Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Kamu Tidak Boleh Pergi


__ADS_3

"Sial!" Reyhan kehabisan peluru. Dia tidak mempersiapkan semuanya karena tidak tau kalau akan ada penyerangan seperti ini. Dia berniat hanya ingin memastikan keselamatan Jenny saja yang akan menemui Andreas.


"Re-Reyhan." Jenny memanggil namanya, kesadaranya sudah pulih 100 persen.


Petter berdiri dari duduknya sambil tangannya terus menodongkan pistol ke Jenny.


"Lepaskan dia brengsek!" Reyhan mengucapkannya dengan penuh emosi yang begitu membara.


Petter malah terkekeh dengan sikapnya yang santai. "Kita tidak pantas menjadi musuh, seharusnya kita bersatu untuk membunuh mereka."


"Seharusnya waktu itu aku membunuhmu. Tapi Jenny yang memintaku untuk tidak membunuhmu, dia yang yang menyelamatkanmu. Apa kamu tega membunuh orang yang sudah menyelamatkan nyawamu?"


Petter memang tidak sadarkan diri saat itu.


"Aku awalnya sama denganmu, tapi aku rasa hidupku tidak akan tenang jika kita terus menyimpan dendam di diri kita. Lebih baik kita menyerahkan mereka ke polisi, kita tidak bisa hidup seperti ini terus menerus."


Petter malah tertawa kecil, "Karena cinta seorang Reyhan yang begitu ditakuti musuh kita menjadi berubah seperti ini. Sayang sekali, kita berbeda."


"Bunuh saja aku, lepaskan anakku! Kau hanya berurusan denganku." ucap Andreas pada Petter dengan nada tinggi.


"Jangan bicara begitu ayah!" Jenny menangis mendengar ucapan Andreas.


"Maaf, sampai akhir ayah tidak bisa menjadi ayah yang baik untukmu. Karena ayah kamu mendapat kesulitan seperti ini. Ayah malu mengapa kau memiliki ayah sepertiku." Andreas memegang tangan Haikal yang sedang menodongkan pistol padanya. "Cepat bunuh aku! Tapi aku minta tolong lepaskan anakku, aku tidak pantas minta maaf pada kalian, aku tidak pantas untuk dimaafkan. Kalian berhak untuk membunuhku. Asal jangan menyakiti anakku."


Tangisan Jenny semakin pecah mendengarnya. "Ayah!"


"Hmm baiklah kalau itu maumu." Petter menodongkan pistol ke Andreas, Reyhan dengan cepat berlari dan menendang tangan Petter sampai pistol itu terjatuh ke lantai. Sehingga terjadi perkelahian di antara mereka.


Sementara Andreas dia mencoba untuk merebut pistol itu dari Haikal, namun sayangnya kalah cepat...


Doorrrr...


Sebuah peluru tembus mengenai lehernya. Bukan hanya leher, kini Haikal menembak Andreas ke tubuhnya beberapa kali.


"AYAAAAAAHH...!" Jenny menjerit histeris. Dia berlari memeluk Andreas.


"A-yaaah... Jangan tinggalkan Jenny, ayah!" Jenny menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


Darah bercucuran bersamaan dengan air mata, "Je-Jenny! Ma-maafkan ayah! A-a-ayah tidak bisa men-men-men-ja-ga-mu.... " Andreas mengucapkannya dengan nafas tersenggal-senggal dan memegang wajah sang anak.


Jenny terus menangis, air matanya mengalir begitu deras.


Tangan itu pun akhirnya terkulai lemas dan jatuh ke lantai. Andreas mengembuskan nafas terakhirnya.


"Oh tidak! Ayaaaahh!" Tangisan Jenny semakin pecah.


"Ayaahhhh...!"


Sementara Haikal berjalan menjauhi mereka untuk menolong Petter yang dihajar habis-habisan oleh Reyhan. Jenny melihat pria itu mengarahkan pistol ke arah Reyhan yang sedang berkelahi dengan Petter.


"Oh tidak! Reyhan awas!" Jenny berlari dengan cepat dan memeluk badan Reyhan yang berhasil membuat Petter kalah dalam perkelahiannya.


Dorrrr...


Peluru itu melesat dengan cepat menembus punggung Jenny.


"JENNYYY...!" Teriak Reyhan.


Jenny kehilangan keseimbangannya dan hampir terjatuh ke lantai. Reyhan menahan tubuh itu dengan kuat.


"Je-jenny... "


Ini kesempatan yang bagus untuk Haikal saat melihat Reyhan yang lengah, dia ingin mengarahkan pistolnya kembali pada Reyhan, namun tiba-tiba ada sebuah peluru melesat mengenai tangannya.


Doorrr...


"Arggggttt.. "


Pistol itu pun terjatuh ke lantai.


Reyhan kaget saat melihat ada tetua datang kesana.


Tetua hanya menghela nafas menatapanya, dia melihat Petter yang terbangun kembali, tetua menembak dada Petter.


DOR!

__ADS_1


"Arrrggttt!" Petter meringis kesakitan.


"Pergilah! Aku akan mengurus sisanya!" suruh tetua, ternyata dia datang bersama beberapa anggota the drak devil, termasuk Jefri.


Reyhan segera menggendong Jenny membawanya ke mobil.


Tetua melihat Andreas yang sudah tidak bernyawa lagi, "Sayang sekali aku tidak diberi kesempatan untuk membunuhmu!"


"Re-Reyh..." Jenny sulit sekali untuk berucap, badannnya merasakan kesakitan yang luar biasa. Dan badannya mulai melemah.


"Jangan banyak bicara! Bertahanlah!" Reyhan mencoba untuk menghentikan pendarahan dengan menekan tubuh Jenny yang terluka itu dengan melingkari tubuh itu dengan jasnya dengan kuat.


"Kau harus tetap sadar Jenny, bertahanlah!"


Jenny yang wajahnya mulai memucat dan nafasnya sudah tak beraturan dia menahan Reyhan yang akan menyetir mobil.


Tangannya memegang wajah Reyhan sambil tersenyum "Ma-afkan aku, jika aku ti-dak bisa menemanimu la-gi... "


"Jangan bicara begitu! Kau tidak boleh meninggalkanku! Aku tidak mau mendengarnya!" Reyhan tak terima dengan apa yang akan diucapkan Jenny. Dia segera menyetir mobilnya.


Tubuh Jenny semakin melemah,kepanikan dan rasa ketakutan Reyhan semakim brtambah saat menyadari Jenny telah memejamkan matanya, Reyhan menghentikan mobilnya.


"Oh tidak Jenny!"


"Cepat bangun!"


"Kau tidak boleh pergi!"


"Bertahanlah!"


Terdengar suara tangisan di mobil itu. Siang itu entah mengapa hujan turun begitu sangat deras. Langit yang cerah kini berubah menjadi gelap. Air yang mengalir menyatu dengan banyak darah yang bertebaran di halaman rumah yang megah itu.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

__ADS_1


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...


__ADS_2