Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Malam Penuh Cinta


__ADS_3

Akhirnya lingerie yang di beli Jenny sia-sia, begitu sampai di rumah, Reyhan langsung menggedong Jenny ke kamarnya. Ciuman di mobil itu sungguh membuat hasratnya bergejolak , apalagi sekarang Jenny sudah tau isi hatinya.


Setelah sampai kamar, Reyhan membawa beberapa es batu kecil yang ada di wadah yang tersedia di kulkas di dalam kamar, dia menyimpannya di atas meja. Reyhan menarik Jenny membiarkan wanita itu duduk dipangkuannya, di antara kedua pahanya dan menghadapnya.


"Aku sangat mencintaimu, Jenny. Sangat mencintaumu." Reyhan mencium bibir Jenny kembali, kali ini ciuman itu begitu sangat menggebu-gebu, dia menciumnya sangat rakus.


Mereka melepaskan ciuman mereka sebentar, saling menatap dan mengatur nafas mereka yang hampir kehabisan nafas.


"Aku juga mencintaimu, Rey." Jenny memegang wajah Reyhan dan mencium bibir Reyhan kembali.


Mereka saling bercumbu dengan penuh bergairah, saling mengecap, saling merasakan kehangatan bibir mereka. Sementara tangan Reyhan dengan liar membuka kemeja yang di pakai Jenny, mereka berhenti ciuman sebentar saat Reyhan melepas kemeja itu dari tubuh indahnya dan di susul dengan membuka branya, dia melemparnya sembarang. mereka berciuman kembali, tangan Reyhan terus me re mas payu da ra nya dengan lembut.


Jenny mendesah di sela-sela ciuman panas itu karena tangan Reyhan dengan lihai memainkan pu ting nya dengan es batu. Sensasinya sangat luar biasa. Begitu dingin, membuat gairah semakin bergelora. Pu ting yang masih berwarna merah jambu itu kini menegang sempurna karena sentuan sentuhan yang terasa dingin dari tangan Reyhan.


Reyhan melepaskan ciumannya, mulutnya kini beralih melahap bulatan kenyal di dada Jenny. Jenny tak bisa berhenti mende sah, menikmati sentuhan itu. Dia semakin membusungkan dadanya, menengadah ke atas.


Reyhan memasukan es batu ke mulutnya dan mengulum pu ting Jenny membiarkan es batu bermain disana, Jenny semakin di buat tak berdaya, dia memeluk dengan erat kepala Reyhan, mencengkram rambutnya dengan kuat, membiarkan Reyhan terus menikmati bulatan kenyal di dadanya. Tiada hentinya dia mendesah dan meracau, begitu sangat menikmati apa yang Reyhan lakukan padannya.


"Akh... Rey, I love you Rey akh... "


"Aku lebih mencintaimu, bahkan aku sangat tergila-gila padamu." Reyhan kembali menghisap bagian pu ting itu, memainkannya dengan lidah dan es batu yang sudah mulai meliur disana.


Lagi-lagi Jenny di buat men de sah karenanya.


"Kau menyukainya?" tanya Reyhan.


Jenny mengangguk, "Iya, aku menyukainya."

__ADS_1


Reyhan tersenyum puas dengan jawaban dari Jenny, dia mendudukan Jenny di sofa, sementara Reyhan berlutut di lantai, dia membuka rok mini yang dipakai Jenny beserta kain segitiganya, sehingga terpampang sangat nyata sebuah surga miliknya.


Reyhan kembali memasukan es batu kecil itu ke mulutnya dan mulai memberi sentuhan dingin pada milik Jenny.


Jenny hampir menjerit penuh kenikmatan. Mulut Reyhan begitu sangat dingin menciptakan sensasi yang teramat luar biasa. Membuatnya melayang - melayang. Beberapa kali Jenny menggeliatkan tubuhnya. Menggelinjang dengan hebat saat lidah yang sangat dingin itu terus menerus memainkan benda kecilnya. Lalu Reyhan menyedotnya sangat kuat, sampai Jenny merasakan ada yang tumpah keluar.


Reyhan segera membuka bajunya, dan Jenny membantu Reyhan membuka celananya, tanpa di duga Jenny memasukan batang berotot itu ke dalam mulutnya. Ini pertama kalinya Reyhan merasakannya, sampai dia mengerang.


"Arggghht... Jenny!"


Jenny tidak ingin selalu dipuaskan, kini dia juga ingin memuaskan Reyhan, suaminya. Dia memainkannya seperti sedang mengu lum lolipop. Reyhan semakin tersulut api bira hi dibuatnya.


Setelah merasa puas, Reyhan mengeluarkan miliknya dari mulut Jenny. Jenny merebahkan dirinya di atas Sofa, membiarkan Reyhan dengan cepat berada diatasnya dan menyatukan kedua tubuh itu. Keduanya sama-sama mengerang saat keduanya menyatu, merasakan kedutan yang luar biasa.


Reyhan semakin mempercepat pompahannya, terus membuat tubuh Jenny terguncang hebat. Membawanya pergi menggapai cakrawala. Malam ini mereka melakukannya dengan penuh cinta karena sudah tau perasaan mereka masing-masing.


Jenny terus meremas rambut Reyhan yang kepalanya terbenam sempurna menyesap pa yu draa nya, sangat di buat tak berdaya menahan setiap kenikmatan yang Reyhan berikan padanya. Sementara dibawah sana tiada hentinya bergerak menguasai dirinya, maju mundur dengan cepat, membuatnya terus beberapa kali menyebutkan nama sang suami di dalam de sa hanya. Sampai Jenny merasakan pelepasannya.


Reyhan merasakan ada kehangatan yang Jenny tumpahkan sampai miliknya terasa di remas dan berdenyut dengan hebat. Beberapa kali dia menengadah ke atas merasakan betapa nikmatnya becinta malam ini. Sampai akhirnya dia menyemburkan cinta nya ke dinding rahim Jenny.


Dengan terengah-engah dia mencium bibir Jenny, peluh keringat bercucuran dari kedua tubuh mereka, Reyhan menatap dengan lembut wajah sang istri, dia menyadari betapa beruntungnya dia memiliki wanita secantik Jenny, bukan hanya cantik tapi dia yang telah membuat hari-harinya terasa hidup kembali.


"Aku sangat mencintaimu, Jenny." Reyhan sudah beberapa kali mengungkapkan rasa cintanya, rasanya dia tidak puas jika hanya mengucapkannya satu kali.


"Aku juga, sangat mencintaimu, Rey."


Mereka berciuman kembali.

__ADS_1


****************


Jenny menatap bintang-bintang di balik jendela kamar, malam itu entah mengapa terasa sangat indah. Mungkin karena dia sudah tau isi hati Reyhan padanya, dia merasa orang yang paling bahagia malam ini, apalagi Reyhan akan mengajaknya tinggal bersama di Jerman. Tapi Jenny kepikiran kembali dengan kesalahan ayahnya pada Reyhan.


Apa aku pantas dicintai olehnya? Apa aku pantas hidup bahagia dengannya?


Reyhan memeluk tubuh Jenny yang sedang berdiri di depan jendela, saat itu mereka hanya menggunakan bathrobe. Reyhan memeluk erat tubuh Jenny dari belakang sambil mencium pucuk kepalanya dengan lembut.


"Apa ada yang sedang kau pikirkan?" tanya Reyhan.


Jenny menggeleng, "Tidak."


"Besok kau boleh bawa mobil mana saja yang kau suka, nanti aku suruh bodyguard untuk menjadi supirmu."


"Tidak perlu, aku ingin pergi sendiri." Jenny tau Andreas seperti apa, bisa saja dia malah menghabisi bodyguard yang ditugaskan oleh Reyhan.


Reyhan terpaksa mengalah, "Ya sudah, kau janji harus pulang. Aku akan menunggumu disini. Setelah itu mari kita membuka lembaran baru kehidupan kita di Jerman nanti."


Jenny hanya tersenyum dan menganggukan kepala.


Demi aku, pria ini rela melupakan semua dendamnya pada ayahku, padahal kesalahan ayah begitu besar kepadanya. Bahkan dia rela meninggalkan semuanya. Haruskah aku egois berpura-pura tidak tau tentang penderitaan yang dia alami selama ini? Mengapa hatiku tidak tenang!


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

__ADS_1


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...


__ADS_2