
Di perbatasan sebuah negara B di Afrika....
Setelah terjadi peperangan hebat, banyak sekali yang terluka disana , karena itu disana membutuhkan tenaga medis, banyak dokter relawan disana dari berbagai negara. Dan Jenny sudah 2 bulan menjadi dokter relawan disana.
Saat itu ada seorang pria mengamuk karena tidak terima jika saudaranya yang mati, padahal dokter disana sudah berusaha keras untuk menyelamatkannya.
" Ek kan nie my broer se dood aanvaar nie, jy moet verantwoordelikheid neem! (aku tidak terima saudaraku mati, kalian harus bertanggung jawab)!" Pria itu menodongkan sebuah senjata tajam pada dokter relawan disana.
Dia mengancam mereka akan membunuh dokter relawan disana karena tidak terima saudaranya mati.
Jenny mendapat laporan dari seseorang tentang masalah ini, "Ada apa ini?" Jenny saat bertemu dengan tim medis dari Indonesia.
"Dia tidak terima saudaranya meniggal, padahal kami sudah berusaha dengan keras untuk menyelamatkan nyawanya tapi tidak berhasil, Dok!"
Jenny menghampiri pria itu, sementara pria berkulit hitam itu terus berjalan mundur ke belakang dan mengancam Jenny dengan pisau, "Moenie naby kom nie! Of jy wil hê ek moet doodmaak! (Jangan mendekat! Atau kau ingin aku bunuh! ) "
Jenny berusaha untuk membujuknya "Sit vinnig jou wapen neer (Cepat letakan senjatamu!"
Pria itu terpaksa untuk menyerang Jenny, dengan cepat Jenny menghindar dan mensleding kaki pria itu hingga terjatuh, dia menahan kedua tangannya, lalu membuang pisau di tangannya.
"Laat my gaan! Laat my gaan! ( Lepaskan saya)! (Lepaskan saya)!" teriak pria itu.
__ADS_1
Jenny meminta seseorang disana untuk memanggil team keamanan, "Cepat suruh team keamanan kesini!"
Akhirnya team keamanan datang kesana dan meringkus pria itu.
Prok! Prok! Prok!
Terdengar suara tepukan tangan disana, Pandangan Jenny beredar mencari siapa yang bertepuk tangan. Jenny tersenyum manis saat melihat siapa yang bertepuk tangan itu, Ternyata Reyhan, dia datang kesana untuk menjemput sang istri, hari ini adalah tugas terakhir Jenny menjadi dokter relawan disana. Sudah dua bulan mereka tidak bertemu. Pastinya rasa rindu sangat menyiksa mereka.
"Rey!" Jenny berlari ke arah Reyhan dan memeluknya.
Reyhan membalas pelukan itu dengan erat dengan sedikit mengangakat tubuhnya. "Kau sangat hebat!"
"Kenapa kau datang kesini?" tanya Jenny.
"Karena aku merindukanmu dan ingin menjemput istriku yang jelek ini." Reyhan mengacak-acak rambut Jenny.
"Ah ya ampun!" Jenny membereskan rambutnya dengan kesal.
"Apa selama disini kamu genit pada pria lain?" Reyhan mengatakannya sambil mencubit kedua pipi Jenny. wanita itu memang selalu menggemaskan.
"Tidak! Aku disini bukan untuk tebar pesona tapi untuk menjadi dokter relawan. Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu, pasti banyak sekali wanita yang banyak menggodamu."
__ADS_1
Reyhan menyilangkan tangan, "Tentu saja banyak sekali."
"Hhh... " Jenny mendengus mendelikinya.
Reyhan terkekeh dan langsung merangkuh tubuh mungil itu, "Tapi aku tidak tertarik. Hanya kamu satu-satunya wanita yang membuat aku bergairah, jadi jangan khawatir. Apalagi di hatiku, hanya ada kamu."
Jenny tersipu malu.
"Hmmm... sepertinya istriku semakin jago bela diri,"
Jenny mengedipkan matanya dan tersenyum manis "Tentu saja istri seorang mafia harus bisa berkelahi!"
"Jangan menggodaku, ini masih siang!" Reyhan paling tidak tahan jika melihat Jenny tersenyum manis seperti itu. "Ayo cepat kemasi pakaianmu, aku mau membawamu ke suatu tempat."
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
__ADS_1
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...