
"Sandi, kau baik-baik saja kan?" tanya Jenny begitu sampai di rumah sakit, dan masuk ke dalam ruang VVIP tempat Sandi di rawat.
"Aku tidak apa-apa. Aku senang kalau kau baik-baik saja," Sandi sangat merasa lega karena bisa melihat Jenny lagi.
"Nah aku bawa kue untukmu, kau harus memakannya sampai habis." Jenny menaruh kue basah di meja.
"Terimakasih, aku pasti akan menghabiskannya." ucap Sandi, dia begitu senang menerima kue itu.
"Ehmm." Reyhan yang datang bersama Jenny merasa dianggurkan karena tidak di ajak ngobrol oleh mereka.
"Sepertinya kalian akrab sekali." sindir Reyhan.
"Tentu saja, selama satu minggu ini dia sangat perhatian padaku. Kita sudah seperti seorang teman, iya kan?" Tanya Jenny ke Sandi.
"I-iya." jawab Sandi, dia menghela nafas karena takut bernasib sama seperti Alex. Tidak dipungkiri dia memang sedikit ada rasa pada Jenny, bahkan langsung ada ketertarikan saat pertama kali melihatnya. Tapi dia tidak ingin memperdalam perasaan itu, dia yang paling tau perasaan Reyhan dan Jenny bagaimana, baginya melihat Jenny aman disamping Reyhan sudah membuatnya lega.
__ADS_1
Reyhan menepuk pundak Sandi, "Kau harus cepat sembuh!"
Reyhan membiarkan Jenny dan Sandi mengobrol di dalam, sementara dia ingin membicarakan hal penting pada Jefri yang baru tiba di rumah sakit.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu itu?" tanya Jefri, saat membahas masalah pribadi yang serius, dia tidak memanggil Reyhan dengan panggilan bos.
"Iya, aku sudah memutuskan untuk tidak melepaskan Jenny, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya, karena itu aku rasa lebih baik aku membawanya pergi sebelum tetua datang." Reyhan mengatakannya dengan sungguh-sungguh.
"Apa kau lupa, saat kita mengucapkan janji untuk masuk ke the drak devil, itu artinya kita tidak bisa pergi lagi keluar kecuali kita mati. Bagaimanapun tetua tidak akan membiarkanmu pergi dengan hidup, apalagi kamu sudah mengetahui semuanya tentang the dark devil." Jefri mengatakan itu karena mengkhawatirkan Reyhan.
"Lalu aku harus bagaimana? Aku bisa saja berkhianat dan melawan tetua , tapi aku tidak bisa melakukannya, tetua sudah menolongku dan memperlakukan aku dengan baik, aku tidak mungkin melukai tetua."
Bagaimanapun Dego tidak pernah melakukan kesalahan pada Reyhan, malah Dego yang menolongnya saat Reyhan di hajar oleh beberapa jeger di lapas waktu itu, Dego pernah di penjara tapi hanya sebentar, waktu itu adalah hal yang terpuruk bagi Dego karena istrinya meninggal di bunuh Andreas dan markasnya berhasil di hancurkan, dia terluka parah dan tak bisa melarikan diri saat di tangkap polisi.
Setelah sama-sama keluar dari penjara, Dego meminta Reyhan untuk bergabung dengannya untuk membentuk the dark devil kembali, saat itu masih ada beberapa anggota the drak devil yang tersisa dan setia pada Dego, salah satunya Jefri.
__ADS_1
Ya begitulah Dego, dia tidak membedakan mana yang lama dan yang baru, dia membuka kesempatan siapa saja yang akan jadi pemimpin the drak devil jika bisa jadi pemenang saat pertarungan yang dia adakan. Karena itulah Reyhan berusaha untuk menang dan berlatih sangat keras, padahal dulu tubuhnya dia tidak berotot seperti sekarang.
Tapi Dego bukan tipe pemaaf jika dia sudah merasa dikhianati. Dia akan bertindak kejam pada siapapun yang mengkhianati kepercayaannya.
Jefri berpikir sejenak, bagaimanapun juga Reyhan adalah sahabatnya dan tetua adalah bos besarnya. "Biar kita mencari cara lain saja."
Reyhan menghela nafas, "The dark devil memang penting untukku, tapi aku tidak bisa membiarkan Jenny terluka, aku tidak bisa membunuhnya. Bahkan jika aku melepaskannya pun tidak jamin hidupnya akan aman, tetua pasti akan mencarinya, begitu juga Leon. Hanya aku yang bisa melindunginya. Karena itu aku tidak akan pernah melepaskannya."
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
__ADS_1
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...