
My IG \= author_a.s
__________________________________________
"Aku tidak mau tahu putriku Ayla harus pulang "marah ibu Ayla.
"Dan juga Mateo tidak bisa membatalkan pernikahan begitu saja "marah pak.Fatih.
"Beri Kami waktu..., kami akan cari solusi ini agar cepat selesai "jawab Bram menunduk.
Khalisa kembali ke kamar dan mengambil telponnya...,lalu menelpon Ayla serta kakaknya tapi kedua insan itu tidak bisa di telpon.
"Apa..., mereka ganti nomor "melihat layar hpnya. "Jika mereka memiliki hubungan selesaikan cepat-cepat. Jangan buat ibu dan ayah harus menanggungnya "kesalnya.
Di rumah sebelah..., "Mateo dan Ayla pergi "ucapnya.
"...."
"Hah..., mungkin mereka memang akan melakukan itu jauh-jauh hari. Dan waktunya tidak tepat "
"...."
"Ya aku akan bantu mencari kakak mu "
"...."
__ADS_1
"Jangan khawatir "menutup telpon.
"Ada apa "tanya bibi Kesha. "Bukan apa-apa bi "
"Kamu ini bibi dengar ada masalah kok.., bilang gak ada apa-apa "kesalnya. "Hehe "tawa hambar nya.
Sementara itu...
"Aku yakin ibuku ke rumah kamu "ujar Ayla. "Hah..., ayah dan ibu pasti marah padaku "menerka-nerka.
"Aku ingin bilang..., bahwa aku "melihat wajah Mateo. "Apa? "melihat lekat wajah Ayla.
"Hamil "
Deg..., Mateo kaget dan menutup mulutnya Ayla bersandar di sandaran kursi dan menutup wajahnya. "Maaf aku seharusnya tidak memberitahu mu secepat ini "ucapnya.
"Tapi "mendongak. "Pernikahan mu dengan Feby "cemberut nya.
"Itu aku bisa atur "mencium kening Ayla dan memeluknya erat.
Esok harinya...., semua kembali ke rutinitas masing-masing, Khalisa sibuk dengan yang ia buat dengan asisten baru bernama Indira.
Heller pun sibuk dengan pekerjaannya dan mencari keberadaan Mateo dan Ayla. "Pak.Heller..., ada berita tentang pak.Mateo dan bu.Ayla "ujar Dalla.
"Benarkah..., dimana mereka sekarang "jawab Heller.
"Apa..., "kaget Khalisa menjatuhkan ponsel.
__ADS_1
"Bu..., ada apa "ucap Indira. "Kamu bawa tasku ayo cepat "berjalan cepat ke luar.
"Iya bu "mengambil tas Khalisa. Khalisa dan Indira, masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat.
"Pelan-pelan bu "khawatir Indira. "Tenang saja..., kita akan sampai dengan selamat "menyalip mobil lain.
"Huh "memegang dada kiri. Sampai nya di rumah Khalisa dan Indira bergegas masuk ke dalam rumah dan melihat ibu dan ayahnya sedang duduk di sofa dan kakaknya.....Mateo dengan Ayla .
"Khalisa "ucap Cessa dan Bram bareng. "Hah.., "menatap Mateo dan Ayla.
"Bu.., Khalisa "Indira ngos-ngosan. Ayla langsung menengok ke arah Khalisa dan Indira.
...Khalisa sudah dapat asisten baru, dalam hati Ayla ...
"Khalisa "ujar Mateo. "Huh "berjalan dan duduk di tengah orang tuanya. "Khalisa "ucap Ayla.
"Emm..., jawabnya. "Kalian tahu tidak karena ulah kekanak-kanakan kalian ibu dan ayah harus mendapat cacian dari calon mertua kak.Mateo...., dan orang tua kamu "menatap tajam Ayla.
Cessa dan Bram kompak memegang bahu putri mereka untuk menenangkan. "Jangan begitu "ujar Cessa. "Bentar bu..., aku belum selesai keluarin uneuk - uneuk aku "kesalnya.
"Maaf..., tapi tenang saja kakak akan bereskan semua masalah yang kakak buat "ucap Mateo.
"Tentu saja.., "marah Khalisa pergi dan mengajak Indira pergi.
"Bu.., tunggu "Indira berlari. "Khalisa "ucap Mateo, Cessa dan Bram.
...Khalisa marah padaku, dalam hati Ayla ...
__ADS_1
"Maafkan tingkah Khalisa ya "ucap Bram tersenyum ke arah Mateo dan Ayla.