Jenny "Aku di kota B kemungkinan hanya satu minggu, karena itu... "
Reyhan menyentakan tubuh Jenny ke dadanya, "Jangan Macam-macam di belakangku. Jangan sampai ada orang yang menyentuhmu selain aku, bahkan hanya sekedar mencolekmu pun tidak boleh! Aku akan memotong tangannya jika ada yang berani menyentuhmu!"
"Kau cemburu?" Jenny malah nyengir.
Reyhan malah tersenyum kecut, "Jangan salah paham. Aku hanya tidak suka miliku di sentuh oleh orang lain. Apalagi di Markas Satu pria semua, kau jangan macam-macam!"
Kenapa kau selalu mengatakan aku milikmu? Apa itu artinya kau milikku juga? Apa aku juga boleh meminta padamu agar kamu tidak macam-macam di luar sana? Apa aku berhak mengatakannya?
...****************...
...Tangan Author sudah tidak polos lagi semenjak nulis novel. 🤦♂️🤦♂️...
...Harus banyak belajar dari si Rey sepertinya. 😁😁...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
__ADS_1
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...