
Reyhan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, pikirannya kalang kabut, dia ingin segera menyelematkan Jenny namun tidak tau dia ada dimana sekarang, tidak tau penculik itu menyembunyikan Jenny dimana.
"Sial!"
"Brengsek!"
Beberapa kali Reyhan mengumpat. Dia benar-benar marah saat ini sampai tak bisa berpikir memakai logikanya. Sampai tubuhnya banyak mengeluarkan keringat dingin karena menahan emosi yang begitu besar.
Hanya satu orang yang dia curigai, yaitu Leon. Karena saat dia menelpon Andreas waktu menyerang markas kecil naga api, Andreas menanyakan keberadaan Jenny padanya dengan emosi, itu artinya Andreas tidak terlibat dalam menghilangnya Jenny.
Drttt... Drttt...
Dia mendapatkan pesan dari Sandi. Reyhan terkejut saat membuka pesan dari Sandi yang memperlihatkan foto Jenny dengan kondisi tangan dan kakinya sedang terikat.
Rupanya Petter membawa ponsel Sandi saat itu, tentu saja beberapa pesan dari Reyhan kepada Sandi terbaca olehnya saat akan mengirimkan pesan itu.
"Hahaha... rupanya dia menyukai anak Andreas, tawanannya sendiri. Ini permainan yang sangat menarik." ucap Petter saat mengirimkan foto tersebut ke Reyhan.
Reyhan segera menghentikan mobilnya, dengan nafas yang dipenuhi dengan amarah, dia langsung menelpon ponsel itu.
Petter segera mengangkat panggilan dari Reyhan, dia tak bersuara hanya mengangkatnya saja.
__ADS_1
"Dimana kau brengsek?" tanya Reyhan dengan emosi saat tau Petter mengangkat panggilan darinya.
"Coba tebak saja, aku ada dimana sekarang, apa kau bisa menemukanku? Hahaha... " Petter tertawa renyah.
"Besok pagi aku akan memutuskan sendiri, aku akan membunuhnya atau menyerahkannya pada Tuan Leon, tapi sebelum itu aku sangat penasaran dengan sosok dirimu yang membuat tuan Leon begitu sangat marah dan hampir kehilangan akal. Sehebat apa dirimu?" ucap Petter dengan panjang lebar.
"Mari kita bertarung satu lawan satu sampai salah satu diantara kita mati, jangan curang untuk membawa orang lain kesini. Itu pun kalau kamu bisa menemukan tempat ini." setelah mengatakan itu Petter langsung mematikan ponsel milik Sandi itu.
"Aku belum selesai bicara, jangan sampai kau menyakiti Jenny, aku tidak akan memaafkanmu!" teriak Reyhan, namun sayangnya panggilannya sudah terputus.
Reyhan beberapa kali menelpon Petter lagi tapi ponselnya tidak aktif. Dia mencoba untuk melacak ponsel Sandi itu rupanya Petter memiliki kemampuan seperti Sandi, dia bisa membuat keberadaannya susah untuk di lacak.
Reyhan sangat frustasi memikirkannya, pikirannya buntu, dia tidak tau harus mencari Jenny kemana, sampai dia memukul-mukul setir saking emosinya.
"Arrgtt... dimana kamu Jenny? Dimana kamu?"
Petter memperhatikan Jenny yang belum sadarkan diri karena pengaruh bius yang begitu kuat.
"Aku akan menjadikan kamu umpan untuk membunuh pria itu!"
Kring... Kring... Kring...
Ponsel Petter berdering, rupanya dari Leon.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa kau berhasil membawa Jenny?" tanya Leon, saat itu Leon sedang sibuk memainkan bongkahan di dada seorang perempuan. Sepertinya dia habis bercinta dengan seorang wanita yang telanjang bulat berbaring di sampingnya.
"Akh... Tuan." Wanita itu men de sah, lalu berciuman dengan Leon di atas kasur sebentar.
Petter sangat muak mendengar de sa han itu.
"Sudah, dia sekarang sedang ada bersamaku." jawab Petter.
"Bawalah dia kesini, aku masih memiliki tenaga untuk bersenang-senang dengannya. Aku sangat merindukannya." suruh Leon sambil terkekeh.
"Tapi..."
"Sekarang aku yang ingin memberikan kejutan pada si Reyhan brengsek itu, dia sudah berani mempermainkan seorang Leon bahkan telah memusnahkan aset berhargaku di kota B."
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...
__ADS_1