Belahan Hatiku

Belahan Hatiku
Tahap Revisi : Episode 32


__ADS_3


My IG \= author_a.s


__________________________________________


"Ayah ngelantur mungkin "berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Khalisa lepaskan mantelmu dan cepat makan "titah Cessa. "Ah iya bu "melepaskan mantel.


"Tuh kan "ucap Bram tersenyum. "Hah "kaget Cessa dan Khalisa.


Cessa memegang dadanya dan Khalisa melihat tangan nya dan hap menutup mulutnya ikut kaget....


...Cerobohnya aku, dalam hati Khalisa ...


"Hahaha "tawa hambar Khalisa yang di ikuti ayah Bram. "Ini "gugubnya melihat ke arah sang ayah yang kembali serius.


"Iya "mengaku. "Ada pria yg melamar ku "menunduk.


"Benarkah "senang Cessa. "Benarkan aku bilang "bangga Bram. "Ada yang melamar putri kita "memeluk tangan sang suami.


"Bagus..., setelah Mateo kamu menyusul. Besok malam bawa pria itu ke rumah jika memang menginginkan kamu "ucap Bram.


"Ayah..., apa tidak terlalu cepat "


"Lebih cepat lebih baik "timpal Cessa.


"Haha "tersenyum dan tertawa hambar. Di kafe Khalisa masih merenung dengan ucapan ayah dan ibunya kemarin malam.


*Apa harus menelpon Heller....

__ADS_1


Tidak-tidak biarkan saja....


Atau lebih baik menelpon saja....


Tapi*....


"AAAA...., "teriak Khalisa. "Hah "kaget Indira. "Bu. Khalisa ada apa "


"Ah..., am tidak apa-apa "elaknya minum air putih.


...Telpon..., tidak..., telpon..., tidak apa yang harus aku lakukan, dalam hati Khalisa ...


Seharian ini Khalisa melihat ponsel siapa tahu ada pesan atau telp dari sang kekasih. "Apa yang kamu lakukan "bicara sendiri.


"Jangan melihat handphone lagi oke., "menaruh Hp di dalam laci. "Huh "membuang nafas.


Tibanya pulang kerja Khalisa menghentikan mobilnya di depan pagar.., dan melihat depan rumah semuanya penuh dengan mobil yang terparkir.


Mau tidak mau Khalisa keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah dan membuka pintu masuk..., duarr Khalisa menutup telinganya dan kedua orangtua nya mengacungkan jempol padanya.


"I....ini ada apa? "tanya-nya binggung. "☺..., minggu depan kita bertunangan "ucap Heller.


"Apa "kaget Khalisa. "Selamat Khalisa "senyum Mateo memeluk bahu istrinya.


...🍀🍀🍀...


"Kami akan datang pada saat hari pernikahan mu "ucapnya melihat wajah sang istri.


"...."


"Hadiah...., ya aku tidak akan lupa mengirimi mu hadiah "mencium pipi putrinya.

__ADS_1


"Ho "celoteh nya. Ayla tersenyum sambil memangku putrinya yang masih setia melihat sang ayah.


"...."


"Keponakan mu juga akan datang "


"...."


"Nak..., dapat salam dari bibi cerewet mu "melihat putrinya tersebut menampakkan gusi yang belum tumbuh gigi.


"Dah ya aku tutup telponnya "menutup telpon.


"Khalisa "menunduk. "Dia juga kirim salam padamu juga..., Khalisa gengsi jika kamu mendengar nya dia bicara sangat pelan saat menitipkan salam padamu "Cerita Mateo.


"Chkhhh.., "tawa Ayla mencium pipi putrinya gemas.


Satu minggu sudah..., kini hari H tersebut akan di gelar di outdor tidak terlalu banyak yg di undang, akan tetapi kiriman kado selalu berdatangan untuk Khalisa dan Heller.


Entah itu dari teman..., sepupu jauh sebelum hari H kado terus berdatangan karena tidak bisa hadir. "Kamu dari adikku "senang Khalisa.


"Apa..., aku mau lihat "penasaran Heller. "Khalisa membuka kado tersebut dan melihat sebuah benda berbentuk patung yang ada di Amerika sana.


"Apa..., dia mau main-main dengan ku "kesal Khalisa.


"Haha...., tapi ini bagus bisa buat pajangan di dinding rumah kita nanti "


"Ck..., gombal "senyum Khalisa. Mata Khalisa teralihkan oleh sebuah kotak kecil dari berinisial SJ.


"Siapa? "menunjukkan pada Heller.


"Huh..., "gugub.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2