Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Sama-sama Menikmati


__ADS_3

Reyhan berdiri sambil mengangkat tubuh Jenny yang dari tadi duduk di pahanya, dia tidak membiarkan kedua bibir mereka terlepas. Sementara Jenny terus memeluk leher Reyhan dan mengaitkan kedua kakinya di pinggang Reyhan.


Reyhan merasakan badannya terasa sangat panas di sekujur tubuhnya padahal dia sering melihat wanita malam yang datang mengodanya dengan berpakaian yang sangat seksy atau telan jang bulat di depannya. Tapi tak mampu membuatnya bergairah.


Tapi wanita ini mampu membangunkan sesuatu di bawah sana.


Reyhan membaringkan tubuh Jenny di atas kasur dan membiarkan dirinya berada di atas tubuh Jenny, dia masih menginvasi bibirnya Jenny, dia menyesap dengan kuat bibir itu dengan menuntut.


Reyhan mulai menciumi leher Jenny yang putih itu, sesekali dia menyesap lehernya dan meninggalkan beberapa tanda merah disana. Membuat Jenny menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah. Namun tubuhnya berkata lain, tangannya reflek menekan rambut Reyhan dan mencengkramnya dengan sangat kuat, dia begitu sangat terhanyut dalam permainan Reyhan.


"Mendesah saja, jangan di tahan. Karna ini pertama dah terakhir bagi kita." ucap Reyhan dengan percaya dirinya bahwa dia tidak akan menginginkan tubuh Jenny lagi.


Jenny merasa geram dengan rasa percaya diri Reyhan, mungkin karena dia bisa di bilang mafia yang paling polos seperti authornya 😁 yang tidak tau rasanya bercinta itu seperti apa, makanya dia begitu sangat percaya diri akan tidak akan menginginkan lagi setelah melakukan ini dengan Jenny.

__ADS_1


Jenny membuat posisi Reyhan berada di bawahnya, kini dia mulai mendominasi permainan malam ini. Dia mencium bibir Reyhan, menautkan bibir mereka kembali.


Reyhan tak mau kalah, dia kembali membuat Jenny berada dibawah kekuasaannya, mulai membuka baju Jenny dengan kasar, dia melempar sembarang baju itu ke lantai.


Jenny tampak tegang saat Reyhan memandangi dua bongkahan kembar yang masih terbungkus bra itu.


Benarkah dia akan melakukannya malam ini ? Jenny menelan saliva berkali-kali dengan nafas terengah-engah.


Reyhan me..re mas-re .. mas dua bongkahan yang masih tertutup bra itu, Lagi-lagi Jenny mengigit bibir bawahnya agar tidak me..nde..sah.


Reyhan langsung melahap seperti bayi yang sedang menyu su.


"Akh... " kali ini Jenny tidak bisa menahan de sa han itu, apalagi saat Reyhan menghisap bagian pu ting nya. "Akh... Rey!"

__ADS_1


Reyhan malah menyeringai saat mendengar ******* yang keluar dari bibir manis Jenny, dia mengecup bibir Jenny sebentar, "Kau kalah!"


Reyhan kembali mengulum bagian atas dari bongkahan itu silih berganti, menghisapnya seperti sedang menyu su, ternyata untuk melakukan semua itu tidak dibutuhkan pengalaman tapi memang reflek begitu terbawa alur yang begitu menggairahkan.


"Rey akh..." Jenny menekan kepala Reyhan membenamkannya di dadanya untuk bermain dengan dua bongkahan miliknya itu. Sampai dia tidak sadar telah membusungkan dadanya untuk meminta Reyhan terus bermain disana.


Reyhan semakin rakus melahap dua bongkahan itu, sungguh membuatnya candu ingin terus bermain dengan dua benda yang sangat menggemaskan itu. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia membiarkan lidahnya bergerilya disana, menggelitiki bagian pucuknya, lalu menghisapnya dengan kuat.


Jenny benar-benar tak berdaya dibuat olehnya, Reyhan memang telah menyiksanya dengan sebuah kenikmatan yang membuatnya terus mendesah.


bersambung....


****************

__ADS_1


...Terimakasih atas like, komen, vote dan hadiahnya. Maaf kalau belum sempat balas komen satu-satu, setiap author pulang kerja pasti langsung baca komen kalian membuat author makin bersemangat untuk melanjutkan novel ini. 🙏🙏😁😁...


__ADS_2