Belahan Hatiku

Belahan Hatiku
Tahap Revisi : Episode 31


__ADS_3


My IG \= author_a.s


__________________________________________


Heller hanya tersenyum dan memegang tangan kekasihnya, sampai sudah di tempat tujuan Khalisa terpana melihat pemandangan kebun teh tersebut.


Ia berimajinasi kebun teh pasti dingin..., sepi..., itu di bayang-bayang an nya. Tapi tidak kebun teh tersebut jadi wisata dan banyak orang yg datang.


Jajanan kaki lima pun berjejer ada yang dingin..., goreng..., berkuah..., sate-satean dan masih banyak lagi.


"Ayo "mengangkat tangan. "Ayo "menggemgam telapak tangan Heller. Keduanya berjalan masuk ke kebun teh, dan kembali membeli makanan kaki lima.


Keduanya senang - senang hingga larut malam. "Bagaimana jalan-jalan hari ini "mengandeng erat telapak tangan kekasihnya.


"Ya..., aku kira ini akan membosankan ternyata asyik "senangnya. "Ouh.., lihat "menunjuk langit.


"Wah.., bin....tanggg..., "melihat ke arah Heller.

__ADS_1


Heller tiba-tiba mencium bibirnya seketika Khalisa menutup matanya dan mengalungkan lengannya di leher sang kekasih.


Heller memeluk erat punggung mungil sang kekasih. "😢...😭😭😭"tangis baby Anggrea.


"Cup cup cup..., kenapa dengan putri ayah heum "menimang-nimang putrinya. "Baby Anggrea nangis..., sini pasti dia haus "menggendong bayi Anggrea.


Mateo menyerahkan baby Anggrea pada istrinya dan melihat Ayla duduk di sofa dan menyusui putri mereka. "Maaf buat kamu capek..., aku akan cari asisten rumah tangga untuk membantumu "mengelus kepala Ayla.


"☺"mengganguk dan tersenyum. "Apa aku cari 2 asisten saja ya satu untuk bersih-bersih rumah dan satu lagi untuk membantu mu "saran Mateo.


"Tidak..., satu saja cukup aku tidak suka keramaian dan untuk baby Anggrea aku bisa mengurusnya "ujar Ayla.


"Apa "melihat wajah Heller. Heller tersenyum dan merogoh saku mantelnya dan menunjukkan kotak kecil. Khalisa membuka kotak tersebut dan nampaklah dua cincin.


"Wah..., bagus sekali "puji Khalisa. "Aku melamar mu "singkat Heller. "😐..., his "melihat Heller dengan kesal.


"Kenapa..., ada yg salah "binggung Heller. "Kakak benar-benar melamar ku "tanya sekali lagi.


"Iya..., mau tidak "tawar Heller. Khalisa tersenyum merona dan mengangguk menyerahkan jemarinya di depan Heller. Heller tersenyum dan menyematkan cincin di jari manis sang kekasih lalu menarik Khalisa memeluknya erat.

__ADS_1


Dan di balas oleh Khalisa pula..., bintang di langit bersinar kelap-kelip. Cekitt..., mobil terhenti di depan rumah...Khalisa turun dan melambaikan tangan pada Heller saat masuk rumah Khalisa di kagetkan oleh..., keberadaan kedua orangtua nya.


"Kenapa..., kalian mengagetkan ku "ucap gugubnya. "😐..., malam-malam gini baru pulang "ujar Cessa.


Khalisa meneguk ludahnya dan binggung apa yang harus ia jawab pada kedua orangtua nya tersebut, mata Bram tidak sengaja melihat cincin yang tersemat di jari manis putrinya.


Bram berjalan maju dan buat Khalisa tersudut di badan pintu. "Mas...., kamu kenapa "tanya Cessa.


"Iya..., a..., ayah ken.., kenapa "gugubnya. "Bawa pria itu pada kami "ucap Bram dingin. "Apa maksud mas "memegang bahu suaminya.


"A...., apa maksud ayah aku tidak mengerti "meneguk ludahnya. "Cincin di jarimu..., pasti ada pria yg melamar mu.., besok bawa dia pada kami "


"Hah "kaget Cessa dan Khalisa. "Apa yang kamu bicarakan mas "tanya Cessa binggung.


Khalisa langsung menyembunyikan tangan nya di belakang tubuhnya. "Ayah jangan bicara aneh-aneh "cengir Khalisa.


"Pertanyaan ayah masuk akal..., ayah melihat jarimu mengenakan cincin "


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2