Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Malam Panas


__ADS_3

Selamat menikmati membaca untuk yang sudah menikah!!


Dan untuk yang masih sendiri, kita nangis bareng, oh salah ! kita berpelukan dari jauh hehe...


****************


Reyhan menekan tekuk Jenny memperdalam ciumannya menikmat manisnya bibir ranum dari wanita cantik itu, wanita ini selalu saja membuatnya bergairah, mampu membuatnya tidak sabaran untuk terus menjelajahi di setiap inci keindahan tubuh mulusnya.


Dengan cepat Reyhan menarik baju Jenny membuat beberapa kancing berjatuhan di lantai. Dan langsung menarik bra nya ke atas, lalu menyedot bagian pu ting nya yang masih berrwarna merah jambu, seperti seorang bayi yang kelaparan belum diberi ne nen oleh sang ibu. Dia terus menyesapnya dan menekan tubuh Jenny ke dinding kamar, sesekali dia memberikan gigitan kecil disana.


"Shhhh.... " Jenny mengigit bibir bawahnya untuk tidak men de sah. Ini baru awal, dia malu jika langsung men de sah begitu saja.


Reyhan menekan tubuh Jenny sampai Jenny merasakan ada yang mengganjal di bawah sana yang masih terbungkus kain. Reyhan kini menyerang bagian ceruk leher Jenny , dia terus menghisapnya bak seorang vampire.


"Akhh... " Jenny tak bisa menahan de sah hanya , betapa gelinya saat Reyhan terus menyesap lehernya membuat sekujur tubuhnya merinding menciptakan sebuah hasrat yang meminta untuk terus di jamah oleh pria perkasa itu.


Reyhan menggendong tubuh Jenny membawanya ke atas ranjang, dia melucuti seluruh pakaian Jenny dan dirinya. Dia menyerang kembali bibir Jenny, menyesap bibir bawahnya, sementara di bawah sana Reyhan terus menggesek-gesekan miliknya ke bagian luar milik Jenny dengan pelan.

__ADS_1


Gesekan itu membuat Jenny menggila, ikut terhanyut terbawa arus permainan yang dilakukan oleh Reyhan. Begitu geli dan juga terasa nanggung padahal dengan sekali hentakan bisa langsung bless masuk ke dalam, tapi Reyhan ingin mempermainkan Jenny dahulu.


Reyhan mulai mempercepat gesekan demi gesekan dibawah sana terus menyentuh benda yang empuk dan berlembah itu, sampai miliknya beberapa kali menyentuh benda kecil yang tersembunyi disana. Sementara bibirnya kini asik memainkan dua benda bulat favoritnya di dada Jenny.


"Akhhh... Rey, please...akh... !" Jenny menjadi tidak sabar ingin segera batang itu memasuki dirinya, tapi Reyhan malah terus mempermainkannya, hanya menggesekannya di luar saja. Membuat api bi ra hi nya semakin berkobar menggebu-gebu merasa belum terpuaskan. Kepalanya terasa pusing karena hasratnya belum tersalurkan.


"Memohon lah kepadaku, jangan malu-malu!" bisiknya Reyhan, dia mempercepat aktivitas dibawah sana sampai milik Jenny menumpahkan cintanya.


"Akhhh... cepat masukan Rey!" Jenny mencengkram punggung Reyhan menahan sesuatu yang yang terus keluar dari miliknya.


Reyhan tersenyum penuh kemenangan mendengar Jenny memintanya untuk segera memasukan dirinya.


Dengan sekali hentakan miliknya terbenam dengan sempurna di bawah sana. Dia membiarkannya begitu saja tanpa menggerakannya, merasakan kedua **** ***** mereka berdenyut dengan hebat.


"Akkhh... Jenny, kau selalu membuatku menggila!" Reyhan menggenjot tubuh Jenny dengan cepat.


Jenny semakin mempererat cengkramannya di punggung Reyhan, pria itu begitu perkasa terus meng gaga hi dirinya, mengeluar masukan batanganya dengan cepat, menciptakan rasa kenikmatan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata karena sungguh tak ada bandingnnya.

__ADS_1


"Selama aku di kota B, jangan macam-macam. Aku hanya pergi selama satu minggu. Tidak boleh ada satu orang pun menyentuhmu lagi!'' Reyhan semakin mempercepat gerakan pinggulnya yang berotot itu, terus me nyo dok bagian dalam daging yang teramat lembut itu.


Jenny menyadari sikap posesif Reyhan padanya dan selalu mengatakan bahwa dia adalah miliknya secara tidak langsung itu adalah bentuk rasa cinta dari Reyhan. Dia tidak akan mendesak Reyhan untuk mengatakan rasa cintannya, yang penting dia sudah mengetahui isi hati Reyhan padanya.


"Akhhh... " Jenny marasakan tubuhnya melayang jauh ke angkasa, merasakan miliknya terus mendapatkan desakan yang begitu hebat saat batang berurat itu terus bergerak-gerak di miliknya membuatnya menggelinjang hebat saat merasakan milikknya kembali tumpah.


"Reyhan... aku... akhhh"


Reyhan mencium bibir Jenny saat mengetahui Jenny sedang menumpahkan cintanya. Sementara dia masih kuat untuk terus menggempur lu bang kenikmatannya.


Reyhan melepaskan miliknya, dia menggendong tubuh Jenny ke sofa.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

__ADS_1


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...


__ADS_2