Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Jangan Bunuh Anakku


__ADS_3

Orang itu dengan brutal menghancurkan apa saja yang ada di paviliun itu, sampai jaraknya semakin dekat pada Jenny yang bersembunyi di dalam lemari, Jenny melihat di sela-sela lemari terlihat orang itu akan membuka pintu lemari tempat persembunyiannya.


Jenny sangat ketakutan sekali, dia melhat ada tongkat bisbol di dalam lemari itu. Apalagi orang itu membawa pistol di tangannya.


Ceklek!


Rey!


Tolong aku!


Begitu pintu lemari terbuka, Jenny memukul dengan keras wajahnya dengan tongkat bisbol.


BUUUKK!


"Arrrggghhh.... "


Sampai pria itu merasa pening dibagian kepalanya. Dengan cepat Jenny merebut pistol itu dari tangannya dan menodongkan pistol ke arah pria itu, "Jangan bergerak!"


Pria itu mengangkat tangannya, sementara kepalanya bercucuran darah karena pelipisnya terluka. Jenny tahu betul mana yang disebut membunuh dan mana yang disebut membela diri, walaupun dia berusaha untuk tidak melenyapkan nyawa orang itu.


Dorrr...


Dia hanya menembak bagian kaki pria itu agar tidak bisa mengejarnya lagi.


"Arrrggghhh!" Pria itu meringis kesakitan memegang betisnya yang terkena peluru itu.


Jenny tampak gemetaran, ini pertama kalinya dia menembak seseorang, dulu dia hanya diajarkan menembak ke papan dart board saja, itu juga hanya terhitung beberapa kali dia diajarkan oleh Andreas.


Jenny berniat untuk menelpon polisi tapi sayangnya tidak bisa karena Petter telah berhasil memutuskan aliran listrik di rumah itu. Jenny segera keluar dari paviliun, dia melihat ada musuh sedang berkelahi dengan Gara. Gara berhasil mengalahkan orang itu tapi sayang dia terluka parah dengan luka tembakan dan banyak luka tusuk di badanya.


Gara tergeletak di lantai sudah tidak berdaya.


"Gara!" Jenny mencoba untuk menolong Gara.


"Larilah! Jangan hiraukan aku! Cepat lari!" Gara terbatuk-batuk mengeluarkan banyak darah.


Jenny teringat Andreas yang masih ada di dalam rumah. Dia tidak mungkin lari begitu saja meninggalkan ayahnya.

__ADS_1


...****************...


Sementara itu Reyhan masih berkelahi dengan beberapa musuh di halaman depan. Musuh semakin bertambah banyak dan menggunakan senjata tajam, kekuatan mereka sangat kuat sekali.


Reyhan sudah menghubungi Jefri tapi Jefri belum mengecek ponselnya karena tetua sudah ada di markas meminta semua anggota the dark devil berkumpul disana.


"Saya dengar wanita bernama Jennifer itu menjadi dokter pengganti disini?" tanya tetua kepada para anggota the drak devil yang berkumpul disana.


Tetua memang tau dari Reyhan kalau Jenny seorang Dokter dan pernah mengobatinya.


"Iya, tetua. Dokter Jenny dia sangat keren, bahkan dia pekerjaannya bagus sekali." puji Alex.


Tetua hanya menghela nafas, dia menyuruh Jefri untuk datang ke ruangannya.


"Saya dengar dia di culik anak buah Leon dan Reyhan mati-matian menyelamatkan anak Andreas, ada hubungan apa diantara mereka?" tanya tetua pada Jefri, tatapannya itu begitu tajam sangat menusuk.


Jefri terpaksa menceritakan semaunya pada tetua.


...****************...


Jenny berusaha untuk melarikan diri tapi dia terkepung oleh tiga musuh disana, Jenny terpaksa untuk menakuti mereka dengan menodong pistol ke arah mereka secara bergantian.


"Jangan bergerak! Aku bisa saja melukai kalian!"


Sayangnya mereka tetap tidak menyerah ,terus menyerangnya , Jenny mencoba menembak salah satu diantara mereka, namun musuh yang ada dibelakang Jenny memukulkan balok kayu ke kepalanya, sampai kepalanya terasa sangat pusing dan tubuhnya ambruk ke paving blok.


Salah satu mereka menggedong Jenny membawanya ke dalam rumah.


Andreas terkejut saat melihat Jenny yang kondisi kepalanya terluka akibat pukulan keras dari balok kayu itu.


"Brengsek! Kalian... " ucapannya terhenti saat pistol itu ditempelkan ke pelipis Andreas.


"Diamlah, sebentar lagi kau akan mati, Andreas!"


Petter membawa Jenny duduk didekatnya, "Tapi sebelum itu aku akan membunuhnya di depanmu, agar kamu tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling berharga untukmu." Petter terkekeh mengatakannya.


"Apa tuan Leon mengizinkannya?" tanya salah satu diantara anak buah Leon itu pada Petter.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, jangan mau diperintah oleh mereka lagi, kita harus bertindak sesuka hati kita. Naga api milik kita. Kita bisa kuat tanpa mereka." ucap Petter.


"Tapi... "


Doorrr...


Petter menembak kepala anak buah Leon yang mencoba memprotesnya, sampai orang itu jatuh tersungkur ke lantai dan bersimbah darah di kepalanya. Lalu menembak badannya beberapa kali.


"Apa ada yang mau protes lagi? Bukan kah kalian yang bilang tidak suka dengan Leon dan Andreas yang kejam dan sanggup membunuh kita jika kita melakukan kesalahan sedikit saja?Bahkan ayah dan pamanku saja yang begitu dekat dengan mereka menjadi korban kekejamannya. Kita hanya diperalat, tidak penting untuk mereka. Ayo kita bersatu!"


Mereka menganggukan kepala, menyetujui apa yang dikatakan oleh Petter.


"Arrghhh..." Jenny tersadar kembali dari pingsannya, darah mengalir sedikit demi sedikit dikepalanya, sungguh membuatnya kepalanya terasa sangat sakit dan pusing.


Petter menodongkan pistol ke kepala Jenny, "Sayang sekali orang yang harus ku jaga di Singapore selama ini harus mati ditanganku. Apa kau ingin mengatakan kata terakhir pada ayahmu?"


Andreas menangis histeris melihatnya, "Jenny!"


"Aku mohon jangan bunuh anakku!"


Doorrr...


Doorrrr...


Dooorrr...


Tiba-tiba terdengar suara tembakan, ternyata Reyhan berhasil masuk kesana, dia menembak semua anggota naga api yang ada disana, yang tersisa di dalam kini hanya ada Jenny, Petter, Andreas, Haikal dan Reyhan.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...

__ADS_1


__ADS_2