
Sebuah mobil berhenti di depan rumah yang megah, rumah itu banyak sekali kenangan antara Jenny dan ibunya, juga Andreas.
Dengan perlahan Jenny masuk ke dalam rumah, dia sambut oleh beberapa pelayan disana, sementara pelayan yang lain mencoba untuk memberitahu Andreas tentang kepulangan sang nona.
Andreas yang mendengar kabar baik itu segera turun melewati anak tangga satu persatu.
"Jenny!" panggilnya.
Dia memperhatikan badan anaknya itu di depan dan belakang takut ada yang terluka, "Kau tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?"
"Aku tidak apa-apa, ayah." jawab Jenny dengan tenang.
"Kau datang kesini bersama siapa?"
"Sendiri, ayah."
Andreas merasa heran melihat kondisi Jenny yang tidak sesuai dengan dugaanya yang selama ini dia takutkan , walaupun dia sangat bernafas dengan lega karena Jenny baik-baik saja, tak ada bekas luka sedikit pun.
"Apa kau berhasil melarikan diri atau si keparat membebaskanmu?"
__ADS_1
Jenny menghela nafas saat mendengar pertanyaan dari ayahnya yang menyebut keparat pada Reyhan, "Namanya Reyhan, dia suami aku."
Andreas tercengang saat mendengar perkataan Jenny seolah dia tidak suka jika dirinya menghina Reyhan. "Jenny!"
"Reyhan adalah pria yang aku cintai, dan aku ingin hidup bersama dengannya. Aku tidak akan meminta restu dari ayah karena aku tau jawabnya apa."
Andreas tidak menjawab apa-apa, dia hanya menatap tajam pada Jenny sambil mengatur nafas karena begitu sangat emosi, bagaimana bisa Jenny mencintai musuhnya itu.
Jenny menatap sang ayah dengan tatapan sendu, "Apa benar ayah sudah membuat Reyhan dipenjara, menerima hukuman yang sama sekali tidak dia lakukan?"
Andreas tercengang mendengarnya, tapi tidak mungkin dia mengakui kesalahannya itu, dia tidak ingin terlihat menjadi seorang monster di mata anak kesayangannya.
"Cukup! Lebih baik kamu diam. Masuk ke kamarmu, ayah tidak akan membiarkan kamu keluar dari rumah ini. Apalagi kalau sampai kembali padanya, apa kamu tau mengapa dia menahanmu? Dia ingin membunuhmu, Jenny. Ayah tidak akan membiarkan itu!" Andreas mengatakan itu dengan emosi.
"Jenny sudah tau, bahkan Jenny tidak keberatan jika akhirnya Jenny harus mati demi dia. Anggap saja itu hukuman dengan apa yang telah ayah lakukan padanya. Agar ayah merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling penting buat ayah!"
"Jenny!" Bentak Andreas. Dia sungguh sangat marah dan terluka mendengar ucapan dari anaknya. Dia hampir melayangkan tangannya pada Jenny tapi tertahan, tangannya begitu gemetaran karena emosinya mendengar ucapan anaknya itu.
Tanpa disadari oleh Jenny, Reyhan telah mendengarkan ucapan mereka melalui alat penyadap di kalung yang dia berikan pada Jenny yang berbentuk liontin. Reyhan waktu itu sedang berada di dalam mobil. Dia tercengang mendengarnya dia sama sekali tidak menyangka ternyata Jenny mengetahui niatnya menahan Jenny bersamanya.
__ADS_1
Dadanya terasa sakit, sungguh sakit. Dia membayangkan bagaimana sakitnya Jenny berpura-pura tegar selama bersamanya.
Namun hari itu mereka sama sekali tidak menyadari, Petter dan beberapa anak buah yang di kirim Leon sudah berhasil masuk ke halaman rumah Andreas yang megah itu, dia berhasil melenyapkan satu demi satu para penjaga disana.
Sementara itu di dalam rumah, Jenny dan Andreas masih saja berdebat.
"Ayah harus mempertanggungjawabkan kesalahan ayah. Menyerahkan diri lah ayah, Jenny mohon! Dengan begitu Jenny akan tetap menganggap ayah adalah ayah Jenny selamanya." Jenny memohon pada Andreas.
Mata Andreas berkaca-kaca mendengarnya, hatinya sangat sakit melihat Jenny memohon seperti itu "Segitu cintanya kamu pada pria itu sampai kamu ingin ayah dipenjara?"
"Bukan hanya karena Reyhan, tapi karena semua orang yang sudah menjadi korban ayah. Berhenti bekerjasama dengan Leon, apa ayah tau kenapa aku lari darinya? Dia sudah hampir mau melecehkanku!"
Andreas terkejut mendengarnya, padahal Leon sudah berjanji padanya tidak akan meno dai Jenny selama mereka belum menikah dan akan memperlakukan Jenny dengan baik, sampai Andreas mengepalkan tangannya menahan emosi yang kian berkobar di hatinya.
...****************...
...Jangan pada tegang bacanya! ademkan dengan es batu hehe... di campur segelas sirup pasti mantap!...
...Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya kawan 🙏😁...
__ADS_1
...Dan terimkasih untuk yang sudah memberi itu semua 🙏😁...