Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Penembakan


__ADS_3

Suara sirine mobil polisi begitu nyaring terdengar di jalan raya, kedua mobil itu malaju dengan jarak yang lumayan jauh terpisah karena terhalangi beberapa mobil pribadi dan kendaraan umum.


Mobil yang di tumpangi Roni berada di urutan pertama, mobil itu melaju dengan kecepatan normal. Namun saat mobil itu melewati perempatan jalan, sebuah truk datang menghadang dengan kecepatan tinggi mengantam mobil itu.


JEGERRR!!!


DUARR!!!


Mobil yang di tumpangi Roni dan dua polisi itu jungkir balik beberapa kali karena terkena hantaman yang begitu keras dari truk besar itu.


Dengan santai supir truk turun dengan wajahnya yang di tutupi masker hitam dan bertopi hitam, dia menghampiri mobil yang sudah terjungkal itu.


"Arghhtt... " Terdengar suara ringisan seseorang di dalam sana sambil berusaha untuk keluar dari mobil yang sudah tidak jelas bentuknya.


Rupanya dia Roni, Roni berusaha keras untuk keluar ingin menyelamatkan diri, namun dia terkejut saat mengetahui ada seseorang sedang berdiri disana. Orang itu menodongkan pistol pada Roni.


"Ja-jangan bunuh aku, aku mohon!" Roni memohon-mohon dengan tubuhnya yang gemeteran karena belum siap untuk mati.


Namun... DOORRR!


Sebuah peluru berhasil melesat dengan cepat menembus kulit kepala Roni sampai Roni terkapar disana dengan mata yang masih melotot. Kepalanya banyak mengeluarkan darah segar.


Ada beberapa orang yang melihat kejadian itu hanya bisa menjerit apalagi orang yang bermasker hitam itu mengarahkan pistolnya kepada mereka untuk mengancam untuk tidak berani mendekatinya.

__ADS_1


Pria bermasker hitam itu ternyata adalah Petter, anak buah Leon yang bersifat rahasia, Petter sedikit berlari masuk ke dalam truk lagi saat mendengar suara sirine mobil polisi. Polisi segera mengejar truk yang di tumpangi Petter. Sementara Klara yang baru tiba di tempat kejadian dia berusaha untuk menolong kedua polisi yang masih berada di dalam mobil yang terjungkir balik itu di bantu polisi yang lain, sementara Roni sudah tidak bisa terselamatkan karena luka peluru di kepalanya.


Petter melajukan truk dengan kecepatan tinggi , dia menabrak apa saja yang ada di depannya, sampai membuat jalan raya terporak poranda karena ulahnya.


Petter menabrak sebuah mobil yang ada di depannya.


BRUKKK!!


Sampai mobil itu terjungkal mengenai mobil yang lain dan akhirnya terjadi kecelakaan beruntun. Menghalangi jalan polisi yang mengejarnya. Karena itu Petter berhasil kabur, di tempat yang tidak terlalu ramai, Petter segera turun dari truk bodong itu, dia menumpangi sebuah mobil yang sudah tersedia di tempat parkir di depan salah satu toko.


Semua CCTV sudah berhasil Petter rusak sebelum aksi penembakan itu, jadi tidak akan ada yang bisa mencurigainya, dimana dia tau kalau Roni berhasil di tangkap polisi? Karena dia juga seorang hacker yang ahli jadi bisa cepat mengetahui info tersebut dengan menyadap beberapa alat informasi disana.


****************


"Hahaha... kau memang hebat Petter, aku sudah tidak membutuhkan Andreas lagi, dia sudah mulai menua dan tidak bisa selalu aku andalkan. Suatu hari kamu yang akan menggantikan posisi dia dan menjadi Ketua Klan Naga Api menggantikan Andreas. " Leon menepuk-nepuk pundak Petter.


"Kita harus merencanakan pembunuhan Andreas, agar kamu bisa dengan cepat mengantikan posisi dia." Leon menepuk pundak Petter.


Sementara Petter terus mengepalkan tangannya dan menanggukan kepala.


Kring... Kring... Kring...


Ponsel Leon berdering, ternyata dari Andreas.

__ADS_1


"Apa tuan yang sudah membuat Roni mati?" tanya Andreas begitu Leon mengangkat telepon.


"Iya, aku menyuruh seorang pembunuh bayaran. Karena kau tidak becus sudah ku suruh beberapa kali untuk mencari keberadaan Roni, bagaimana kalau sampai Roni berhasil menyebutkan namaku?" Leon mengatakan itu dengan nada tinggi.


"Saya minta maaf, saya sudah mencarinya setiap hari... "


Klik!


Leon menutup telepon karena tidak ingin mendengarkan penjelasan dari Andreas.


"Dia sudah tidak becus lagi jadi pemimpin di Naga api!" gerutu Leon.


Sayangnya di Naga api sudah banyak yang memihak Andreas makanya Leon agak kesulitan untuk menghilangkan nyawanya.


Andreas memang tidak bisa berkonsentrasi karena lebih fokus mencari keberadaan Jenny, dia takut Reyhan akan membunuh Jenny apalagi Reyhan bilang akan memberikan dia kejutan nanti. Dia takut kejutan itu adalah mayat anaknya sendiri.


"Jenny! Ayah berharap kamu tidak kenap-kenapa, Jenny! "


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

__ADS_1


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...


__ADS_2