
"Karena kamu jarang berolahraga, kamu harus melakukan pemanasan dulu agar badan kamu fit."
Reyhan menyuruh Jenny untuk berlari di halaman rumahnya yang luas. Disana memang ada tempat khusus untuk jogging.
Jenny terus berlari dengan semangat sampai dia sudah berhasil berlari beberapa keliling.
"Sembilan! "
"Sepuluh!"
"Dua belas!"
"Tiga belas!"
Reyhan menghitung berapa kali Jenny berlari melewatinya.
"Hhhh... hhhh... aku capek!" Jenny membungkukan badannya sambil memegang kedua lututnya . Dia ngos-ngosan begitu sangat kecapean.
"Cepat lari lagi!" suruh Reyhan sambil menyilangkan tangan di dada.
"Ya ampun, kamu kejam sekali Rey. Kalau aku pingsan bagaimana?" keluh Jenny.
"Aku tidak akan menolongmu. Kau salah besar jika memintaku untuk mengajarimu. Banyak yang mengatakan aku adalah guru yang kejam" jawab Reyhan dengan santai "Cepat lari lagi!" tegasnya.
Jenny terpaksa berlari lagi beberapa kali putaran sampai dia merasa kakinya hampir mau copot, dia terduduk di aspal sana.
"Lebih baik kau menyerah, ini tidak gampang untukmu."
Jenny menatap Reyhan dengan tajam, "Kau sadis sekali. Seharusnya aku menyuruh Alex saja untuk mengajariku, hari ini pasti tangannya sudah sembuh."
Reyhan tak terima mendengarnya "Aku akan membuat tangannya terkilir lagi jika kau berani memintanya untuk mengajarimu."
Jenny terkekeh, "Cemburumu sangat menakutkan, Rey."
__ADS_1
"Aku tidak cemburu, tapi aku tidak suka jika milikku di sentuh orang lain." Reyhan mengatakan sambil menghampiri Jenny dan menggendongnya.
Jenny mengalungkan tangannya ke leher Reyhan, "Kau mau bawa aku kemana?"
"Ke tempat latihan, di sini ada tempat latihan khusus untuk bela diri. Akan lama jika harus menunggumu berdiri."
Reyhan membawa Jenny ke tempat latihan, ruangan itu sangat besar sekali, dan terletak agak jauh dari rumah Reyhan, Rumah Reyhan memang memiliki halaman yang sangat luas.
Saat itu mereka berdiri diatas matras.
"Nah pertama kau harus berdiri tegak lurus, yang paling penting kau harus bisa menjaga keseimbangan tubuhmu." Reyhan menekan punggung Jenny dengan jarinya, "Aku bilang tegak lurus!"
Jenny meluruskan badannya.
Reyhan yang berdiri di belakang Jenny, dia merapatkan tubuhnya pada Jenny dan memegang kedua tangannya dari belakang, dia membantu Jenny untuk meninju pukulan ke udara, "Saat kau memukul seorang, kau harus menggerakan pukulanmu dengan cepat dan tepat"
Lalu Reyhan melingkari perut Jenny, bibirnya tidak sengaja menyentuh leher jenjang Jenny, membuatnya sangat tergoda. Apalagi wangi aroma tubuhnya yang membuat dia tak bisa menahan diri. Dia mengecup beberapa kali leher Jenny, membuat Jenny kegelian dan terus memeluk Jenny dengan erat dari belakang.
"Rey, apa itu ada di dalam teori latihan bela diri ini?" Jenny menahan diri saat Reyhan mengecup lehernya dari belakang.
Reyhan berdecak "Ck, bagaimana bisa kau diam seperti itu jika ada yang ada kurang ajar padamu!"
"Hhh.... aku pikir kau sedang... " Jenny tidak melanjutkan perkataannya, dia merasa pusing dengan teori yang diberikan Reyhan itu.
"Teori berikutnya kau harus belajar latihan memukul," Reyhan kembali memeluk Jenny dari belakang. Dia mengepalkan tangan Jenny dan membantu Jenny memukulkan tangan ke udara dengan lurus, "Ini namanya pukulan straight punch,"
Jenny hanya mengangguk mencoba untuk mendalami tiap teori dan latihan praktek yang Reyhan ajarkan.
Reyhan masih memeluk tubuh Jenny dari belakang, dia membuat tangan Jenny tidak mengepal seperti tadi, dan membantunya melayangkan kembali ke udara, "Ini namanya pukulan knife hand,"
Kemudian Reyhan melipat tangan Jenny dan menaikan sikunya ke udara, "Ini namanya pukulan elbow strike,"
Dan Reyhan mengajarkan beberapa macam pukulan lainnya pada Jenny. Bukan itu saja mengajarkan Jenny cara menendang lawan dengan tendangan hentakan depan atau samping atau juga tendangan memutar.
__ADS_1
"Apa kau mengerti semua teori yang aku jelaskan padamu?"
Jenny mengangguk, "Ya aku paham."
"Oke, sekarang kita mulai memperaktekannya, anggap saja aku lawan. Kau harus berani memukulku... "
"Tapi bagaimana jika kamu terluka?"
"Apa kau akan selalu memikirkan itu jika sedang bertarung dengan lawanmu? Kau harus berani!"
Reyhan memberi aba-aba untuk memulai pertarungan di antara mereka. Dia membiarkan Jenny memperaktekan semua teori yang dia jelaskan padanya sehingga tangan itu terus memberikan beberapa pukulan pada tubuhnya.
Reyhan tidak berniat menyerang, hanya bertahan saja. Dia hanya tersenyum beberapa kali karena baginya tangannya itu hanya menggelitikinya saja, mungkin namanya juga latihan pertama.
Sampai akhirnya Jenny membuat tangan Reyhan berputar sehingga tubuh itu ada di belakangnya , agar dia bisa mengangkat tubuh Reyhan dengan menarik tangannya ke depan untuk membanting tubuhnya, Reyhan seakan diajak menari olehnya.
Rupanya tubuh Reyhan begitu berat untuk dia jungir balikan, dia terus mengakat lengan Reyhan yang berdiri di belakangnya, Reyhan membalikan keadaan, dia menangkap tubuh Jenny dan menghempaskannya ke matras, sampai dia juga ikut terhempas kesana dan menindih tubuh Jenny.
"Aku rasa latihan kita hari ini cukup sampai disini . Kau bisa dikatakan cukup bagus untuk seorang pemula." ucap Reyhan sambil menatap intens pada Jenny yang ada di bawah kungkungannya.
Jenny tersenyum mendapatkan pujian itu, "Benarkah?"
"Heeum, kau hanya perlu banyak berlatih saja. Aku rasa saatnya kau memberikan hadiah padaku!" Setelah mengatakan itu Reyhan mencium bibir Jenny. Jenny menyambut bibir itu dengan suka hati, dengan memegang wajah Reyhan.
Reyhan memang tak bisa mengendalikan yang satu hal ini pada Jenny, sebagai seorang pria sangat normal. Namun hanya Jenny seorang yang membuatnya bisa hilang kendali. Tidak untuk wanita lain.
...***************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
__ADS_1
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...