Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Aku Melepaskanmu


__ADS_3

"Ku mohon, hentikan! Jangan membunuh! Kau bukan penjahat, Rey!"


Jenny memeluk Reyhan dari belakang, mencoba untuk menghentikan Reyhan untuk membunuh Petter, bukan karena dia ingin membela Petter, tapi dia tidak sanggup melihat hal mengerikan di depannya apalagi jika Reyhan yang melakukan hal yang mengerikan itu. Dia harap Reyhan tidak akan menghilangkan nyawa seseorang lagi, itu akan membuat hidupnya semakin hancur di kemudian hari.


Jenny bersedia menjadi korban terakhir Reyhan, asalkan Reyhan bisa kembali seperti dulu, seorang Reyhan yang memiliki sifat yang hangat dan ceria. Dia berubah total hanya karena sebuah dendam yang membara kepada ayahnya dan Leon.


Reyhan menjatuhkan pisau dari tangannya ke lantai, dia tidak ingin terlihat seperti monster di depan Jenny.


Reyhan melihat Petter yang tak sadarkan diri akibat tendangan yang keras darinya. Dia menarik tangan Jenny untuk membawanya pergi dari sana.


Jenny pasrah saja mengikuti Reyhan, membiarkan Reyhan terus menarik tangannya menuju mobil. Reyhan membawa Jenny masuk ke dalam mobil tanpa mengeluarkan perkataan sedikit pun, begitu juga Jenny. Dia memasangkan seat belt pada Jenny. Setelah itu dia masuk ke dalam mobil melalui pintu yang lain.


Di tengah perjalanan terasa hening, tak ada satupun yang mau memulai bicara. Reyhan yang memikirkan apa yang harus dia lakukan pada Jenny nanti, apakah dia harus melepaskannya agar Jenny aman dari siapapun? Atau dia mempertahankan Jenny yang pada akhirnya diantara mereka akan sama-sama terluka?


Sementara Jenny, dia masih memikirkan tentang kesalahan ayahnya pada Reyhan, dia sangat merasa bersalah pada Reyhan, dia tidak tau harus bersikap bagaimana padanya saat ini? Karena hatinya sangat sesak memikirkan kenyataan pahit ini.


Tiba di depan rumah, Reyhan segera keluar dari mobil, dia menarik tangan Jenny kembali membawanya ke ruang tengah, "Kau tunggu disini!" ketusnya.


Jenny hanya diam, dia memilih untuk menuruti apa kata Reyhan untuk menunggunya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Reyhan datang, dia membawa kotak P3K, rupanya ada luka kecil di pipi Jenny mengenai pisau yang di pegang Petter waktu itu, tanpa basa basi Reyhan mengoleskan salep itu ke pipi kiri Jenny.


Jenny sangat gugup karena wajah mereka begitu dekat.


"Jangan menunduk!" ketus Reyhan.


Jenny meluruskan kembali wajahnya sampai tanpa mereka sadari kedua pasang mata mereka saling bertemu.


"Lu-luka mu pasti sangat parah, biar aku mengobatimu." ucap Jenny dengan gugup.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri!" Reyhan menolak untuk diobati oleh Jenny.


Begitu semua kancing kemeja terlepas, Jenny mulai mengobati beberapa luka sayatan di bahu dan lengan Reyhan.


Reyhan memperhatikan Jenny yang sedang sibuk mengobati tubuhnya, sebenarnya dia sangat merindukan wanita ini, begitu merindukannya.


"Jenny!" Panggil Reyhan sambil menatap Jenny yang masih sibuk mengobati lukanya.


"Hm?"

__ADS_1


"Sekarang aku rasa aku akan membebaskanmu."


Seketika Jenny menghentikan aktivitasnya saat mendengarkan ucapan Reyhan, matanya berkaca-kaca mendengarnya.


Reyhan mengeluarkan sebuah dompet , dia memberikan sebuah kartu berwarna hitam pada Jenny, "Kau pakai ini, kau bisa pergi kemana pun kamu mau, jangan sampai ada yang menemukanmu termasuk aku."


Reyhan memilih untuk menuruti saran dari Jefri untuk melepaskan Jenny, demi kebaikannya, Jenny akan berbahaya jika dia tetap tinggal bersamanya, Reyhan tidak ingin terulang lagi kejadian yang membuat Jenny berbahaya karenanya apalagi dia memiliki banyak musuh. Akan lebih baik Jenny pergi sebelum tetua datang, dia bisa memberi alasan kalau Jenny berhasil kabur darinya.


Tanpa terasa Jenny menitikan air matanya, rasanya begitu sangat sakit, dia belum siap untuk berpisah dengan Reyhan.


Kenapa kisah cinta kita harus seperti ini? Kenapa kita tidak bisa bersatu dan hidup bahagia bersama?


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...


__ADS_2