
Cring!
The Dark Devil merayakan kemenangan mereka atas penyerangan markas kecil Naga Api di kota B, mereka bersulang menikmati segelas wine, di salah satu bar di kota B.
Namun Reyhan sama sekali tidak bersemangat malam ini, itu dikarenakan dia sulit untuk menghubungi Sandi.
Nomor yang ada tujuan sedang berada di luar jangkauan.....
Selalu itu yang terdengar di handphone Sandi saat dia mencoba untuk menghubunginya, dia memang hampir tiap waktu menanyakan tentang Jenny, terakhir dia kirim pesan ke Sandi adalah...
[Apa kamu sudah antar Jenny pulang? Bagaimana keadaan dia hari ini?]
Reyhan menekan-nekan pelipisnya, apa dia terlalu posesif pada Jenny? Apa dia terlalu menyukai wanita itu sampai tidak tenang kalau belum mengetahui kabar tentangnya hari ini.
"Bos, ayo kita ke hotel, sudah malam." ajak Jefri, mereka pasti sangat lelah dan ingin beristirahat.
__ADS_1
"Nanti saja, kalian pergi duluan." Jawab Reyhan, dia masih memutar-mutar gelas yang berisi wine di genggamannya.
Para anggota The Dari Devil terpaksa pergi duluan ke hotel, sementara Jefri memilih untuk menemani Reyhan sebentar.
"Sandi handphonenya tidak aktif, coba cari tau sedang apa dia sekarang." perintah Reyhan kepada Jefri.
"Sebenarnya bos mengkhawatirkan Sandi atau orang yang sedang di jaga Sandi?" tanya Jefri, penasaran.
Reyhan hanya menghela nafas, dia memilih untuk tidak menjawab pertanyaan dari Jefri.
"Aku ingin memberikan saran kepadamu sebagai sahabat, " ucap Jefri dengan nada serius, "Saat kita masuk ke The Dark Devil itu artinya kita sudah siap mati disini, kita tidak bisa keluar lagi dari sini kecuali mati, karena itu aku mengakui kekuatan kamu yang bisa mengalahkan kami semua saat bertarung waktu itu, makanya tetua langsung menyukaimu dan langsung mengangkat kamu jadi kaki tangannya dan pemimpin untuk kami."
"Itu artinya kamu akan kesulitan kalau sampai menyukai anak Andreas, bukan hanya berhadapan dengan Andreas dan Leon, tapi kamu juga akan berhadapan dengan tetua, mau tidak mau kami The Drak Devil akan lebih menuruti perintah tetua dibandingkan denganmu, termasuk jika kita disuruh untuk membunuhmu dan wanita itu."
Reyhan tak menanggapi ucapan Jefri, dia memang tau konsekuensinya akan seperti itu jika dia jatuh cinta pada Jenny makanya dia berusah keras untuk menyangkalnya.
__ADS_1
"Seharusnya dulu aku dan Sandi tidak menuruti ide gila itu saat kamu menikahi anak Andreas, hanya karena ingin balas dendam pada Leon, jika akhirnya kamu jatuh cinta pada Jenny. Aku sangat mengkhawatirkan kamu, karena itu aku rasa lebih baik kamu melepaskan Jenny."
Reyhan tercengang saat mendengar ucapan Jefri yang menyuruhnya untuk melepaskan Jenny.
"Itu buat kebaikan kamu dan Jenny juga, Jenny tidak akan terluka dan kamu bisa tetap disini bersama kita. Sebelum tetua pulang, lebih baik kamu lepaskan wanita itu, aku yakin kamu tidak akan sanggup membunuhnya."
Mata Reyhan berkaca-kaca mendengarnya, apakah itu cara terbaik untuk dia dan Jenny? Sesungguhnya itu bukan terbaik untuknya karena dia akan sangat tersiksa dan kesepian, dia yang biasanya terus melihat Jenny setiap hari, tiba-tiba dia tidak akan melihat lagi sosok wanita yang selalu memberikan senyuman manisnya setiap hari dan selalu membuat hatinya berdebar-debar saat sedang bersamanya.
Bahkan Jenny telah membuat hari-hari nya yang terasa sangat hambar, semenjak Jenny hadir di dalam hidupnya, dia merasa ada seberkas cahaya yang menyinari hidupnya, membuat hidupnya terasa hidup dan bergairah. Dia seakan kembali hidup normal seperti dulu.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
__ADS_1
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...