
"Akh... Rey... akhh... "
Lagi-lagi de sa han itu keluar dari mulut manis Jenny saat Reyhan terus menghisap pu ting nya, Rey terus saja menyesapnya dan me..lu mat nya, sesekali dia meninggalkan tanda merah di bongkahan yang mulus dan putih itu.
Jenny semakin mengerang dibuatnya, Jenny tidak mengira bahwa dia akan dibuat tidak berdaya itu oleh Reyhan, padahal ini hanya bagian atasnya saja.
Reyhan mulai membuka bajunya, hingga terlihat jelas otot-otot perutnya yang sixpack itu. Jenny melihat ada tatto yang menghiasi dada Reyhan semakin membuatnya terlihat gagah, Jenny menelan saliva berkali-kali melihatnya.
Reyhan kembali mencium bibir Jenny, melahapnya dengan rakus. Sementara tangannya terus me re mas bulatan kenyal itu di dada Jenny.
"Mmmhhhhhh... " Jenny hanya bisa men de sah di sela-sela ciuman panasnya bersama Reyhan, tangannya mulai meraba-raba punggung Reyhan. Sementara perban itu masih menempel di bahu bagian belakangnya Reyhan, jangan sampai dia menyentuh luka itu.
Reyhan kembali melahap su su Jenny dan memainkan bagian pucuknya lagi dengan lidahnya yang menari-nari disana.
__ADS_1
"Akh... " Jenny kembali men de sah dan membusungkan dadanya walaupun di berusaha keras agar de sa han itu tidak keluar tapi tetap saja lolos dari mulutnya.
Reyhan menyeringai puas melihat reaksi Jenny seperti itu, dia langsung melahap dengan rakus dua bongkahan yang kenyal itu, rasanya dia ingin memasukan semuanya ke mulutnya tapi tidak akan muat, Jenny memiliki ukuran pa yu da ra yang lumayan besar.
Reyhan mulai membuka celana Jenny, Jenny sedikit terbelalak karena kepemilikannya akan dilihat jelas oleh Reyhan , membuat rona wajahnya memerah menahan malu, tapi rasa malu itu tidak sebanding dengan rasa nikmatnya sentuhan demi sentuhan yang telah Reyhan lakukan pada tubuhnya.
Jenny sudah tidak peduli lagi tentang siapa yang akan mengambil kesuciannya itu, karena malam ini dia sudah ikut terhanyut dalam gairah yang begitu membara di jiwanya walaupun hanya satu kali, hanya malam ini. Dia sudah tidak teringat lagi dengan niatnya untuk menaklukkan hati Reyhan, karena malam ini dia yang akan ditaklukan oleh Reyhan. Dia sungguh ingin secepatnya dipuaskan.
Kini dibawah sana hanya terbungkus kain tipis saja karena Reyhan sudah melemparkan celananya ke lantai. Reyhan mulai membuka sedikit demi sedikit kain itu karena ini untuk pertama kalinya dia akan melihat indahnya kepemilikan seorang wanita.
"Hmm?" Reyhan menatap tajam pada Jenny karena telah mengangggu konsentrasinya.
"Bisa kah kau tutup matamu? "
__ADS_1
"Untuk apa?" tanya Reyhan sedikit menyentak karena sudah menjeda aksinya.
"Aku malu jika kau melihatnya."
"Kenapa harus malu? Seharusnya kau sudah mempersiapkan semuanya sebelum menggodaku!"
"Aku pikir kau bukan pria mesum!" sewot Jenny.
Reyhan menghela nafas saat di katakan mesum, "Aku pria normal, semua pria akan seperti ini jika telah di goda. Jadi nikmati saja akibatnya!" Reyhan mengatakan sambil membuka dengan cepat ce la na dalam Jenny.
"Reyhan!"
Reyhan tertegun saat memandangi kepemilikan Jenny di bawah sana, begitu terlihat sangat indah dan menggoda.
__ADS_1
Reyhan yang duduk di antar kedua paha Jenny, dia mundur sedikit menggeserkan posisi duduknya dan membungkukan badannya. Dia mulai menjulurkan ludahnya ke milik Jenny, lalu mencumbunya seperti sedang berciuman.
"Akhh... Rey...Reyhan akh!" Kali ini sensasinya sangat berbeda dari sebelumnya, membuat tubuh Jenny menegang lalu menggelinjang begitu hebat merasakan gelinya dibawah sana.