Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Kejutan


__ADS_3

Klara mencoba mengingat kembali kenangan bersama Jenny dulu, saat itu Klara sedang mengajarkan pelajaran matematika kepadanya.


"Jenny, apa nomor favoritmu?" tanya Klara sambil menulis soal untuk Jenny, 14 tahun yang lalu.


"140796." jawab Jenny sambil membaca buku.


"Kenapa dengan tanggal itu?" Klara sangat penasaran.


"Itu adalah tanggal pernikahan ayah dan mama, kalau mereka tidak menikah, aku tidak akan ada disini."


"Hmmm kak Klara pikir nomor favoritmu adalah tanggal kelahiran kamu sendiri."


"Tidak, ayah dan mama sering merayakan ulang tahunku. Tapi mereka melupakan hari terpenting untuk mereka, kak Klara tau sendiri kan mereka sering bertengkar, karena itu biar aku yang selalu mengingatnya. "


Akhirnya Klara mengingat perkataan Jenny waktu itu, dia harus ke rumah Andreas lagi dan mencari cara untuk bisa membuka brankas di rumah Andreas, walaupun tidak tau caranya bagaimana bisa menemukan brankas yang di maksud Andreas mengenai rahasia yang menyebabkan kematian ayahnya.


Andreas memang tidak bodoh, semua kejahatan yang telah dia lakukan bersama Leon, dia mengumpulkan seluruh bukti itu di brankasnya, untuk berjaga-jaga siapa tau Leon akan mengkhianatinya jika dia tidak dibutuhkan lagi. Dia memang sudah tau di dunia gemerlap memang seperti itu, siapa yang lemah tidak terjamin akan bertahan lama. Apalagi Andreas sekarang sudah mulai menua.


"Kamu kenapa Klara?" tanya Andra, saat itu dia sedang makan siang bersama di jam istirahat mereka.

__ADS_1


"Ah tidak, mungkin aku terlalu fokus untuk mencari bukti kejahatan pembunuh ayahku, makanya aku tidak bisa berkonsentrasi untuk makan siang ini."


Andra mengaduk-aduk air jus dengan sedotan, dia mencoba untuk berbicara hal penting yang sudah dia ancang-ancang dari semalam, "Klara!"


"Ada apa?" tanya Klara.


"Aku rasa lebih baik setelah urusanmu selesai, kita berpisah. Aku tidak ingin membebanimu dengan hubungan kita, aku tau kau tidak bisa melupakan mantanmu itu." Andra mengatakan itu dengan berat.


Klara menghela nafas, entah mengapa dia merasa sakit mendengarnya. "Maafkan aku, selama ini aku pasti sudah menyakiti kamu. Bahkan aku pernah berharap ingin kembali padanya, rasanya memang sangat berat sekali setelah mengetahui kebenarannya seperti apa. "


Mata Klara berkaca-kaca mengatakannya, "Tapi aku sadar aku tidak akan bisa kembali lagi seperti dulu. Semuanya sudah berlalu, apalagi dia sudah memiliki orang yang paling penting dihidupnya. Begitu juga aku, aku harus belajar untuk mencintaimu. Aku harap kamu bisa memberi kesempatan untukku sekali lagi untuk bisa membuka seluruh hatiku untukmu, karena sejujurnya aku sudah terbiasa hidup dengan kehadiran kamu. Aku tidak tau apa jadinya jika kamu tiba-tiba pergi dari hidupku."


Klara memegang tangan Andra, tanpa terasa air matanya mengalir, "Terimakasih, karena kamu sudah selalu ada untukku. Aku harap kedepannya kita menjadi pasangan yang bahagia dan saling mencintai. Maaf kalau selama ini aku sudah banyak membuat hatimu sakit."


Aku sadar, aku tidak akan bisa kembali lagi bersama Reyhan, aku harap aku bisa mencintai pria ini sepenuh hati, dia yang selalu ada waktu untukku dan menemaniku selama ini. Aku menyesal sudah pernah berniat untuk mengkhianatinya. Setelah semuanya selesai, aku akan mencoba untuk mencintaimu, Andra.


Klara melihat televisi di cafe itu sedang ada acara kampanye untuk pemilihan umum nanti, salah satunya ada Leon yang hadir disana. Namun saat giliran Leon mengemukakan visi misinya, tiba-tiba mic nya mati. Leon memukul-mukul mic itu tapi tak ada suara juga. Malah ada sebuah suara rekaman yang keluar.


"A-ampun tolong jangan bunuh saya, saya akan mengaku asal jangan bunuh saya. Saya mohon!" Terdengar suara Roni di rekaman itu.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo cepat mengaku, siapa yang sudah memitnah Reyhan 9 tahun yang lalu? Dan kenapa kamu menelpon Leonardo? Apa hubunganmu dengan Leonardo?" Terdengar suara Jefri juga di rekaman itu.


"Tu-tuan Leon adalah bos besar kami, dan Andreas adalah kaki tangannya, Andreas yang sudah memitnah Reyhan. Dan Andreas juga yang sudah membunuh Anton atas suruhan Tuan Leon. Saya sudah mengakui semuanya dengan jujur, jadi tolong cepat lepaskan aku. Aku mohon! "


Leon bagai disambar petir saat mendengar rekaman itu, dia begitu sangat terkejut sampai membelalakan mata. Sementara orang -orang yang hadir disana berdesas desus dengan ramai mengenai suara rekaman itu. Termasuk orang-orang yang sedang menonton televisi. Tidak menyangka jika seandainya Leon benar sudah melakukan kesalahan yang besar itu.


Dan itu adalah kelakuan Sandi, Sandi berhasil menghack beberapa komputer di acara televisi tersebut dan memasukan rekaman suara yang dia copy saat Jefri mengintrogasi Roni. Padahal dia sedang duduk santai di rumah sakit sambil memakan kue pemberian Jenny kemarin. Dan terus mengotak atik laptopnya. Tentunya ini atas perintah Reyhan, Reyhan ingin memberi hadiah pada Leon sebelum dia dan Jenny pergi ke Jerman.


"Kena kau, bedebah!" seru Sandi dengan tersenyum puas.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...

__ADS_1


__ADS_2