Belahan Hatiku

Belahan Hatiku
Tahap Revisi : Episode 20


__ADS_3

...Maaf reader telat update.., author lagi sibuk dan ya. ...



...Yuk Follow IG author..., masih baru tuh kalau belum di konfirmasi bearti lagi gak onn...., susah sinyal.., sibuk. ...


Happy reading...


"AAA..."mengejan.


...😭😭😭...


Suara tangisan sang bayi terdengar..., Arana tersenyum bahagia melihat bayi merah yang menangis. Sang dokter pun membawa bayi tersebut ke dekapan Cessa.


Arana mengelus kepala mungil cucunya, Cessa terus menciumi kening bayinya yang sekarang sudah tenang di pelukannya.


"Senang ya ketemu ibu.., sama oma iya nak "memainkan tangan mungil bayi merahnya.


"Selamat bu..., bayinya perempuan, suster tolong mandikan bayinya "titah dokter.


"Iya dok "mengambil bayi Cessa. "Selamat ya.., sudah jadi ibu "senang Arana.

__ADS_1


Sementara itu..., Bram dan Burhan senang karena mendengar tangisan bayi. Dan melihat Arana keluar dari ruang bersalin tersebut.


"Bu...., bagaimana dengan Cessa "tanya Bram.


"Mereka baik-baik saja.., selamat ya sudah jadi ayah dan bayinya perempuan "senang Arana.


"Selamat Bram "Burhan merangkul putranya. Setelah Cessa di bersihkan dan sang bayi di timbang.., di ukur dan di bedong.


Dan bayinya di pindahkan ke ruang VIP, Bram menerima Cessa yang tidur dan Arana bersama Burhan melihat cucu mereka.


"Lucunya cucu oppa "mengelus pipi mungil cucunya. Bram hanya tersenyum dan melihat Cessa masih tertidur lelap.


"Khalisa Aditama Soebroto Putri "ujar Bram. "Khalisa "angguk Burhan.


"Nama yang bagus "puji Arana. "Benarkah "senang Bram.


20:15


"Khalisa sayang "ucap Cessa yang tengah menggendong bayinya. "Putri ayah haus ya.., heum iya nak "melihat mulut mungil bayinya mencari sesuatu.


Cessa langsung memberinya asi yang di sambut semangat sang putri. Cessa mengelus kepala putrinya dan pipi merahnya tersebut.

__ADS_1


Seketika tangan mungilnya memegang jari sang ibu, Bram gemas melihat putrinya tersebut. Ia memegang tangan putrinya namun sang empu melepaskan nya.


Bram terus mencoba tapi Khalisa melepas empengnya dan menangis kencang. Bram kaget dan Cessa kembali menenangkan putrinya untuk kembali menyusu. "Mas Bram...., jangan ganggu Khalisa saat menyusu "


"Iya maaf "merutuki kesalahan nya Bram kembali melihat putri kecilnya anteng di gendongan sang ibu..., bahkan tangan mungilnya mengapai ingin meraih wajah sang ibu. Dan tidak sampai hal hasil jemari Cessa di genggam erat dan memeluknya.


Bram yang melihatnya sangat cemburu. "Apa dia tidak mau aku gendong "lirihnya. "Jangan begitu mas.., Khalisa nanti bakal cari-cari kamu "Cessa mengelus tangan Bram.


Singkatnya.., Cessa sudah berada di rumah dan usia sang bayi berumur satu bulan. Bram selama di kantor selalu tidak tenang dan merindukan rumah apa lagi Cessa dan bayi kecilnya Khalisa.


"Kapan rapatnya selesai "Bram Capek. "Maaf pak.., hari ini rapatnya sangat banyak. Kemungkinan selesai pukul tujuh malam "ujar Joe.


"Apa rapatnya tidak bisa di undur "Bram memelas, sang asisten hanya mengeleng dan tersenyum sebisanya. Bram pun harus mau pulang terlambat.


Tidak cepat-cepat bertemu sang putri. "Kita tidak boleh diam saja..., kita harus balaskan dendam kita pada wanita itu "marah Sonya.


"Aku setuju..., semua ini gara-gara wanita itu..., aku kehilangan perusahaan ku karena dia "jelas Jhon.


"Kita culik anak mereka dan minta tebusan. "Ide Sonya. "Yah.., aku punya orang yang bisa membantu rencana kita "senyum devilnya.


Sore hari Cessa sedang berada di halaman belakang menghirup udara segar.., namun ia tidak tahu jika semua maid dan security pingsan dan ada penyusup.

__ADS_1


__ADS_2