Belahan Hatiku

Belahan Hatiku
Tahap Revisi : Episode 11


__ADS_3

"Tolong jangan menangis aku sakit saat kamu menangis "Bram memegang tangan Cessa.., dan di tempatkan nya di dada bidang nya.


Cessa merasakan detak jantung Bram dari balik jas berdetak kencang. "Mas..., aku akan membantu semampuku untuk kembali mengingat ingatan mas yg hilang "Cessa sungguh-sungguh.


"Terima kasih..., tapi aku ingin kamu berhenti bekerja disini lagi. Ikut dengan ku dan tinggal bersama ku "ajak Bram.


"Iya mas..., aku mau "senang Cessa.


..._Apartemen_ ...


"Kamu tinggal di sini.., lakukan sesuka mu disini. Aku harus pergi dulu "ujar Bram mencium kening Cessa.


"☺..., hati-hati mas di jalan "sementara itu... "Kamu tidak pandai berbohong.., dia anakku "keukeuh Jhon.


"Iya..., Jhon saat ini Bram mulai mencintai ku.., kesempatan emas untukku, aku bahagia Bram hilang ingatan dan tidak bertemu lagi dengan namanya Cessa "


"Aku tidak peduli Sonya..., ini tentang anak yang kamu kandung anak ini anak kandung ku dan akan menjadi anakku "kesal Jhon.

__ADS_1


"Kamu ini kenapa "ucap santainya. " aku tidak akan menjauhkan mu dari anakku "Sonya bersandar di dada Jhon.


Cessa berjalan ke arah lemari dan mengambil kemeja milik Bram, setelah selesai ia meletakkan handuk di kepalanya.., dan menuju dapur.


Cessa melihat di dalam kulkas ada telur, sawi dan mie. Cessa berinisiatif untuk memasaknya untuk ia makan.


Semua bahan sudah di bersihkanlah tinggal di tumis dan menuggu hingga matang, selesai masak ia langsung makan dengan lahap.


Karena ia memang sangat lapar setelahnya mencuci piring agar tidak bosan ia menyetel musik di ponselnya, terus menari dan menyanyi mengikuti musik tersebut dan bergoyang.


Dan lagi wanitanya itu mengenakan kemeja miliknya, seperti beubeugig sawah (orang-orang an sawah) kalau kata orang Sunda.


Kemeja yang di pakai Cessa seperti memakai dres, Bram menghampiri kearah Cessa dan memeluk erat pinggang nya. Cessa kaget dan dengan tangan kekar di pinggangnya.


Selesai mencuci piring ia membalikkan tubuhnya menghadap Bram. "Mas Bram sejak kapan mas disini..., bukankah mas pulang ke rumah.., hehe maafkan aku "celoteh Cessa.


"Tidak usah minta maaf... , ini sekarang milikmu bebas mau melakukan apapun karena kamu nyonya disini "ucap Bram buat Cessa melihatnya kaget.

__ADS_1


"Mas jangan bercanda "Tidak berpikiran sampai kesitu. "Ayo kita menikah "ucap seriusnya memeluk erat Cessa.


Kini tubuh keduanya menempel saling memberi kehangatan untuk keduanya, Cessa mengelus pipi berewokan milik Bram. Kini mata mereka saling mengunci.


Begitu juga dengan Bram merem_s pinggang mungil milik Cessa. "Apa mas serius mengatakan itu "ucapnya meyakinkan.


"Tentu saja..., menikahlah dengan ku "ucapnya serius.


Bram merasakan detak jantung nya berdetak kencang dan Cessa yang buat ia nyaman..., dan tidak ingin jauh dari wanita yang berada di depan nya ini.


"Ya.., aku mau "ucapnya haru. "Hah.., benarkah "senang Bram melihat Cessa menganguk sambil menangis.


Bram memeluk erat wanitanya yang di balas Cessa pula dengan tangis harunya, Bram menepati janjinya untuk menikahinya meski hilang ingatan dan ia tidak wisuda.


Keduanya saling pandang dan Bram yang memulai ciuman tersebut di temani musik yang mengema di ruangan tersebut, hingga keduanya larut dalam dunia mereka.


Mengabaikan reader yang mesem-mesem sendiri..., senyum sendiri..., malu sendiri..., author hanya menutup mata 😅

__ADS_1


__ADS_2