
Siang ini...
Jenny sedang berada di Markas Satu , dia untuk sementara menggantikan Dokter Bon disana, dan Sandi akan selalu setia menjadi pengawal pribadinya untuk mengawasi Jenny.
Jenny terperangah saat memasuki Markas Satu, disana banyak sekali pria yang memperlihatkan roti sobeknya, para pria itu sedang sibuk latihan, ada yang latihan secara solo ada juga yang latihan dengan saling bertarung.
"Wah!" Seru Jenny saat melihat banyak roti sobek disana.
"Ehmm" Sandi mengingatkannya.
Para pria disana langsung menghentikan aktivitas mereka saat melihat Jenny masuk, ini pertama kalinya ada seseorang wanita masuk ke sana, apalagi wanita itu sangat cantik dan mempesona sampai mereka terperangah saat melihat kecantikan Jenny.
"Perkenalkan dia ini Jennifer, untuk sementara dia akan menggantikan Dokter Bon disini." Sandi memperkenalkan Jenny pada mereka. Anggota The Dark Devil disana memang tidak tau Jenny seorang tawanan, karena itu hanya urusan Tetua Dego dan Reyhan saja, yang tidak perlu melibatkan banyak orang. Kecuali nanti kalau akan menyerang Markas Naga Api, apalagi Reyhan sudah mengetahui dimana tempatnya.
Tujuan Reyhan dan Jefri ke kota B adalah untuk menyerang sebuah tempat penjagalan klan Naga Api, disana lah mereka melakukan hal yang teramat sadis pada manusia korban penculikan. Reyhan memang ingin menyerang bagian terkecil dulu.
"Besok saya akan ke kota B untuk menyerang Markas kecil Naga Api." lapor Reyhan pada tetua lewat sambungan telepon.
"Oke, jangan sampai terluka. Aku usahakan secepatnya pulang dari sini, tidak akan sampai satu bulan." jawab tetua.
__ADS_1
"Iya, tetua."
Reyhan dan Jefri akhirnya menyerahkan Roni ke polisi yang datang kesana. Termasuk menitipkan ketiga anak yang Roni culik.
Saat itu ada tiga mobil, dua mobil polisi, dan satu mobil pribadi milik Klara.
"Terimakasih atas kerjasamanya saudara Reyhan, karena sudah menangkap buronan Roni dan melaporkannya pada kami ." ucap salah satu polisi disana.
"Iya," Reyhan memang sengaja tidak membunuh Roni karena dia hanya ingin dunia mengetahui kejahatan Andreas dan Leon.
Para polisi menggiring Roni masuk ke dalam mobil, sementara ketiga anak di bawa ke mobil polisi yang satu lagi.
Jefri merasa terharu sambil membalas lambaian tangan dari ketiga anak yang sudah beberapa hari di asuh olehnya. Dia tidak malu lagi pada tatto yang menghiasi tubuhnya.
Kedua mobil polisi itu akhirnya berangkat, tinggal hanya ada Reyhan, Jefri dan Klara. Jefri memilih masuk ke dalam Markas untuk menghargai privasi mereka.
Reyhan memberikan handphone Roni dan rekaman suara yang berisi pengakuan Roni itu pada Klara. "Mungkin rekaman dan handphone ini gak begitu kuat jadi bukti kalau aku tidak membunuh ayahmu, tapi kesaksian Roni yang akan menguatkan bukti ini. Roni akan mengakui semuanya."
Klara meraih handphone dan rekaman itu, "Aku belum bisa mempercayai kamu sebelum semuanya terbukti dengan benar. Tapi aku menghargai bantuan kamu yang sudah menangkap Roni. " Klara mengatakan itu dengan nada sinis, setelah mengatakan itu dia masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Di dalam mobil Klara mengusap dadanya beberapa kali, dia merasa tidak tenang, bagaimana kalau benar Reyhan tidak membunuh ayahnya, apa yang harus dia lakukan pada Reyhan nanti? Tangan Klara bergetar begitu sangat gugup sambil menggenggam rekaman itu. Dia menarik nafas dalam-dalam lalu menjalankan mobilnya.
Kalau ternyata Reyhan tidak bersalah, apa yang harus aku lakukan padanya? kata hati Klara.
"Bagaimana nantinya hubungan bos dan Klara kalau Klara sudah mengetahui semuanya?" tanya Jefri pada Reyhan.
Reyhan menghela nafas panjang, "Tentu saja kita harus menjalani kehidupan kita masing-masing. Tidak ada yang berubah."
Jefri malah nyengir, "Bukannya dulu ingin kembali lagi pada polwan itu? Wah sepertinya bos sudah move on, apa mungkin karena Jenny ?" godanya.
Reyhan menatap sangar pada Jefri, "Mana mungkin aku naksir pada anak Andreas, musuh terbesar ku."
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
__ADS_1
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...