
Polisi datang ke rumah Andreas karena menerima permintaan dari Klara yang ingin menyelidiki ulang kasus pembunuhan ayahnya, apalagi ada rekaman yang kian tersebar tentang pengakuan Roni itu.
Saat itu rumah sudah bersih, semua yang mati sudah di semayamkan.
Sementara itu Klara mencoba untuk mencari brangkas yang di maksud Andreas kepadanya. Dia bisa bernafas lega saat melihat brankas itu ada di dalam ruang kerja Andreas.
tit... tit... tit...
Klara memasukan nomor favorit Jenny yang tanggal pernikahan kedua orang tuanya itu, akhirnya brankas itu terbuka.
Klara melihat banyak sekali berkas-berkas disana tentang kejahatan Andreas dan Leon, beserta para anggota naga api lainnya. Disana juga ada sebuah rekaman, Klara mencoba menyalakan rekaman tersebut...
Terdengar suara Leon di rekaman itu.
Aku sangat kesal, kau harus membuat Bryan Kendrick, dia sudah berani mengkhianati aku!
Cepat kubur wanita itu, dia sudah berani menampar aku. Padahal aku hanya ingin bersenang-senang dengannya.
Aku ingin kau membunuh Anton secepatnya. Beraninya dia mau melaporkanku ke polisi!
Lalu bagaimana dengan Roni? Apa anak buahmu belum menemukannya?
Langsung bunuh saja dia, wajah dan identitasnya sudah diketahui polisi jangan sampai dia menyebutkan namaku.
Dan masih banyak rekaman lainnya.
Bukan hanya itu saja tapi ada juga sebuah pisau yang masih ada bercak darah di baluti tisu, itu adalah pisau yang digunakan Leon saat membunuh seseorang.
Dan ada juga kemeja putih yang ada banyak noda darah, kemeja itu yang dipakai Leon saat membunuh orang, dia menyuruh Andreas untuk membakarnya tapi Andreas malah menyimpannya untuk berjaga-jaga.
****************
"Tolong jelaskan pada kami apa maksud dari rekaman itu Pak Leon?"
"Apakah benar Anda terlibat pembunuhan 9 tahun yang lalu?"
"Apa benar anda hanya difitnah pak Leon?"
Leon di tanyai beberapa pertanyaan yang sama dari para wartawan mengenai rekaman yang disebarkan Sandi di televisi, saat acara siaran langsung itu.
Namun Leon berusaha untuk tetap tenang, dia menyembunyikan rasa gugupnya.
__ADS_1
"Itu hanya fitnah, rekaman itu hanya ingin menjatuhkan saya saja agar saya kalah dalam pemilu nanti. Jadi jangan mempercayai berita hoaks seperti itu... "
Pembicaraan Leon belum selesai saat melihat Klara datang kesana, tiba-tiba dia menampar wajah Leon
PLAKKK!!
"Arggghhh... " Leon meringis kesakitan, dia tidak tau apa maksudnya wanita yang baru berjumpa dengannya itu tiba-tiba menamparnya.
Sampai para wartawan shock melihatnya dan mengabadikan moment itu dalam sebuah rekaman video.
"Mengapa wanita itu menamparnya?"
"Berani sekali wanita itu menampar calon pejabat!"
"Wah moment ini menarik untuk menjadi tranding topik!"
Beberapa wartawan memiliki pemikiran yang berbeda-beda di kepalanya.
"Kenapa kau menamparku?" Leon tak terima di tampar seperti itu oleh Klara
Lalu Klara menyalakan rekaman suara Leon yang berada di brankas Andreas.
Aku sangat kesal, kau harus membuat Bryan Kendrick, dia sudah berani mengkhianati aku!
Cepat kubur wanita itu, dia sudah berani menampar aku. Padahal aku hanya ingin bersenang-senang dengannya.
Aku ingin kau membunuh Anton secepatnya. Beraninya dia mau melaporkanku ke polisi!
Lalu bagaimana dengan Roni? Apa anak buahmu belum menemukannya?
Langsung bunuh saja dia, wajah dan identitasnya sudah diketahui polisi jangan sampai dia menyebutkan namaku.
"Wah!"
"Wohhh!"
Para wartawan yang ada disana tercengang mendengarnya. Sementara Leon kelabakan mendengarnya, sungguh dia tidak mengerti mengapa ada rekaman suara dia, dia tidak menduga hal itu. Dia terlihat gugup sekali.
"Pak Leon, tolong jelaskan apakah benar dengan rekaman itu?"
"Tolong konfirmasi rekaman itu benar atau tidak!"
__ADS_1
"Mengapa suara itu mirip sekali dengan suara anda?"
Leon berusaha untuk menghindar namun dia melihat ada beberapa polisi datang.
"Aish... sial!"
Klara berusaha menahannya, "Kau mau kemana bajingan? Mengapa kau tega membunuh ayahku?"
Namun Leon malah mendorong Klara sampai Klara terjatuh, dia segera pergi untuk melarikan diri, sialnya dia bukan hanya di kejar polisi tapi juga di kejar wartawan yang terus mengabadikannya ke dalam sebuah video.
DOORRR!
Tiba-tiba ada yang menembak kaki Leon karena Leon berusaha untuk kabur dari polisi.
"Arrghhhtt...!" Leon meringis kesakitan memegang betisnya yang mengeluarkan banyak darah.
Ternyata Klara yang menembaknya, "Ini balasan karena telah membunuh ayahku!".
Akhirnya polisi berhasil menangkap Leon.
****************
Reyhan bertekuk lutut di hadapan tetua.
"Maaf, atas segala kesalahanku! Tetua pantas membunuhku!"
Tetua menundukkan kepala sebentar dan menghela nafas berat, dia sebenarnya merasa kecewa dengan pernyataan Reyhan, "Sekarang aku tidak mempedulikan hal itu, bagiku melihat kehancuran Andreas dan Leon sudah cukup. Jadi jangan pernah mencoba untuk pergi dari sini. The dark Devil adalah milikmu, kau pemimpinnya. Aku sudah terlalu tua untuk mengurus semua ini."
Reyhan merasa tersentuh dengan ucapan tetua. "Tetua!"
Tetua terbatuk-batuk, "Saat kita masih dipenjara, hubungan kita sangat dekat, karena itu kau sudah ku anggap anakku sendiri. Mana mungkin aku membunuhmu!"
Ya betul hubungan mereka sangat dekat, apalagi. waktu dipenjara dulu Reyhan begitu memperhatikan dan merawat tetua yang sakit parah karena luka tembakan itu sampai membuat paru-parunya rusak parah. Walaupun tetua selalu bersikap tegas dan kuat, tapi sebenarnya dia rapuh apalagi setelah kehilangan segalanya.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
__ADS_1
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...