
"Wah..., lihat Bram pembantu itu telah berani-berani membawa pria "Sonya memanas-manasi.
Bugh.., bugh..., Bram meninju wajah Jhon keras dan menyeretnya keluar dari kamar Cessa yang..,diikuti Sonya seolah memisahkan Bram dan Jhon yang sekarang ini adu jotos.
"Mas Bram sudah..., sudah ya tolong maafkan dia pasti tergoda oleh rayuan manis pembantu itu, agar tidur dengannya di rumah ini "Sonya memeluk Bram.
Jhon yang melihat Sonya memeluk Bram sedikit cemburu dan mengepalkan tangannya. "Pergi dari sini "usir Bram menatap tajam Jhon.
"Hah.., "Jhon mengambil kaosnya dan pergi. "Tenangkan dirimu mas.., ada aku "bujuk rayu Sonya.
Bram menjauhkan Sonya yang memeluknya dan mencengkeram kedua pipi Sonya dan menatapnya tajam. "Apa yang mas lakukan "gugub Sonya.
"Kamu pikir aku percaya..., dengar Sonya aku tidak mudah percaya dengan ucapan mu.., sandiwara mu aku tidak peduli.., yang jelas aktingmu masih kurang "melepaskan cengkeraman nya dari pipi Sonya.
"A.., hah "binggung Sonya. "Jangan bingung begitu..., keluarlah Jhon "datar Bram. "Aku istrimu mas "berjalan ke arah Bram.
__ADS_1
"Berhenti.., jangan berjalan lagi atau kamu akan menyesal "ujar Bram.
Sonya tetap berjalan dan "plak" Bram menampar pipi Sonya. "Hah..., hiks "mata berembun.
"Itu untuk kamu mengkhianati ku karena sudah bermain di belakang ku dengan Jhon "
"Itu tidak seperti yang kamu kira "sangkal Sonya. "Aku punya buktinya Sonya..., aku menceraikan mu "datar Bram.
"Tapi aku sedang hamil "tangis Sonya. "Ck..., kamu tuli aku menceraikan mu "teriak Bram. "Aku tidak mau "tolak Sonya.
"Aku dan Cessa yang akan pergi "
"Oh ya.., cobalah aku yakin mereka setuju "senyum nya. "Aku istri sah mu mas..."kesal Sonya. "Istriku...istri sahku hanya Cessa seorang "memberikan dokumen.
"Apa ini "membuka dokumen dan melihat nya. "Hah... , mas Bram "melihat Bram.
__ADS_1
"Maafkan aku Sonya..., kamu tahu aku jujur padamu aku tidak mau kamu menikah dan tidak ada mencintai mu "menghela nafas.
"Aku menyuruh asisten ku untuk memalsukan dokumen itu "melihat Sonya sesak.
"Selama ini aku istri sirimu "geram Sonya. "Ya..., dan aku mentalakmu "ucap Bram. Sonya menangis dan memukuli Bram meski Bram menangkis pukulan Sonya.
"Hah..., hiks "tangisnya. "Pergilah.., atau aku yang "
Sonya berjalan dengan pelan ke arah tanggal untuk membereskan baju-bajunya. Selang beberapa menit Sonya turun dengan tas besarnya dan menghampiri Bram.
"Suatu hari....,aku tidak akan diam Bram ., aku akan membalaskan nya "ancam Sonya. "Entah kapan "melepaskan cincinnya dan melemparkan nya ke dada Bram dan pergi.
"Itu tidak akan terjadi Sonya..., aku yakin itu "melihat tajam Sonya. "Ck..., lihat saja saat usia mu tua renta "Sonya tersenyum iblis dan pergi.
Setelah selesai dan benar-benar pergi Bram berjalan ke arah kamar Cessa..., dan melihat Cessa belum terbangun. "Berapa dosis yang mereka berikan buat Cessa masih belum bangun juga "mengelus kepala Cessa.
__ADS_1
Bram menyingkap selimut dan melihat Cessa masih berpakaian, Bram bernafas lega ia keluar dari kamar dan mengambil baju Cessa ia membuang nya ke aku tempat sampah. Ia tahu karena baju tersebut sudah di pegang Sonya atau Jhon.
Bram kembali ke kamar Cessa dan melihat istrinya sudah siuman membuka matanya dengan perlahan. "Cessa "Bram duduk di tepian kasur.