
Reyhan masih menautkan bibirnya pada Jenny yang berada di bawah kungkungannya dengan penuh naf su, hampir setengah jam dia mengobrak abrik bibir yang manis itu, menyusuri di setiap inci mulutnya dan terus menyesapnya untuk melampiaskan rasa rindunya selama satu minggu ini.
"Karena kamu masih kelelahan, jadi aku nyicil dulu hadiahnya. Hadiah yang aku inginkan nanti malam saja." ucap Reyhan begitu melepaskan ciuman panasnya.
Jenny tau hadiah apa yang diinginkan Reyhan.
Jenny tersenyum manis sambil mengusap wajah Reyhan yang masih berada di atasnya "Baiklah."
Reyhan memposisikan dirinya di samping Jenny, dia takut Jenny merasa berat jika dia terus berada di atasnya. "Tapi aku ingin malam ini special."
"Special? Apa yang selama ini kita lakukan tidak special?" Jenny tidak mengerti.
"Selama ini hanya aku yang meminta, aku ingin... "
"Baiklah nanti malam aku akan menggodamu dengan memakai lingerie yang sangat sek si." goda Jenny sambil mengedipkan mata.
Reyhan jadi tidak sabar untuk menantikan malam ini, tapi dia pura-pura biasa saja. "Oke. Hm... Aku ingin melihat keadaan Sandi, kau mau ikut?"
__ADS_1
"Tentu saja, aku harus melihat keadaannya, dia sudah berusaha keras untuk melindungiku. Setelah itu ayo kita berkecan, aku ingin hari ini menghabiskan banyak waktu denganmu." Jenny mengatakan itu sambil terus memegang wajah Reyhan , dan mengusap lembut wajahnya. Mereka masih tiduran di matras.
"Kenapa kau mengatakannya seakan tidak ada hari esok." Reyhan memegang tangan Jenny yang terus menyentuh wajah tampannya. Tangan itu membuatnya nyaman. Lalu mencium tangan Jenny dengan lembut.
Jenny menarik nafas dalam-dalam , "Bolehkah besok aku menemui ayahku?"
Perkataan Jenny membuat Reyhan terkejut, dia segera bangun dan terduduk di matras itu.
"Hanya sebentar, tiba-tiba aku sangat merindukan ayahku dan ada yang harus aku bicarakan padanya." Jenny ikut bangun dan memeluk pundak Reyhan.
"Apa itu alasanmu memintaku untuk mengajarimu latihan bela diri?"
Tapi Jenny tidak menjawab pertanyaan Reyhan yang itu, "Aku hanya ingin pergi sebentar, setelah itu aku akan pulang kesini. Kau yang bilang aku adalah milikmu, ya kau benar aku adalah milikmu karena itu aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Percaya padaku!"
"Bukan begitu, tapi... "
"Semalam aku bermimpi buruk tentang ayahku, bagaimanapun dia adalah ayahku, aku ingin bertemu dengannya sebentar." Jenny menambahkan perkataannya di dalam hati : Aku ingin membujuk ayahku untuk menyerahkan diri ke polisi agar ayah bisa menerima hukuman yang pantas dengan apa yang telah ayah lakukan. Bagaimana pun juga ayahku bersalah, ayah harus mendapatkan konsekuensinya.
__ADS_1
Reyhan terpaksa mengangguk, "Baiklah, tapi aku ikut denganmu. Aku akan menunggu di luar. "
"Tidak perlu, aku akan pergi sendiri. Percayalah aku pasti pulang. " Jenny tidak ingin Reyhan bertemu dengan Andreas yang akan mengakibatkan terjadinya pertumpahan darah nantinya.
Reyhan terpaksa mengangguk.
Jenny tersenyum lebar karena Reyhan telah mengizinkannya pulang besok, dia memeluk Reyhan dengan manja, "Aku tidak akan menginap dan langsung pulang kesini lagi. Jadi kau tidak perlu khawatir."
Reyhan membalas pelukan Jenny, dia mendekap erat tubuh itu dan mencium pucuk kepalanya.
Demi kamu, aku sudah memutuskan untuk melupakan semua dendamku. Aku memilih untuk mengikuti perasaanku padamu. Aku akan mencari sebuah tempat yang tidak ada satu orang pun menemukan kita, aku ingin hidup bahagia denganmu, Jenny.
...****************...
...Sudah othor katakan novel ini tidak akan banyak episode nya. Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba end nanti....
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah, Terimakasih untuk yang sudah memberikan itu semua 🙏😁...
__ADS_1