Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Cemburu


__ADS_3

"Apa tujuanmu menikahi Jenny? Apa kamu berniat balas dendam pada Andreas melalui Jenny? Apa itu artinya kamu tidak memiliki perasaan pada Jenny?" Tiba-tiba Klara mengemukakan beberapa pertanyaan kepada Reyhan.


"Aku rasa aku tidak perlu menjawab pertanyaan dari kamu." tegas Reyhan, dia tidak ingin menjawab pertanyaan dari Klara. "Dan pertemuan kita hanya sampai disini saja, aku harap kamu bisa hidup bahagia, Klara." Setelah mengatakan hal itu, Reyhan pun masuk ke dalam Markas.


Klara menatap punggung Reyhan yang kian menjauh jaraknya, tanpa terasa air matanya mengalir kembali, dadanya sungguh terasa sesak dan sangat sakit setelah mengetahui kebenaran tentang Reyhan.


Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan padamu, Rey? Hatiku benar-benar sakti sekarang!


Klara terus mengusap air matanya yang terus berjatuhan dipipi.


****************


Jenny merasa bosan karena beberapa kali Alex masuk ke ruangannya. Padahal dia ingin menyendiri untuk menenangkan hatinya yang merasa sangat sakit saat melihat Reyhan dan Klara berpelukan.


Ada hubungan apa di antara mereka berdua?


Kenapa hatiku sangat sakit saat melihatnya?


Apa artinya aku benar-benar jatuh cinta pada Reyhan?


Rasanya Jenny ingin mentertawakan dirinya sendiri yang terperangkap dalam permainannya sendiri untuk membuat Reyhan jatuh cinta, malah dirinya yang jatuh cinta pada Reyhan.


Alex memberikan segelas vodka kepada Jenny, "Ayo kita minum bersama anggap saja bentuk perkenalan kita hari ini."


"Bagaimana bisa seorang dokter mabuk di tempat kerjanya? Ambil lagi minuman itu!" tegas Jenny.


"Hmm baiklah kalau kamu tidak mau," Alex menyimpan minuman itu ke tepi meja. "Ngomong-ngomog siapa suami mu? Kenapa dia mengizinkan kamu bekerja di tempat seperti ini? Apa kamu tau kalau kamu melakukan sekali kesalahan, kamu tidak bisa kembali hidup-hidup dari sini!"


Jenny merinding mendengarnya, "Benarkah?"


"Tentu saja, bos kita itu sangat kejam,"


"Bos? Maksudmu Reyhan?"


Alex tak menyangka bahwa Jenny akan langsung mengetahui siapa yang sedang dia bicarakan, "Apa kamu menengenal bos kami?"

__ADS_1


"Emm... bukan kah kamu tidak sakit? Lebih baik kamu pergi dari ruangan aku! Lagian pekerjaan aku sudah beres hari ini, aku hanya ingin beristirahat sebentar disini." Jenny malah mengusir Alex untuk meninggalkan ruangannya.


Namun Alex masih belum bisa pergi dari sana, "Apa kamu mau aku ramal? Aku bisa meramal masa depan lho!"


Jenny membulatkan matanya, "Benar kah?"


"Tentu saja, karena itu aku disini mendapatkan julukan si peramal yang perkasa." Alex memperlihatkan otot di lengannya.


"Hmm apa kamu bisa melihat bagaimana kehidupan aku satu bulan mendatang?" Jenny jadi tertarik untuk di ramal, dia ingin tau sekali setelah satu bulan mendatang dia masih bersama Reyhan atau berpisah dengannya. Lalu bagaimana dia menjalani hidupnya jika tanpa Reyhan nantinya?


"Coba aku lihat telapak tanganmu." ucap Alex sambil meraih tangan Jenny yang halus, dia meraba-raba telapak tangan Jenny.


"Bagaimana?" tanya Jenny, penasaran. Dia tidak tau itu cuma akal-akalan Alex saja.


Ceklek!


Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu. Ternyata dia Reyhan, sebuah api membara di dada Reyhan saat melihat Alex sedang memegang tangan Jenny, padahal baru saja tadi pagi dia memberi peringatan kepada Jenny untuk tidak ada satu orang pun yang berani menyentuhnya.


Jenny segera menarik tangannya dari pegangan Alex.


"Sandi mana?" tanya Reyhan dengan nada tinggi. Dia terus mendeliki Jenny yang yang bisa menuruti perkataannya.


"Dia lagi ke toilet." jawab Alex.


Sementara Jenny malah memalingkan muka, dia sama sekali tidak ingin melihat wajah Reyhan, ada rasa kecewa dihatinya saat melihat Reyhan yang sedang berpelukan dengan Klara.


Reyhan menatap tajam pada Alex, "Sepertinya kita sudah lama tidak latihan bersama? Ayo kita bertarung!" tantang Reyhan.


Jenny kaget mendengarnya, jangan-jangan ucapan Reyhan benar akan memberi perhitungan kepada siapa saja yang berani menyentunya.


"Tentu saja, dengan senang hati. " Alex merasa terhormat karena akan latihan bertarung dengan Reyhan.


Dan akhirnya pertarungan pun di mulai....


Para Anggota disana kompak untuk menyaksikan pertarungan tersebut. Termasuk Jenny dan Sandi. Jenny merasa tidak enak hati menyaksikannya.

__ADS_1


Apa dia begitu gara-gara Alex memegang tanganku? Hati Jenny jadi bertanya-tanya.


Reyhan bersikap dengan tenang membiarkan Alex menyerangnya, saat Alex mencoba melakukan serangan, di saat itulah Reyhan mengambil celah untuk melayangkan beberapa pukulan ke tubuh Alex.


Reyhan berhasil melayangkan beberapa pukulan ke wajah dan tubuh Alex, sementara dia berhasil menghindar saat Alex mencoba untuk menyerangnya. Walaupun akhirnya Alex berhasil beberapa kali mendaratkan pukulan ke wajah tampannya.


Mereka bertanding sudah lebih dari satu jam, Alex mencoba melayangkan tinju kembali ke wajah Reyhan, Reyhan menahan tangannya dan membelit tangan itu ke belakang.


Krek!


"Aaaa... " Alex merasa linu dan sakit karena lengannya di buat terkilir oleh Reyhan.


Lalu Reyhan membanting tubuh Alex ke lantai.


Buukkk..


"Arggghhhtt... " Alex meringis kesakitan memegang punggungnya.


Jenny merasa ngeri melihatnya, sampai dia menutup mulutnya dengan tangan.


Suara tepuk tangan dan suara sorakan begitu terdengar sangat ramai pertanda bahwa pertandingan mereka telah berakhir, Reyhan menepuk pundak Alex, "Kerja yang bagus, kemampuan kamu sudah semakin meningkat."


Alex tersenyum tipis saat mendapat pujian itu sambil memegang lengannya yang terkilir, disana memang sudah biasa dengan pertandingan seperti itu karena itulah mereka selalu membutuhkan seorang Dokter.


Jenny sebagai dokter disana,dia memiliki rasa tanggung jawab pada Alex "Tanganmu pasti terluka parah. Biar aku... "


Tapi Reyhan malah menarik tangan Jenny dan membuat tubuh itu hampir saja jatuh kepelukannya, hingga mereka saling bertatapan dengan jarak wajah mereka yang sengat dekat "Aku juga terluka, kau obati aku!"


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....

__ADS_1


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...


__ADS_2